Ketua Muhammadiyah Surabaya Dukung Program Walikota

0
211
Ketua PDM Kota Surabaya Dr H Mahsun Jayadi MAg saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pelatihan Servis AC. (Khoirun Nash/Klikmu.co)

KLIKMU.CO- Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya. Melihat
gebrakan yang dilakukan oleh walikota Surabaya terkait diperbolehkannya semua warga Surabaya yang memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan sosial ( BPJS) Kesehatan bisa berobat di Puskesmas mana pun di kota Pahlawan, membuat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Kyai Mahsun Djayadi angkat bicara

Kepada kontributor KLIKMU.CO (19/3) beliau menuturkan

“Ini gebrakan yang luar biasa, keberpihakan kepada wong cilik benar benar dibuktikan, ini bukti walikota Surabaya sangat peduli terhadap kesehatan dari masyarakat Surabaya”, tukasnya

Lebih lanjut pria yang juga Pembantu Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya menambahkan

“Dan kalau bisa tidak hanya bagi warga Surabaya yang memiliki BPJS saja, selama terdata sebagai warga Surabaya bisa berobat secara gratis di Puskesmas saja namun juga ke rumah sakit milik pemerintah tanpa diribetkan dengan syarat dan ketentuan ketentuan tertentu”pungkasnya penuh harap

 

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan warga Surabaya pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan bisa berobat di puskesmas mana pun di Kota Pahlawan.

“Jadi, semua akses di puskesmas mana pun bisa. Lalu nanti juga ada aplikasi untuk masyarakat jadi disiapkan bagi pasien yang gejala ringan. Sehingga dibisa menghubungi dokter untuk minta rekomendasi obat apa saja yang harus dikonsumsi supaya tidak salah obat,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (4/3/2021).

 

Menurut Eri Cahyadi, pihaknya telah rapat koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surabaya beberapa hari lalu mengenai optimalisasi pelayanan kesehatan bagi warga Kota Pahlawan.

Ia mengatakan Pemkot Surabaya siap menanggung pembayaran BPJS Kesehatan warga Surabaya apabila sudah non-aktif ketika warga itu resign atau tidak lagi bekerja di perusahaan yang menanggung biaya BPJS.

“Saya minta untuk secara otomatis pembayarannya dialihkan atau dibebankan di pemkot tanpa ada jeda. Oleh sebab itu, dibutuhkan sinkronisasi data,” kata Eri Cahyadi.(Den Peyi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here