Ketum Pemuda Muhammadiyah: Politisi Mendadak Religius, Agama Sebatas Alat Meraih Syahwat Politik

0
2289
Politisasi Simbol: Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. (Foto: Andik)

KLIKMU.CO – Kontestasi Politik seringkali destruktif terhadap kehidupan Sosial masyarakat, khususnya kerukunan umat beragama.Perilaku memperalat agama untuk kepentingan meraih kekuasaan menjadi prilaku Jamak yang ditunjukkan oleh Politisi Indonesia.

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bahwa,kemunafikan dan kepura-puraan seakan lazim dipertontonkan untuk memperoleh simpati dari pemilih umat beragama.

Dahnil menilai, jelang pemilu simbol-simbol Agama dikenakan, dan dipertontonkan jelang pemilu seolah menunjukkan kesalehannya.

Misalnya, lanjut Dahnil ‘mendadak pakai Jilbab’, padahal dalam kesehariannya tidak begitu. Juga mendadak rajin ke Masjid, ke Gereja, ke Pesantren dan simbol-simbol religius lainnya.

“Yang lucu, memaksakan diri menjadi imam Shalat padahal tidak pantas dan tidak bisa,” sindir Penulis Buku Politik Rente ini kepada KLIKMU.CO Ahad, (29/4).

Menurutnya, perilaku mendadak religius tersebut menjadikan agama berada pada ruang pertarungan politik. Dalam artian politisasi agama.

Tidak kalah tragis, menurut Dahnil, rumah Ibadah menjadi battle ground pemilu, dan merusak kerukunan umat beragama di Indonesia. Karena para politisi tersebut tidak menjadikan agama sebagai Akhlak atau standar moral berpolitik namun memamfaatkan agama untuk menarik simpati demi kekuasaan.

“Karena itu, saya minta elit-elit politik menampilkan cara politik dengan Otentik, tidak dipenuhi dengan laku-laku kebohongan atau “mendadak religius” yang cenderung menipu sehingga Rumah Ibadah dan Agama tidak menjadi battle ground pertarungan syahwat kekuasaan para Politisi,” tukas Panglima Besar Kokam itu.

Dia menyeruhkan agar menghadirkan nilai-nilai akhlak dalam agama menjadi standar moral bagi praktik Politik. Bukan, memperalat agama sekedar untuk kekuasaan jangka pendek.

“Nah, dengan fenomena mendadak religius yang ditunjukkan para Politisi kita tersebut, agaknya penting masyarakat untuk terus merawat akal sehatnya untuk menilai Politisi,” katanya dengan meminta tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

Dahnil menambahkan, jangan sampai upaya adu domba demi syahwat kekuasaan, merusak keberagaman Indonesia.

Bagi Dahnil, ketika Politik memecah belah, maka agama harus mempersatukan. Semoga Tahun Politik 2018 dan 2019 ini bisa kita lewati dengan penuh kebaikan,” pungkas Dahnil. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here