Kenalkan Pertanian Organik, Siswa Sekolah Ini Diajak Membajak dengan Sapi

0
107
Salah satu siswa SPEMMA praktik membajak sawah (Foto: SPEMMA)

KLIKMU.CO – Siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) melakukan kegiatan tengah semester yang cukup menarik di PPLH Seloliman, Trawas, Mojokerto, Selasa (19/2/2019).

Pada kegiatan tersebut, siswa mendapatkan beberapa materi, yaitu pencemaran lingkungan, bio indikator, sampah, suvenir, TTL, mami ekologis, dan pertanian organik. Ada yang menarik dari beberapa materi tersebut, salah satunya ialah pertanian organik. Pada materi pertanian organik, mereka diajak masuk ke sawah secara langsung. Mereka diajari cara bercocok tanam, mulai membajak dengan sapi sampai menanam padi.

Pitono, pemandu materi organik, mengatakan, anak-anak dikenalkan dengan pertanian organik supaya lebih mengetahui cara menanam padi dengan menggunakan alat yang masih sederhana.

“Alat yang digunakan untuk membajak sawah sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan sapi sebagai alat untuk membajak. Materi ini dikatakan sebagai materi pertanian organik sebab pupuk yang digunakan berasal dari setiap kotoran sapi yang keluar ke sawah pada saat membajak ini. Tidak menggunakan bahan kimia sama sekali,” ujarnya.

Mereka satu per satu mendapat giliran untuk menaiki bajak tradisional tersebut. Setiap kelompok diwajibkan bergantian untuk menaikinya. Di setiap kelompok ada sekitar 15 anak yang terdiri atas anak laki-laki dan perempuan.

Di samping dikenalkan cara bercocok tanam, para siswa Spemma ini juga diajari cara menjalin kerja sama saat menanam padi. Karena sawah yang luas, jika tidak dilakukan dengan cara kerja sama, pekerjaan tidak akan cepat selesainya.

Kesenangan terlihat di raut muka para siswa tersebut saat mengikuti pertanian organik. Senyum dicampur rasa takut juga tampak di wajah mereka.
Rasa senang ini diungkapkan salah satu siswa Spemma, Adhika. “Seru dan senang sekali bisa masuk ke sawah untuk mengetahui cara menanam padi dan membajak sawah. Apalagi tadi membajak sawahnya dengan sapi. Takut tadi kalau tiba-tiba sapinya lari,” katanya.

“Jadi, sekarang saya bisa mengetahui betapa susahnya jadi petani. Untuk mendapatkan hasil yang bisa dipanen, harus siap kena panas dan tiba-tiba ditendang sapi,” jelasnya.

Dalam materi pertanian organik ini, setiap siswa mendapatkan waktu sekitar 20 menit untuk masuk ke sawah secara bergantian. (Choir/San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here