Khutbah Idul Fitri 1441 H di Rumahaja #4: Menggapai Derajat Insan Kamil di Tengah Covid-19

0
469
Foto diambil dari Insan kamil mukamil

KLIKMU.CO 

Oleh: Dr. Imam Syaukani, MA*

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ,أَمَّابَعْدُ؛ فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ وَ اللَّهِ الْحَمْدُ.

Baru saja kita menyelesaikan satu ujian berat, yaitu menjalani ibadah sebulan penuh di bulan suci Ramadlan. Kita berpuasa sebulan penuh, menahan diri untuk tidak makan, tidak minum, dan tidak berhubungan seks, meskipun itu semua sepenuhnya berada di bawah kewenangan kita. Juga ketika puasa Ramadhan tahun ini, kita dihadapkan pada mushibah kemanusiaan dengan merebaknya Covid 19. Semoga predikat muttaqin yang dijanjikan Allah Swt, berhasil kita raih. Amat berbahagialah seorang muttaqin, selain menjadi kekasih termulia Allah Swt, ia juga dijanjikan kemenangan bagi segenap urusannya, serta mendapat jaminan syurga yang penuh kenikmatan. siapa dan bagaimana kriteria golongan muttaqin, berikut ulasannya

Pertama. Keutamaan Orang yang Bertaqwa

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu (Al-Hujurat: 13).

 

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (An-Naba’:31)

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam syurga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir) (Al-Hijr: 45).

 

لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ

Untuk orang yang bertakwa kepada Allah, pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan mereka dikaruniai isteri-isteri yang suci serta keridhaan Allah (Ali Imran:15).

 اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ وَ اللَّهِ الْحَمْدُ

Kedua. Sifat Orang  yang Bertaqwa

Hasan al-Bashri, menggambarkan orang-orang yang meneladani Tuhan sehingga mencapai derajat muttaqin yaitu:

  • Muttaqin yaitu: Orang itu tangguh dalam keyakinan, teguh tapi bijaksana
  • Muttaqin yaitu:Tekun menuntut ilmu, semakin berilmu semakin merendah
  • Muttaqin yaitu: Semakin berkuasa semakin bijaksana. Wibawanya tampak di muka umum
  • Muttaqin yaitu: Ekspressi syukurnya nampak dikala mendapatkan keberuntungan
  • Muttaqin yaitu: Qana’ah-nya lebih menonjol
  • Muttaqin yaitu: Tidak konsumtif sekalipun kaya
  • Muttaqin yaitu: Kalau ditegur karena kesalahannya, ia menyesal dan berterima kasih.
  • Muttaqin yaitu: Kalau bersalah ia segera istigfar.
  • Muttaqin yaitu: Seorang yang sabar ketika musibah menimpanya.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ وَ اللَّهِ الْحَمْدُ

Ketiga.  Keharusan Meneladani Sifat Allah swt

Puasa Ramadlan yang baru saja kita laksanakan sebulan penuh, tentu bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan hubungan seks, tetapi lebih jauh dari itu, puasa sebagai latihan spiritual untuk mencontoh sifat-sifat Tuhan, sebagaimana dalam hadis “takhallaqu bi akhlaqillah” (berakhlaklah sebagaimana akhlak Allah Swt). Al-Qur’an menyebutkan:

وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ

(Allah Swt memberi makan dan tidak diberi makan/Q.S.6:14) dan

وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ

(Tuhan tidak memiliki pasangan/Q.S.6:101).

Diharapkan pada diri yang berpuasa senantiasa mengendalikan diri dari sifat-sifat tercela. Sebaliknya mereka dianjurkan untuk mengembangkan sifat-sifat utama, seperti meneladani Tuhan dalam sifat-sifat al-husna-Nya, misalnya:

  • Tuhan Maha Pengasih (al-Rahman)
  • Maha Penyayang (al-Rahim)
  • Maha Pemaaf (al-‘afwu)
  • Maha Bijaksana (al-Hakim)
  • Maha Adil (al-‘Adl)
  • Maha Sopan santun (al-Lathif)

Orang-orang yang berpuasa tetapi tidak menampakkan bekas sebagaimana sifat-sifat Tuhan tadi, maka dikhawatirkan mereka itulah yang tidak memperoleh sesuatu  kecuali lapar dan dahaga. Abu Hurairah berkata;

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

Musnad Ahmad 8501: Dari Rasulullah saw bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya melainkan lapar dan dahaga “

 

Orang yang dapat meneladani sifat-sifat Tuhan itulah yang sesungguhnya disebut orang bertakwa (muttaqin), sebagaimana dijanjikan bagi orang-orang yang berpuasa. Puasa ibarat jalan tol (shirathal mustaqim) seorang hamba menuju Tuhannya. Diharapkan dengan kelurusan dan keluasan jalan itu dapat juga menampung banyak jalan yang berbeda-beda, selama jalan itu penuh kedamaian dan bermuara ke satu titik: Allahu Ahad (Allah Yang Maha Esa).

