Ketua Muhammadiyah Surabaya: Saatnya Kader Muhammadiyah Jadi Pemain Bukan Penonton di Dunia Politik

0
4010
Panglima Pemenangan: H.M.Arif an (berdiri) bersama Kyai Mahsun Jayadi Ketua PDM Surabaya dan Nadjb Hamid saat kegiatan konsolidasi organisasi di pusdam kemarin malam.(Foto: Ferry)

KLIKMU.CO – Guna memproyeksikan kader terbaik Persyarikatan untuk mewakili di kontestasi politik. Muhammadiyah Surabaya melakukan konsolidasi organisasi.

Bertajuk ‘Konsolidasi Muhammadiyah Kota Surabaya di Tahun Politik’ bersama Nadjib Hamid, M.Si Wakil Ketua PWM Jawa Timur dan H. M. Arif An, SH Sekretaris PDM Kota Surabaya berlangsung di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah Surabaya, Senin (7/5) pukul 19.30 WIB.
Hadir dalam acara tersebut, seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya. Ketua dan Anggota pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya. Ketua dan Anggota Pimpinan Ortom Tingkat Daerah Kota Surabaya. Ketua dan Anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah serta Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se Kota Surabaya.

K.H. Dr. Mahsun Jayadi Ketua PDM Kota Surabaya, menuturkan terkait soal pertanyaan. Sejak kapan Muhammadiyah jadi politik? Terkait hal itu, kata Kyai Mahsun menjelaskan, Muhammadiyah tetap pada orbitnya.

Meski demikian, lanjut Kyai Mahsun tetapi Muhammadiyah wajib berkontribusi politik di Indonesia. Lebih dari itu, lanjut Mahsun Muhammadiyah itu pengendali dan sebagai pemain, bukan sebagai penonton.

Sementara itu, Arif An mengatakan, sudah saatnya Muhammadiyah by data. Dengan demikian bisa diketahui secara jelas.

“Jadi data Insyaallah sudah kami kumpulkan dan kami pegang, sehingga bisa diketahui real jumlahnya,” katanya.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini konteks ikhlas tidak kemudian disiarkan. Penting disiarkan, karena lainnya, menggunakan seperti itu. Tentu, tegas Arif An, tanpa mengurangi rasa keikhlasan tersebut. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here