Ketua PWPM Jatim: Konsistensi dan Kontribusi pada Masyarakat Jadi Tantangan IMM ke Depan

0
679
Ketua PWPM Jatim Dikky Syadqomullah (tengah) mengisi acara Temu Pegiat Pemberdayaan Sosial dan Field Study. (Khoirun Nash/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Bertempat di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang diwakili bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat mengadakan Temu Pegiat Pemberdayaan Sosial dan Field Study selama 6 hari, 20-25 Desember 2019.

Kegiatan itu terselenggara atas kerja sama DPP IMM, alumni Loknas SPM Regional Jatim, dan PC IMM Kota Surabaya. Acara tersebut diikuti oleh kader-kader IMM dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo menyampaikan bahwa sebagai kaum intelektual profetik, IMM juga berbicara tentang aspek pemberdayaan. “Pemberdayaan yang sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu menjadi problem solver paling tidak di lingkungan terdekat kita. Baik berhubungan dengan alam maupun dengan kehidupan sosial dan IMM harus mampu hadir di situ,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang SPM DPP IMM Muhammad Sahrul mengatakan, isu pengembangan gerakan pemberdayaan sosial harus menjadi sebuah gerakan yang terus-menerus dilakukan. Mengingat masalah sosial yang ada di masyarakat semakin kompleks, baik pada skala desa maupun perkotaan.

“Mengentaskannya tidak cukup hanya mengandalkan peran aktif pemerintah, melainkan dalam hal ini IMM sudah saatnya bisa ikut serta memberikan solusi-solusi dengan gerakan yang nyata sebagai bagian implementasi dari Tri Kompetensi Dasar IMM, yaitu humanitas,” jelasnya.

Gerakan pemberdayaan sosial itu, kata dia, diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kader dituntut memiliki kapabilitas dan kemampuan yang diakui untuk melakukan pendampingan sebagai bagian keikutsertaannya dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

Temu Pegiat Pemberdayaan Sosial dan Field Study kali ini mengangkat tema manifestasi gerakan humanitas. Harapannya, terwujud aksi nyata dari sesuatu yang berangkat dari ide, konsep, pemikiran, dan cita-cita.

Sementara itu, studium general disampaikan oleh Ketua PWPM Jatim Dikky Syadqomullah. Dikky mengatakan ada beberapa hal yang harus disiapkan dalam memanifestasikan gerakan humanitas. “Yaitu menyiapkan langkah-langkah yang jelas. Dalam langkah-langkah ini harus diperhatikan tiga aspek: kajian-kajian, perencanaan, dan aksi,” ujarnya.

Selain langkah-langkah, kata dia, yang perlu diperhatikan juga adalah tantangan-tantangan. Tantangan-tantangan ini juga penting untuk diperhatikan dalam memberdayakan masyarakat. Banyak sekali tantangan yang akan dihadapi, di antaranya adalah konsistensi dan kontribusi. (Khoirun Nash/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here