Ketua Muhammadiyah Jawa Timur Terkait Pemberlakuan PSBB: Warga Muhammadiyah Wajib Taat dan Jangan Ngeyel, Maksudnya?

0
1732
Foto diambil dari rapat via zoom oleh den peyi

KLIKMU.CO – Kota Surabaya per hari ini Selasa (28/4) telah memberlakukan Program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama Kabupaten Sidoarjo dan Gresik. Terkait dengan PSBB yang mulai diterapkan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur turut berkomentar ketika diundang dalam rapat koordinasi MCCC Surabaya kemarin malam (27/4) via zoom. Beliau menyatakan

“Dengan ini saya sampaikan bahwa Muhammadiyah Jawa Timur mendukung penuh langkah pemerintah Kota Surabaya, Kabutapen Sidoarjo, Gresik untuk melakukan penerapan PSBB ini, karena ini adalah ikhtiar untuk mengurangi  bahkan mungkin mudah-mudahan  juga bisa menghentikan sebaran covid 19 yang sedemikian cepatnya”, tuturnya

“Untuk itu, saya mengimbau kepada warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, khususnya warga Muhammadiyah harus taat kepada aturan yang berlaku. Saat ini aturan yang berlaku adalah aturan khusus karena situasi khusus. Mohon dipahami bersama, menghindarkan terjadinya bahaya itu lebih diutamakan dari membuat kemaslahatan. Nah, jika masih ada yang ngeyel tidak mau taat kepada organisasi, harus diingatkan dan diedukasi yang baik agar kembali ke ketaatan organisasi”, tukasnya.

Lebih lanjut beliau menambahkan

“Maklumat yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui proses panjang dan melelahkan melibatkan semua unsur profesional dan ulama yang ahli di bidangnya. Dan sekali lagi tolong kepada warga Muhammadiyah taati semua maklumat baik yang berada di zona merah maupun zona hijau. Taati maklumat dengan serius, karena kita tidak tahu apakah kita sudah menjadi pembawa virus atau tidak”, ujarnya tegas.

“Saya mengimbau kepada seluruh relawan dan aktivis Muhammadiyah, bantulah orang-orang yang sangat membutuhkan, saat ini konteks situasi sangat khusus. Mari kita jadikan tolong-menolong menjadi spirit setiap pejuang Muhammadiyah untuk berbagi dan peduli kepada sesama, serta kepada relawan tetap mengutamakan keselamatan diri. Gunakan selalu alat pelindung diri, pakai masker, sarung tangan, selalu cuci tangan, jaga jarak, dan sementara hindari jabat tangan” tandasnya.

Di sela-sela acara tersebut ada salah satu peserta yang bertanya kepada Kyai Saad Ibrahim, yakni Ali Fauzi, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran.

“Kyai Saad mohon izin bertanya, bagaimana jika tetap shalat 5 waktu dengan protokoler di thermo gun, pakai hand sanitizer dan shaf-nya diberi jarak? dijawab langsung Kyai Saad “Itu termasuk jamaah yang ngeyel dan tidak taat pada maklumat pimpinan pusat Muhammadiyah. Siapa yang bisa jamin meski shalat dgn protokoler seperti itu tidak ada penularan. Lha wong para dokter dan medis saja yang profesional saja terpapar, hingga positif dan ada yang meninggal dunia, ada yang jamin, orang itu termasuk orang yang tidak mengerti bahwa diriya tidak mengetahui, maka warga muhammadiyah harus cerdas dan jelas jangan abu-abu”, pungkasnya (Den Peyi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here