Keren! Muhammadiyah dan NU Desa Ini sudah 40 Tahun Gelar Penyembelihan Hewan Qurban Bersama

0
4520
Foto suasana penyembelihan hewan qurban di desa Takerharjo Solokuro Lamongan diambil oleh den peyi

KLIKMU.CO- Idul Adha 1411 H / 2020 M, saat ini menjadi momen yang berbeda dan cerita tersendiri bagi setiap insan pribadi muslim hamper di seluruh dunia, termasuk di Indonesia . Namun  ada salah satu desa di Jawa Timur tepatnya di desa Takerharjo kecamatan Solokuro dimana sejak 1980 hingga sekarang di tengah wabah covid tetap menyelenggarakan  perayaan dan penyembelihan  hewan qurban secara bersama sama yang dilakukan oleh dua organisasi massa tertua di Republik ini yakni Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takerharjo dan Ranting Nadhlatul Ulama Takerharjo

Dari pantauan contributor KLIKMU.di balai desa takerharjo semua warga tumplek blek berbaur seperti menghadiri sebuah perayaan besar tanpa mengenal latarbelakang organisasi masyarakat masing masing

Bapak Abdullah ketua Panitia pelaksana hewan qurban gabungan ini menyampaikan

“Alhamdulillah saya sudah 19 tahun dipercaya menjadi ketua panitia bersama perayaan dan penyembelihan hewan qurban  desa takerharjo yang didalam ada 2 organisasi besar yakni Ranting NU  dan Muhammadiyah , untuk tahun meski dimasa masa seperti ini antusiasme  masyarakat  masih negitu tinggi  hewan qurban yang sudah kita sembelih 7 dan 125 kambing menjadi 1.315 bungkus ,  dengan rincian isinya 1,5  kg daging, balungan 0,5 kg, dan beberapa Jerohan. Alhamdulillah hewan qurban tahun ini sekalipun pada masa masa covid kita masih menyelenggarkan, semoga daging qurban ini bisa bermanfaat bagi warga desa baik dari Nahdlatul Ulama  dan Muhammadiyah untuk mengurangi beban dimasa sulit saat ini” ujarnya

Sementara itu Kyai Muhammad Said Hamid sesepuh Nahdaltul Ulama Takerharjo menuturkan  juga

“kegiatan bersama ini sudah berjalan sejak tahun 1980, kunci kebersamaan giat ini adalah selalu mengedepankan Musyawatah , komunikasi  dan koordinasi, umat ini perlu di arahkan dan di jaga untuk selalu rukun, salah satu adalah dengan acara acara seperti ini”,tuturnya

Kyai M. Tsabit Sesepuh Muhammadiyah Takerharjo juga menambakan

“ Tidak terasa 40 tahun kegiatan ini sudah berjalan, panitia selalu berupaya  menciptakan rasa  keadilan dalam pemerataan dan pembagian dagung qurban, dan moment ini juga untuk  menunjukkan  bahwa warga Muhammadiyah  dan Nahdlatul Ulama bisa guyup jadi satu meskipuni beda mazhab,  ini merupakan edukasi kepada masyarakat luas dan menjawab pertanyaan antara Muhammadiyah dan   Nahdlatul Ulama bias kok bersatu”, tukasnya sambil tertawa

Ketika ditanya mengenai  apakah ada dampak  terkait adanya covid dengan kegiatan ini beliau menyampaikan

“Terkait  adanya covid, Alhamdulilah tidak ada warga yang terkena covid  karena warga selalu mentaati protolol kesehatan, sehingga semua aktivitas berjalan normal seperti biasa,,bahkan dampak ekonomi pun tidak terlalu berpengaruh”, ujarnya

 

Foto Ulama dan Umara bersatu dari kiri pake peci Kyai Muh.Said Hamid ( sesepuh NU Takerharjo), Kyai M.Tsabit ( Sesepuh Muhammadiyah Takerharjo), Abdulllah ( Ketua panitia), M.Ikram ( kaos putih, perangkat desa takerharjo) diambil oleh Den Peyi

Sementara itu tokoh masyarakat sekaligus perangkat desa  bapak Moh Ikram juga menuturkan

“Masyarakat Muhammadiyah,  Nahdlatul Ulama  dan tokoh tokoh  di desa ini tidak saling mencari kelemahan namun saling melengkapi, jika ada hal yang perlu disikapi, maka kita bicarakan secara baik-baik dengan musyawarah,  contoh jika ada selisih pelaksanaan shalat  hari raya idul adha maka penyembelihan dan pembagian daging dilakukan pada hari ketiga, hal sama juga dilakukan ketika hari raya fitri, maka pembagian zakat fitrah di laksanakan 2 hari sebelum shalat tepat pada tanggal 28 Ramadhan, jadi semua bisa berjalan dengan kesadaran dan kebersamaan, saya juga berpesan kepada anak anak muda agar  lebih diperbaiki dan ditingkatkan lagi kedepannya acara acara seperinya ”,pungkasnya penuh harap. ( Den Peyi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here