Ketua Muhammadiyah Surabaya Apresiasi Pilgub Jawa Timur

0
390
Foto Kyai Mahsusun Jayadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya diambil dari dokumen pribadi

KLIKMU.CO – Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubenur Jawa Timur (Jatim) 2018 usai digelar, Rabu (27/6). Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) versi berbagai lembaga survei mengunggulkan Khofifah Indarparawasa-Emil Dardak meraih 53,63 persen, sedangkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno meraih 46,37 persen.

Dr Mahsun Jayadi, M.Ag Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, mengapresiasi atas berjalannya pesta demokrasi di Jawa Timur yang berlangsung damai, sejuk dan lancar. Menurutnya, hal itu sudah menunjukkan kedewasaan sikap berpolitik masyarakat Jatim. Bahwa perbedaan sikap politik bukan pemicu perpecahan.

“Saya nilai masyarakat sudah semakin cerdas, dewasa dalam politik. Pilihan politik bukan lagi menjadi pemicu konflik dan perpecahan,” katanya dengan mengajak kepada semua masyarakat supaya kedepannya mengawal program-program yang dijanjikan semasa kampaye.

Mahsun mengingatkan, pasangan yang memenangkan kontestasi tersebut tidak jumawa atau mengejek pasangan yang kalah. Pun pasangan yang dinyatakan kalah (versi quick count) harus menerima dengan lapang dada.

Menurutnya dalam demokrasi merupakan proses untuk medapatkan pemimpin membangun pemerintah yang goodgoverment. Karena itu, jabatan yang dimandatkan rakyat kepadanya merupakan tanggungjawab dan amanah yang harus dilaksanakan dengan baik.

Dia juga mengapresiasi kepada penyelengga pemilu, KPU, Bawaslu Jawa Timur juga TNI/POLRI yang telah mengawal proses itu sehingga berjalan kondusif.

Kyai Mahsun begitu panggilan akrabnya menambahkan, bahwa Muhammadiyah menginginkan pemimpin Jawa Timur yang visioner, sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang berkemajuan, berkemakmuran , dan berkeadilan.

“Sembari menunggu keputusan resmi dari KPU, saya meminta, bahwa kemenangan Bu Khofifah versi hitungan cepat ini nantinya menjadi Gubenur semua masyarakat Jawa Timur,” tandas Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini seraya menandaskan persyarikatan bukan berfikir Jatim satu atau dua tahun, tetapi Jawa Timur sepuluh-dua puluh tahun ke depan menjadi provinsi yang maju dan bermartabat.

Sementara itu menurut H.Arif An, SH Sekretaris PDM Kota Surabaya mengatakan, meski Muhammadiyah tidak riak-riak ‘deklarasi’ terbuka menyatakan dukungan ke calon gubenur, namun warga Muhammadiyah tidak melewatkan begitu momentum bersejarah itu.

“Saya fikir semua masyarakat Jawa Timur memiliki satu cita-cita sama, yakni menjadikan propinsi yang berkeunggulan dan berkemajuan,” kata Arif An yang selalu mengigatkan warganya untuk berpartisipasi dalam pilgub ini. Dengan begitu keterlibatan Muhammadiyah jelas

Yang jelas, kata Pak Sekjen begitu sapaannya, bahwa proses tersebut menjadi langkah awal untuk membangun jatim yang lebih baik. Bukan akhir dari segalanya. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here