Kemenkes Izinkan Vaksinasi pada Ibu Hamil, Ini Aturannya

0
193
Kementerian Kesehatan segera memberikan vaksin Covid-19 kepada ibu hamil. (Ilustrasi istimewa)

KLIKMU.CO – Ibu hamil menjadi salah satu kelompok yang sangat berisiko apabila terpapar Covid-19. Dalam beberapa waktu terakhir, dilaporkan sejumlah ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami gejala berat, bahkan meninggal dunia.

Karena itu, untuk memproteksi ibu hamil, Kementerian Kesehatan memastikan segera memberikan vaksin Covid-19. Upaya pemberian vaksinasi dengan sasaran ibu hamil juga telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. SE itu ditandatangani oleh Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu pada 2 Agustus 2021.

Dengan terbitnya aturan ini, Kemenkes juga menginstruksikan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan vaksinasi Covid-19 agar segera memulai vaksinasi kepada ibu hamil. Terutama di daerah dengan tingkat penularan kasus Covid-19 yang tinggi.

“Vaksinasi bagi ibu hamil masuk kriteria khusus. Oleh karena itu, proses skining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum divaksin dilakukan lebih detail dibandingkan sasaran lain. Format skrining pada kartu kendali untuk ibu hamil pun juga telah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Maxi.

Menurutnya, vaksinasi bagi ibu hamil akan menggunakan jenis vaksin Covid-19 platform mRNA, yakni Pfizer dan Moderna, serta vaksin platform inactivated Sinovac. Tentunya akan disesuaikan dengan jenis vaksin yang tersedia di Indonesia.

Maxi menjelaskan, dosis pertama vaksin Covid-19 akan mulai diberikan pada trimester kedua kehamilan. Lalu, pemberian dosis kedua dilakukan sesuai dengan interval dari jenis vaksin.

“Sama seperti pelaksanaan vaksinasi bagi sasaran lainnya, pemerintah akan melakukan monitoring untuk mengetahui apakah ada efek samping yang muncul dari pemberian vaksin Covid-19 kepada ibu hamil ini,” terangnya.

Mengantisipasi terjadinya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), di setiap pos kartu vaksinasi telah tersedia contact person yang bisa dihubungi jika ada keluhan dari penerima vaksinasi atau bisa juga melaporkan melalui keamanan vaksin.kemkes.go.id.

“Pemerintah juga akan menanggung KIPI Covid-19 yang membutuhkan pengobatan dan perawatan di faskes sesuai dengan indikasi medis dan protokol pengobatan,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here