Khotbah Idul Fitri: Manusia Berjalan dari Takbir ke Tasyakur

0
169
M.Nurul Humaidi,M.Ag, Khotib Shalat Iedul Fitri 1440 H ( Hanafi /KLIKMU.CO )

KLIKMU.CO – Dalam salat Id PCM Mayangan, hadir Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur M. Nurul Humaidi MAg
sebagai khatib. Humaidi membacakan QS Al-Baqarah ayat 185 yang artinya: “Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangan (puasamu) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur,” terangnya di hadapan jamaah salat Id di Stadion Banyuangga, Kota Probolinggo, Rabu (5/6).

Dengan ayat ini, katanya, Allah mengajari kepada kita bahwa setelah menjalankan ibadah puasa,kita harus membesarkan Allah dan bersyukur kepada-Nya. Ayat ini juga menegaskan bahwa dalam kehidupan muslim, kita berjalan dari takbir ke tasyakur.

“Kita wajib bersyukur karena Allah telah menganugerahkan nikmat-nikmat yang banyak kepada kita,” paparnya dalam khotbah.

Humaidi lantas mengutip Al-Ghazali, syukur yang paling utama adalah syukur amal, yaitu bersyukur dalam perbuatan. Lantas, ria membacakan sebuah hadits yang artinya: “Manusia yang paling dicintai Allah ialah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain. Amal yang paling utama adalah memasukkan rasa bahagia ke hati orang yang beriman,mengenyangkan yang lapar,melepaskan kesulitan orang lain, dan membayarkan utang.”

Alquran dimulai dengan asma Allah,”bismillah” dan diakhiri dengan nama manusia, “An-Nas”.
Shalat dimulai dengan takbiratul ihram” (penghormatan kepada Allah) dan diakhiri dengan ”assalamualaikum” (penghormatan kepada manusia).

“Puasa dimulai dengan menahan makan dan diakhiri dengan memberikan makan kepada orang lain. Bukankah semua itu menunjukkan bahwa amal seorang muslim selalu dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan tasyakkur, dimulai dengan membesarkan Allah dan diakhiri dengan mendatangkan manfaat kepada sesama manusia,” ujar Humaidi. (Hanafi/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here