Ketua Dikdasmen Apresiasi Perkembangan AUM di Ngrayun Timur Ponorogo

0
305
Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim Arbaiyah Yusuf (dua dari kiri) saat menyampaikan sambutan di PCM Ngrayun Timur Ponorogo. (ICL/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Kami mengucapkan sugeng rawuh (selamat datang, red.) kepada seluruh rombongan. Terima kasih atas kerawuhanipun Panjenengan (kedatangan Anda semua, red.) dalam situasi seperti ini,” ujar Sukarno, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngrayun Timur Ponorogo menyambut kedatangan Tim Muhibah Pendidikan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Rabu (16/2/2021).

Rombongan yang dipimpin Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim Arbaiyah Yusuf tersebut tiba di Kantor Dakwah PCM Ngrayun Timur Ponorogo sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, rombongan sempat mampir di Kantor Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo yang berlokasi di kawasan kota.

Perjalanan sejauh 25 km dari Ponorogo kota menuju lokasi ditempuh dengan waktu satu jam lebih dengan kondisi jalan perbukitan yang berkelok. Tampak bekas longsor kecil di beberapa ruas jalan. Bagi yang tidak terbiasa, mengendarai mobil dalam perjalanan ini merupakan tantangan tersendiri.

Turut serta dalam rombongan tersebut pengurus Majelis Dikdasmen PWM Jatim sekaligus Ketua Pokja PJJ Isna Fitria Agustina serta Ketua Majelis Dikdasmen PDM Ponorogo Hari Sumaryanto. Ada juga jajaran pengurus Forum Silaturrahim dan Komunikasi Kepala Sekolah-Madrasah Muhammadiyah (FOSKAM) Jatim sekaligus Tim Pokja PJJ Efektif Muhammadiyah. Di antaranya Astajab Ketua Pokja PJJ unsur Sekolah, Pahri, Wigatiningsih, Hari Widiyanto, Fony Libriastuti, dan Muhammad Syaikhul Islam.

Bertempat di aula kantor dakwah, diskusi pun berjalan hangat dan penuh semangat. Dalam sambutannya, Sukarno menjelaskan awal mula berdirinya PCM Ngrayun Timur.

“PCM ini adalah hasil pemekaran dari PCM Ngrayun. Sejak 2017 menjadi dua PCM, yakni PCM Ngrayun Barat dan PCM Ngrayun Timur. Pemekaran yang ada ditujukan untuk mengefektifkan dakwah di wilayah Kecamatan Ngrayun yang sangat luas,” urai alumnus Ponpes Modern Gontor tersebut.

Setelah terjadi pemekaran, lanjut Karno, panggilan akrabnya, pengurus PCM segera mendirikan beberapa AUM sebagai syiar dakwah Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, saat ini kami telah memiliki TokoMu sebagai pusat belanja kebutuhan pokok masyarakat yang dikelola oleh Lazismu. Juga Roudlotul Athfal (RA) Aisyiyah di Desa Sendang dan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di Desa Selur. Insya Allah kita juga sedang merencanakan pendirian pendidikan luar sekolah (PLS) berbasis pertanian. Mohon doa dan dukungannya,” tambahnya.

Rombongan dari Dikdasmen PWM Jatim berfoto bersama jajaran PCM Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngrayun Timur Ponorogo. (ICL/Klikmu.co)

Sementara itu, kantor dakwah yang dimiliki masih masuk tahap pembangunan dan baru terselesaikan lantai 1 sebagai ruang serbaguna.

“Atas izin Allah, kami nanti merencanakan tiga lantai. Dan tanah tempat berdirinya kantor ini merupakan wakaf dari Bapak Suwito, seorang pensiunan TNI yang juga aktivis Muhammadiyah,” papar pria berusia 40 tahun itu.

Sementara itu, Arbaiyah dalam sambutannya memberikan apresiasi atas semangat dan kinerja dakwah luar biasa yang telah dilakukan PCM Ngrayun Timur. Menurut dia, tantangan dakwah yang ada di kawasan ini tidak ringan dan mudah.

“Kehadiran saya di sini bersama Tim Muhibah bagian dari janji saya waktu itu kepada Pak Karno. Jika selesai disertasi, insya Allah saya akan silaturrahim ke Ngrayun,” ujar dosen UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut mengawali sambutan.

Menurut Arbaiyah, rencana pendirian pendidikan luar sekolah (PLS) di Ngrayun adalah ide yang bagus karena ini merupakan sektor bidang pendidikan yang sangat mungkin bisa dikembangkan.

“Saya berharap tim dari PCM Ngrayun Timur bisa mematangkan konsep pengembangan AUM-nya. Saya yakin banyak pihak yang turut mendukung seperti Lazismu Jatim serta sekolah-sekolah Muhammadiyah mapan di Jatim,” jelasnya.

Pada forum diskusi tersebut, Arbaiyah juga mengutip dan memesankan kembali konsepsi pendidikan holistik ala Kiai Ahmad Dahlan.

“Baik budi alim dalam agama, luas pandangan alim dalam ilmu-ilmu dunia, dan bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat. Semoga kita semua senantiasa bersemangat sebagaimana Kiai Dahlan memberikan teladan dakwah,” pungkasnya.

Di akhir acara, Sukarno menyampaikan proposal kerja sama pengembangan AUM kepada beberapa pimpinan sekolah yang hadir. Di antaranya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, dan kompleks pendidikan Muhammadiyah GKB Gresik.

“Insya Allah dengan senang hati kami siap bekerja sama dan bersinergi memajukan AUM yang ada di Ngrayun Timur, khususnya bidang pendidikan,” ucap Muhammad Syaikhul Islam, kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, merespons penyampaian proposal tersebut. (ICL/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here