Ketua Lembaga Dakwah Khusus Muhammadiyah: Hidup Itu Seperti Taat Berlalu Lintas, Simak Penjelasannya

0
383
Foto kegiatan diambil oleh habibie

KLIKMU.CO-Kita hidup dialam dunia, di dunia tidak akan hidup lama. kita menikmati karunia yang Allah berikan kepada kita, bagaimana kita bermain, bagaimana kita bersenda gurau, tetapi kita tetap fokus pada sebuah perjalanan hidup yang pendek, maka apakah kita hidup ini memilih surga atau neraka.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ustadz Muhammad Arifin, M.Ag dalam Ramadhan Berbagi Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) di Ruang Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl Wuni No 9 Surabaya, Kamis (30/5).

“Sesungguhnya manusia didalam rahim itu sudah berjanji kepada Allah bahwa akan mengabdi kepada Allah, sehingga ketika bayi itu lahir masih suci, dalam keadaan fitri,” paparnya.

“Semua kita ini mengalami proses kelahiran, kemudian setelah lahir ke dunia ini maka harus paham untuk apa kita diciptakan. Ketika masih kecil kita tidak tahu apa apa, maka Allah melengkapi panca indra. Mengunakan seluruh anggota tubuh untuk bersyukur kepada Allah. Kalau tidak bersyukur Allah akan memberi laknat, dan ditempatkan di neraka jahanam,” ujarnya.

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran Surabaya itu memberi contoh dengan memutar video.

“Coba perhatikan, Itik ini baris begitu rapi, dia dikomando oleh yang punya, hewan seperti ini saja mau berterima kasih kepada yang memberi makan, apalagi kita diciptakan sempurna maka kita harus bersyukur,” tegasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, supaya kita menjadi manusia sempurna maka kita harus mau terhadap kemauan Allah, seperti melaksanakan puasa ini. Apakah dengan berpuasa Allah akan menyiksa hambanya, tidak, justru dengan puasa itu kita akan sehat dan mengampuni dosa-dosa kita,” katanya.

Masih kata dia, setelah kita melaksanakan puasa Ramadhan maka Allah mensunnahkan untuk berpuasa 6 hari puasa di bulan syawal. Kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih, mari kita kerjakan dengan khusuk, yang bisa dinikmati, hati-hati mulai takbiratul ihram. Kita nikmati betul sehingga kita bisa merasakan kenikmatan didalam melaksanakan shalat,” ujarnya.

“Bulan Ramadhan juga bulan diturunkannya Al quran, Al quran sebagai petunjuk dan rambu-rambu bagi kehidupan manusia beriman, ibarat lampu merah wajib berhenti, lampu kuning siap-siap berangkat dan lampu hijau berangkat. Maka kalau rambu-rambu ini kita langgar maka kita akan celaka, maka jadikan Al quran sebagai pedoman hidup kita semua, seperti sebuah lalu lintas” pungkasnyanya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here