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ وَ اللَّهِ الْحَمْدُ

Keempat. Menjaga Amalan Setelah Ramadhan

Adanya wabah Corona covid 19, menyadarkan kita betapa lemah dan rapuhnya manusia tanpa pertolongan Allah swt. PP Muhammadiyah, bahu membahu dengan ormas lain serta bersama Pemerintah, menginstruksikan pada masyarakat agar tetap aktif ibadah walaupun harus di laksanakan di dalam rumah.

Adapun intruksi Rasulallah saw tentang keutamaan keutamaan ibadah di dalam rumah yang sudah banyak dilupakan orang adalah:

  1. jangan jadikan rumah seperti kuburan

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Sunan Abu Daud 879: “Jadikanlah rumah-rumah kalian sebagai tempat mengerjakan shalat (sunnah), dan janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan.”

 

Olehkarena itu biasakan shalat Witir setelah shalat Isya’sebagaimana wasiat rasul saw kepada Abu Hurairah :

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ الْوِتْرِ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ وَصَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَمِنْ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ

Sunan Darimi 1418: “Kekasihku berwasiat kepadaku dengan tiga perkara agar tidak aku tinggalkan hingga aku meninggal; witir sebelum tidur, berpuasa tiga hari setiap bulan, dan melakukan shalat dluha dua rakaat.”

 

  1. Infak / shadaqah

Jadikan rumah kalian sebagai pusat pelaksanaan infaq dan shadaqah

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ

Shahih Muslim 4758: Dari Abu Dzar dia berkata; Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Dzar, Apabila kamu memasak kuah sayur, maka perbanyaklah airnya, dan berikanlah sebagiannya kepada tetanggamu.”

 

خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ

Abu Daud 1447: Rasulullah saw berkhutbah, beliau bersabda: “Jauhilah sifat pelit, karena sesungguhnya yang membinasakan orang sebelum kalian adalah sifat pelit. ”

 

  1. sebutlah nama allah jika masuk rumah dan makan di dalamnya

Dari Jabir bin ‘Abdullah; Sesungguhnya dia mendengar Rasulullah saw bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Shahih Muslim 3762: “Jika seseorang menyebut nama Allah ketika hendak masuk rumahnya dan ketika hendak makan, maka setan berkata; ‘Kalian (bangsa setan) tidak bisa menginap dan tidak bisa makan! ‘ Jika seseorang tidak menyebut nama Allah ketika hendak masuk rumahnya, maka setan berkata; ‘Kalian bisa masuk dan bisa menginap.’ Jika seseorang tidak menyebut nama Allah sewaktu hendak makan, maka setan berkata; ‘Kalian bisa menginap dan makan malam.’

 

  1. Doa dan Dzikir
  • Fathimah, pernah menghadap ayahandanya untuk meminta seorang hamba sahaya yang bisa membantu meringankan pekerjaannya. dan beliau pun memberikan nasihat hendaknya sebelum tidur membaca: bacalah takbir (Allahu Akbar) tiga puluh empat kali, hamdalah (alhamdulillah) tiga puluh tiga kali dan tasbih (subhaanallah) tiga puluh tiga kali, akan meringankan beban pekerjaan rumah (Baca Shahih Bukhari 2881, Musnad Ahmad 1085).

 

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ  لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ وَ اللَّهِ الْحَمْدُ

DO’A

Ya Allah ya Tuhan kami. Kami telah berpuasa sebulan penuh, kami juga telah menjalankan sejumlah ibadah lain di dalamnya, kami telah berupaya melaksanakan semua itu sebatas kemampuan kami, tetapi hasilnya kami serahkan sepenuhnya kepada-Mu ya Allah. Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah semua ibadah kami  dengan segala kekurangan. Kami juga telah banyak berdoa di malam-malam Ramadlan, kabulkanlah seluruh permohonan kami itu.

Wahai bulan Ramadlan, sebentar lagi engkau akan meninggalkan kami, selanjutnya akan melaporkan amaliah ramadlan kami. Laporkanlah kebaikan-kebaikan kami dan tutupilah kelemahan-kelemahan kami.

Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah umur panjang sehingga kami dapat melakukan amaliah di bulan-bulan ramadlan mendatang yang lebih baik lagi. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa ibu-bapak kami, serta dosa-dosa seluruh keluarga kami. Ya Allah berikanlah jalan keluar yang terbaik dari seluruh problem bangsa kami, jadikanlah bangsa dan negara ini sebagai tempat yang ideal untuk menjalankan fungsi kekahalifahan yang engkau amanahkan kepada kami.

Ya Allah ya Tuhan kami, berikan petunjuk-Mu agar kami mampu membedakan yang haq dan yang bathil. Berikan ketegaran untuk memilih jalan-Mu yang benar. Dan berikan pula kemampuan untuk menghindari jalan-jalan yang bathil. Ya Allah ya Tuhan kami, hidup dan kehidupan kami sekeluarga, kuserahkan kepada-Mu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here