Ketukan Palu Artidjo yang Menghantui Para Koruptor

0
267
Artidjo Alkostar semasa (Riaunews)

KLIKMU.CO – Berpulangnya hakim senior Artidjo Alkostar menjadi kehilangan besar bagi kita. Tokoh asal Situbondo itu mengembuskan napas terakhir Ahad sore.

Di mata Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Artijdo adalah tokoh yang berintegritas.

“Kematian Pak Artidjo adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Pak Artidjo adalah salah satu dari tidak banyak hakim di tanah air yang teguh, tegas, lurus, dan tulus,” tegas Mu’ti di laman Facebook-nya.

Publik mengenal betul bagaimana Artidjo Alkostar memutus perkara tanpa pandang bulu. Koruptor kelas kakap pun tak berkutik atas ketukan palu Artijdo. Sebut saja Djoko S. Tjandra, mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Abdullah Puteh, mantan Ketua KPK Antasari Azhar, hingga terdakwa penyuapan anggota KPK Anggodo Widjojo.

Ada pula terdakwa Angelina Sondakh dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet, suap kuota impor daging sapi dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq, hingga Anas Urbaningrum.

“Baginya kebenaran dan keadilan harus ditegakkan. Dalam diri Pak Artidjo tidak ada ketakutan, kecuali kepada Allah. Dan, karena itu pula, Pak Artidjo adalah seorang hakim yang paling ditakuti para koruptor,” terang tokoh asal Kudus tersebut.

Abdul Mu’ti, dan mungkin juga banyak umat manusia lainnya, merasa amat kehilangan. “Kini Artidjo telah pergi dari dunia fana, kembali keharibaan Allah Azza wa Jalla, Tuhan yang sangat dicintainya. Masyarakat mengenal, mengenang, dan menjadi bahwa Pak Artidjo adalah seorang yang sangat baik dan senantiasa berpihak kepada kebaikan. Semua kebaikan itulah yang mengantarkannya di sorga Al-Kautsar,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menyatakan bahwa Artidjo Alkostar  memang tidak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan backup politik.

Menurut Mahfud, Artidjo menjadi dosennya pada 1978 di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Di samping dosen,Artidjo juga merupakan seorang pengacara.

“Selama jadi pengacara dikenal lurus,” katanya di Instagram. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here