Kecelakaan Tak Surutkan Tekad, Kader IPM Ini Pakai Kruk ke Muktamar

0
159
Razif Abdillah alami kecelakaan sebelum Muktamar IPM. (Mahes/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Semangat Razif Abdillah ini patut diteladani. Pengurus PD IPM Sidoarjo ini masih menyempatkan diri untuk mengikuti Muktamar IPM. Ia adalah peserta kontingen Muktamar XXII IPM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Gresik pada Sabtu (27/3/2021).

Razif mengatakan, beberapa hari sebelum muktamar, nasib malang menimpa dirinya. Ia mengalami kecelakaan dan kini harus berjalan menggunakan alat bantu tongkat kruk. “Beberapa hari sebelum muktamar, saya habis terkena musibah kecelakaan, yang mengakibatkan bagian lutut dan mata kaki ada jahitan. Saya membawa alat bantu ini supaya memudahkan saya dalam berjalan,” jelasnya.

Meskipun begitu, semangatnya tidak pudar dalam mengikuti musyawarah terbesar IPM itu. “Muktamar itu momen sakral, apalagi tidak semua orang bisa mengikutinya. Saya yang sudah mendapat kesempatan untuk ikut, jadi tidak boleh menyia-nyiakannya,” tuturnya.

Ia juga menilai bahwa muktamar daring ini bisa melepaskan dahaga dalam berorganisasi dan bermusyawarah. “Muktamar virtual ini sangat melepaskan dahaga kita dalam berorganisasi dan musyawarah, apalagi skala nasional. Dalam pandemi ini secara tidak langsung menghalangi kita untuk berorganisasi juga bermusyawarah sebagaimana mestinya sebelum pandemi,” ujarnya.

“Tetapi, dengan diadakannya muktamar virtual ini, kami tetap bisa bersilaturahmi dengan wilayah-wilayah lain,” lanjutnya.

Ia pun mengatakan harapannya pada Muktamar XXII IPM. “Semoga muktamar ini berjalan dengan lancar sampai akhir dan bisa jadi ajang untuk membawa IPM ke arah yang lebih baik serta menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis bagi IPM kita tercinta,” tuturnya. 

Muktamar Pakai E-Voting

Sementara itu, tahun ini IPM kembali menggunakan e-voting dalam pemungutan suara. Metode ini sudah dilakukan sejak 2016, tepatnya saat Muktamar XX IPM di Samarinda.

Sekretaris Panitia Pemilihan PP IPM Rizka Syah Putri mengatakan, sistem e-voting memiliki kelebihan dan kekurangan. Rizka menjelaskan, kelebihan penerapan e-voting ini tentu sangat memudahkan dalam pelaksanaan pemungutan suara.

“Di masa pandemi seperti ini kan kita tidak bisa berkumpul di satu tempat dan tentu hal ini sangat memudahkan proses pemilihan yang kami siapkan,” jelas Rizka.

Sementara itu, kekurangan penerapan metode ini adalah kekhawatiran situs diretas karena rawan akan peretas. “Kendati demikian, kami tetap berikhtiar untuk memberikan sistem yang terbaik dan saling membangun kepercayaan agar muktamar menghasilkan keputusan yang terbaik,” kata Rizka.

Dalam prosesnya, tim panitia pemilihan PP IPM bekerja sama dengan beberapa pihak. Pertama, Tim IT UMP untuk mendukung sistem e-voting yang dibuat dan dipersiapkan oleh kader IPM yang berkelut di bidang IT.

“Selain itu, kami juga mengikuti arahan PP Muhammadiyah untuk berkoordinasi pula dengan tim IT UAD dan UMP untuk me-review sistem e-voting yang sudah dibuat sehingga menjadi keamanan sistem e-voting,” ungkap Rizka. (Mahes/Vira/Inas/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here