KBRI: PCIM Malaysia Ormas Pertama yang Bantu WNI Terdampak Pandemi

0
163
Dari kanan, Rijal Al-Huda, Yoshi Iskandar, dan Dr M. Arifin Ismail dalam pengajian PCIM Malaysia menyambut Ramadhan. (Tim Media PCIM Malaysia/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia mengadakan pengajian bertema “Ramadhan Dinanti, Ramadhan di Hati” Ahad (11/4/2021) yang berlangsung di sekretariat Pimpinan Ranting Istimewa (PRIM) Kepong, Kuala Lumpur. Pengajian ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr Muhammad Arifin Ismail MA, penasihat dan mantan Ketua PCIM Malaysia.

Pengajian yang dihadiri perwakilan dari berbagai ranting di bawah PCIM Malaysia itu sekaligus menjadi forum silaturahmi warga Persyarikatan bersama Atase Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur Yoshi Iskandar dan Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Rijal Al-Huda.

 

KBRI Apresiasi PCIM Malaysia

Yoshi Iskandar, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI KL, mengapresiasi PCIM Malaysia atas kerja-kerja kemasyarakatan yang dijalankan selama ini. Termasuk program pendidikan dan pembinaan mental kerohanian masyarakat Indonesia. Yoshi juga mencatat aktifnya PCIM bekerja sama dengan baik dalam program pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) ke tanah air.

“Saya mengimbau agar warga sering-sering melihat informasi dari KBRI via berbagai media sosial, termasuk Facebook, agar senantiasa update tentang pelayanan masyarakat,” kata Yoshi.

Sementara itu, Kepala Konsuler KBRI KL Rijal Al-Huda mengapresiasi kiprah PCIM Malaysia sebagai ormas WNI yang kali pertama bergerak menggalang dan mengulurkan bantuan kepada PMI yang terdampak lockdown pandemi di Malaysia. Dilanjutkan dengan kolaborasi bersama ormas-ormas lainnya. Ia berharap PCIM terus aktif sambil tetap menjaga kesehatan bersama mengingat pandemi Covid-19 dan tetap menjaga SOP kesehatan.

Rijal juga menyampaikan informasi tentang program vaksinasi warga asing di Malaysia. Menurutnya, agenda ini sudah menjadi komitmen pemerintah Malaysia yang dijadwalkan pada tahap ketiga (setelah frontliner dan warga negara Malaysia).

“Adapun bagi warga asing tanpa izin, belum ada info lebih jauh tentang mekanismenya. Namun, pastinya ini sangat perlu dipertimbangkan karena merupakan risiko terhadap masyarakat tempatan sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rijal Al-Huda mengakui bahwa KBRI tidak akan mampu menyelesaikan atau mengurus sendiri segala permasalahan warga Indonesia di Malaysia. Karena itu, KBRI senantiasa mendukung PCIM Malaysia dan ormas lainnya dalam usaha bersama membantu masyarakat Indonesia.

Ramadhan Bulan Big Sale

Dalam ceramahnya, Dr M. Arifin Ismail menyatakan bahwa Ramadhan adalah bulan “big sale” karena Allah menjanjikan pahala berlipat ganda dari berbagai ibadah di bulan Ramadhan. Termasuk nikmat Lailatul Qadar.

Ada tiga pesan utama dari Ustadz Arifin. Pertama, menghindari sikap lagho, yaitu perbuatan, perkataan, perhatian, dan pikiran yang tidak berguna. Kedua, kita meningkatkan kualitas ibadah dalam makna yang luas, termasuk beramal jariyah melalui Persyarikatan.

“Ketiga, kita membentuk sikap dalam kehidupan dengan mengurangi kenikmatan duniawi, manajemen kehidupan, dan mengontrol hawa nafsu,” terangnya. (Tim Media PCIM Malaysia/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here