Kelas Tahfidz Muhisa Tetap Eksis Selama Pandemi

0
269
Asfindyar Aughli An-Nabhani telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 1 dan juz 30. (Qurrotu Ainy/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Program TPQ SMP Muhammadiyah 1 Jombang (Muhisa) merupakan salah satu program unggulan yang menekankan pada kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an dan menghafalkan beberapa surat pilihan. Program ini menjadi solusi dan jawaban yang menenangkan bagi orang tua dan siswa karena kebanyakan anak-anak di usia remaja sudah jarang, bahkan tidak mengikuti kegiatan TPQ di sekitar rumah mereka karena alasan malu dan sudah beranjak dewasa.

Nah, TPQ SMP Muhammadiyah 1 Jombang juga memiliki kelas khusus, yaitu kelas tahfidz. Kelas ini berisi beberapa siswa pilihan yang memiliki bacaan serta hafalan Al-Qur’an dengan baik.

Qurrotu Ainy, salah satu guru, menjelaskan bahwa kelas yang sudah ada sejak tiga tahun ini bertujuan untuk memberikan kontrol serius kepada siswa-siswi pilihan agar tetap bisa menambah dan menjaga hafalannya serta memperbagus bacaannya. Beberapa siswa yang lulus pun telah selesai menghafalkan satu sampai tiga juz.

“Selama pandemi, kegiatan TPQ semua tingkatan di sekolah ini masih tetap berlangsung secara online. Termasuk kelas tahfidz. Setiap hari mereka harus menyetorkan hafalan atau muroja’ah melalui voice note maupun video call kepada guru pembinanya,” terangnya.

Untuk melihat dan mengevaluasi pembelajaran TPQ selama daring beberapa bulan yang lalu, SMP Muhammadiyah 1 Jombang telah menggelar Munaqasah Tahfidzul Qur’an pada Senin, 6 April 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah dan disiarkan langsung di Instagram @smpmuhijoe.

Dua siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini adalah Asfindyar Aughli An-Nabhani, siswa kelas 7 asal Bondowoso, dan Amanda Dwi Anggraini, siswi kelas 7 asal  Tembelang, Jombang. Keduanya telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 1 dan juz 30 dalam sekali duduk dengan nilai Mumtaz Jiddan atau sangat baik.

Menurut Qurrotu Ainy, program tahfidz yang tidak hanya melakukan kontrol pada bacaan dan hafalan siswa ini juga memberikan apresiasi kepada siswa yang memiliki hafalan lebih dari satu juz dan akan terus membimbing siswa untuk selalu dekat dengan al-Qur’an, memiliki kualitas bacaan dan hafalan yang baik serta kuantitas hafalan satu sampai lima juz.

“Insya Allah siap!” Itu adalah jawaban dari Asfindyar sesaat setelah tuntas Munaqasah dua juz sekali duduk ketika dijadwalkan untuk melanjutkan hafalan hingga mencapai target lima juz dan akan diadakan Tasmi’ Al-Quran dengan mendatangkan orang tuanya.

“Alhamdulillah saya sangat senang bisa masuk kelas tahfidz. Karena saya bisa menambah hafalan saya,” lanjutnya.

“Tentunya sangat senang. Potensi  adalah anugerah, dalam mewujudkan mimpi tentu tidak pernah terlepas dari doa dan usaha. Itulah hakikat perjuangan saya untuk mencapainnya,” sahut Amanda saat ditanya bagaimana perasaannya bisa masuk kelas Tahfidz dan bisa tuntas Munaqasah dua juz sekali duduk.

Berikutnya, insya Allah dalam waktu dekat Munaqasah kembali digelar dengan menghadirkan enam siswa-siswi terbaik Muhisa. (Qurrotu Ainy/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here