Kepada Mendikbud, Muhammadiyah Minta Siapkan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035

0
1560
Mendikbu Nadiem Makarim (tiga dari kanan) silaturahim ke Muhammadiyah.

KLIKMU.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bersilaturahim ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Kamis (17/9) di Grha Suara Muhammadiyah.

Silaturahim kali ini tentu dalam rangka menyambung relasi antara Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang concern dalam dunia pendidikan jauh sebelum republik ini hadir dengan pemerintah yang diwakili oleh Mendikbud untuk meningkatkan kerja sama dan usaha kolektif bangsa bagi usaha-usaha mencerdaskan bangsa.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi mengatakan, ada banyak hal yang didiskusikan secara mencair, terutama dalam konteks mengembangkan pendidikan sebagai ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Muhammadiyah telah memberikan masukan-masukan bagaimana pendidikan nasional pada setiap periode makin lama makin membawa pada keunggulan, tetapi tetap berpijak pada prinsip-prinsip konstitusi dalam dunia pendidikan, yang bertumpu pada usaha mencerdaskan kehidupan bangsa yang juga dalam mengemban amanat konstitusi pasal 31 UUD 1945,” paparnya Kamis (17/9).

Menurut Haedar, pendidikan nasional harus merupakan satu sistem yang meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Haedar menambahkan, kebijakan pendidikan nasional harus tetap bertumpu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di situ dasar, tujuan, dan fungsi pendidikan sudah digariskan, satu di antaranya bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasar pada Pancasila dan UUD 45 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan bangsa, serta tanggap terhadap perkembangan zaman.

“Muhammadiyah berharap bahwa Mendikbud dengan seluruh jajarannya mengembangkan apa yang disebut dengan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035, juga tentang penyederhanaan kurikulum yang sesuai dan memiliki pijakan pada dasar-dasar konstitusi tersebut, termasuk di dalamnya mengandung pendidikan agama, pendidikan keimanan dan ketakwaan, serta akhlak mulia sebagai bagian dan substansi penting di dalam pendidikan nasional,” jelasnya.

Muhammadiyah bukan akan, tetapi telah bekerja menjadi organisasi penggerak dan gerakan pendidikan yang dalam perjalanannya sudah cukup panjang.

“Dan kita prinsipnya sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah bekerja sama dengan pemerintah maupun organisasi yang lain dengan prinsip untuk kemaslahatan dan kemajuan umat dan bangsa. Bersamaan dengan itu kita juga menyampaikan masukan-masukan dan kritik yang konstruktif sebagaimana menjadi bagian dari alam pikiran dan kepribadian Muhammadiyah,” tegasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here