Ketua Umum IMM: Jangan Beri Ampun Caleg Eks Napi Korupsi

0
1180
Tegas: Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nadjih Prasetyo menolak calon legislatif yang tersandung korupsi. (Foto: Dul)

KLIKMU.CO – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mendesak kepada petinggi partai politik supaya menarik dan memberi pelajaran kepada para calon Anggota Legislatif (Caleg) yang pernah tersandung masalah korupsi.

“Jika ingin partai politik menjadi pilihan dan mendapat tempat dihati rakyat, maka diskursus soal caleg yang pernah dipidana kasus korupsi sebaiknya dicabut dari pencalonannya,” kata Nadjih Prasetya, S.HI Ketua Umum DPP IMM.

Menurutnya, korupsi masih menjadi momok dan merupakan persoalan utama bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, salah satu cara menekan para pelaku tindak rasuah ialah tidak memberi ruang dan ampun didunia perpolitikan. Apalagi parpol mengakomodir eks narapidana korupsi dalam kontestasi politik.

“Kami mempertanyakan integritas partai politik yang mengakomodir para pelaku korupsi tersebut,” kata mantan Ketua DPD IMM Jawa Timur tersebut.

Lebih lanjut, Dia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memilih partai yang tetap memberikan rekomendasi caleg yang tersandung kasus korupsi.

Nadjih menilai, Parpol berfungsi memberikan pendidikan politik secara etis kepada masyarakat. Jadi, ketika mengakomodir koruptor merupakan tindakan tidak etis oleh parpol dan tidak layak bagi parpol tersebut untuk dipilih sebagai representasi demokrasi rakyat.

“Kami khawatir jika ini dibiarkan bakal menjadi edukasi yang tidak baik bagi masyarakat dengan menganggap lumrah tindak korupsi,” tuturnya. Dia juga mencontohkan, berkaca dari kasus korupsi berjamaah oleh DPRD Kota Malang, maka sudah seharusnya partai politik tegas mematuhi pakta integritas. Karena, pakta integritas menunjukkan sejauh mana ketegasan partai kepada pemberantasan korupsi.

“Jika Parpol bersikukuh masih ingin mencalonkan caleg mantan narapidana korupsi, maka hal itu menjadi preseden buruk yang mencederai spirit pemberantasan korupsi di Indonesia,” pungkasnya. (Dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here