Keteladanan Guru Tentukan Karakter Siswa

0
199
Membangun Karakter: Edy Susanto, M.Pd. Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (kelima dari kiri) berpose bersama guru magang dari SD Muhammadiyah Plus 1 dan 2 Kota Mojokerto. (Foto: Nuril)

KLIKMU.CO – Dalam dunia pendidikan, keteladan seorang guru di sekolah terhadap perkembangan karakter peserta didik memberikan dampak yang nyata terhadap kepribadian anak di masa yang akan datang. Pembangunan karakter merupakan komitmen kolektif masayarakat Indonesia menghadapi tuntunan global dewasa ini.

Demikian disampaikan Edy Susanto, M.Pd. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dalam Forum Sharing and Discussion bersama guru magang dari SD Muhammadiyah 1 dan 2 Kota Mojokerto di The Millenium Building (TMB) belum lama ini.

Edy menilai, bahwa peran guru sangat menentukan dalam membentuk karakter siswa. Pembiasaan baik yang dicontohkan oleh guru mampu menjadi teladan yang terukir dalam pikiran siswa tercermin dalam sikap dan perilakunya.

Menurut Edy, ada 5 karakter utama yang harus dibangun para pendidik. Pertama, Religius. Maksudnya adalah pembiasaan berperilaku islami harus tertanam mulai dari pribadi pendidik. Misalnya, kejujuran, tanggugjawab, toleransi, sopan santun, dan hal lain yang positif.

Yang kedua, kata Edy adalah Nasionalisme. Hendaknya guru terus menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia, terutama di kalangan peserta didik, menjaga kekompakan, dan tetap saling tolong menolong dalam hal kebaikan, sehingga seberat apa pun tantangannya bangsa ini dapat menghadapinya.

“Dengan sikap kebangsaan dan nasionalisme itu akan menghasilkan generasi negarawan yang cinta tanah air,” ungkapnya.

Tidak kalah penting sikap ketiga, tambah Kepala Sekolah Teladan Nasional tersebut adalah memiliki karakter Mandiri. Keempat, Gotong Royong, dan kelima, memiliki Integritas tinggi.

“Lima sikap pendidik inilah sebagai modal dalam mendukung terciptanya sekolah unggulan,” ungkapnya dengan menandaskan bahwa di balik guru hebat akan menghasilkan siswa yang hebat pula. Dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kemauan, kemampuan, konsisten, dan kesempatan. (Nuril/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here