Kepala Desa Rejosopinggir: Ada Calon-Calon Penghuni Surga di MI Muhammadiyah 10

0
210
Acara Khotmul Qur’an dan Uji Publik Tartil, Tahfidz Juz 30, dan Juz 1 angkatan ke-2 di Aula Balai Desa Rejosopinggir. (Zuly/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – “Dengan menghafal Al-Qur’an, prestasi anak-anak semakin meningkat. Semua itu dibuktikan dengan prestasi anak-anak MIMLoe di tahun 2019 yang berhasil meraih juara 1 lomba tahfidz juz 30, baik putra maupun putri, di tingkat akecamatan Tembelang.”

Hal itu disampaikan oleh Principal of MIMLoe Ustadz Annas Fauzi SPdI ketika sambutan dalam acara Khotmul Qur’an dan Uji Publik Tartil, Tahfidz Juz 30, dan Juz 1 angkatan ke-2 di Aula Balai Desa Rejosopinggir, Ahad (1/3/2020).

Anas menambahkan, peserta imtihan tahun ini naik 100 persen dari 17 menjadi 34. Ini semua tidak luput dari perjuangan ustadz-ustadzah MIMLoe yang luar biasa. “Harapan saya, tahun depan peserta meningkat lagi menjadi 50 dari kelas 1-6. Setiap kelas harus ada yang mewakili untuk imtihan,” tuturnya.

Dalam acara itu, turut hadir juga PPAI Tembelang Ustadzah Nuryati MPd, Kepala Desa Rejosopinggir Yoyok Supriyanto SH, Deni Separinggah SH yang juga alumnus MI Muhammadiyah 10, dan Majelis Dikdasmen Tembelang Ustadz Alfian Rohman Rosyid SH MPd.

Nuryati menyatakan, MI Muhammadiyah 10 adalah sekolah yang tidak hanya unggul di bidang tahfidhul Qur’an, melainkan juga unggul di bidang ekstrakurikulernya. “Seperti warcil (wartawan cilik) dan band musik yg sudah kita saksikan bersama tadi. Harapan saya buat MIMLoe, semoga tahun depan peserta imtihannya lebih banyak lagi dan menjadikan berkah buat kita semua,” katanya.

Sementara itu, Deni mengatakan, dirinya berterima kasih kepada sekolah karena sudah membuatnya menangis haru hari itu. “Saya juga bangga pernah menjadi alumni MIMloe,” ujar Deni.

Kepala Desa Rejosopinggir Yoyok mengatakan, MI Muhammadiyah 10 adalah sekolah yang menakjubkan. Terdapat calon-calon penghuni surga, anak-anak para penghafal Al-Qur’an yang akan memberikan sebuah mahkota kepada orang tuanya di hari akhirat kelak.

“Di sini saya sebagai kepala desa Rejosopinggir siap membantu MI Muhamamdiyah 10, baik berupa moril atau materil,” tuturnya.

“MI Muhammadiyah 10 adalah lembaga pendidikan yang mendidik peserta didiknya sesuai dengan hadist Rasulullah SAW, yakni ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamannu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian di ciptakan untuk zaman kalian. Artinya, ilmu itu dinamis dan tidak tetap. Keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa depan. Dari hadist tersebut sudah sangat jelas bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini serba berubah. Sesuatu yang hari ini istimewa, tapi pada 10 atau 20 tahun mendatang bisa jadi hanya hal-hal yang biasa saja. Sesuatu yang hari ini mustahil, bisa jadi pada 10 atau 20 tahun mendatang adalah hal yang sangat mudah sekali,” Ujar Alfian. (Zuly Ahsan/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here