Khutbah Idul Fitri di Rumahaja #5: Idul Fitri Sesuai Tuntunan Nabi

0
297
Foto diamvbil dari bersamadakwah.net

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

 السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

اللهاكبر   ، اللهاكبر، اللهاكبر  اللهاكبر  اللهاكبر اللهاكبر  اللهاكبر  اللهاكبر  اللهاكبر   ان  الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ با لله من سرور انفسنا وسيات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له اشهد ان لااله الا الله و اشهد ان محمدا عبده ورسوله  الللهم صل عَلَىٰ   محمد و عَلَىٰ  اله محمد وسلم تسليما كثيرا امابعد

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

وقال ايضا  وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Hadirin jamaah salat idul fitri rahimakumullah.

Syukur alhamdulillah pada hari ini Ahad Kliwon tanggal 24 Mei 2020 M bertepatan dengan 1 Syawal 1441 H kita bisa membesarkan nama Allah, menyelenggarakan salat dan khotbah idul fitri. Dalam keadaan bersih, rapi dan wangi serta semangat.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut :

Setiap muslim dalam kondisi apapun disunahkan untuk menghidupkan idul fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah. Mulai dari tenggelamnya matahari di akhir Ramadan hingga jelang dilaksanakannya salat idul fitri. Baik di rumah, masjid, pasar, kendaraan, jalan, rumah sakit, kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan. Bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).

Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksanakan oleh petugas atau jamaah secara terbatas. Juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya. Sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah.

Hadirin jamaah salat idul fitri rahimakumullah.

Sementara salat idul fitri hukumnya sunah muakadah yang menjadi salah satu syiar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam). Bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak. Baik sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir). Secara berjamaah atau sendiri.

Sebenarnya salat Idul Fitri sangat disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, dan tempat lainnya. Tapi dalam kondisi darurat, boleh dilaksanakan di rumah. Syaratnya harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

Kaifiat salat Idul Fitri secara berjamaah dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah. Lalu niat dan membaca takbiratul ihram. Ditambah membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali dan di antara tiap takbir itu d ianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Selepas itu baca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca seperti rakaat pertama.

Lantas membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran. Rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Hadirin jamaah salat idul fitri rahimakumullah.

Adapun Khotbah Id hukumnya sunah yang merupakan kesempuranaan salat idul fitri. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, salat idul fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khotbah.

Pada hari idul fitri pun disunahkan beberapa amaliah. Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang. Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain dengan mengucapkan تقبل الله   منا ومنكم

Hikmahnya adalah kita bisa memberikan salam, senyum, sapa dan santun. Terhadap sahabat, tetangga, buruh, lawan, orang yang bersalah, binatang, benda mati, dan makhluk gaib.

Sesampai di rumah, mendoakan keluarga yang telah meninggal. Sesudah itu bersimpuh di kaki orangtua. Nenek, kakek, ibu, paman, bibi dan kakak.

Berikutnya bersiaplah menghormati tamu. Dengan wajah ceria dan ucapan yang baik. Hidangkan jamuan dan akomodasi sebaik kemampuan. Sabda Rasulullah, “Hak tamu secara moral sehari semalam, maksimal selama tiga malam, selebihnya adalah sedekah.” Selain itu tamu yang datang membawa rezeki. Bila keluar ia membawa dosa tuan rumah melalui pengampunan Allah.

Itulah kebahagiaan di hari raya idul fitri suai tuntunan Nabi. Semoga mampu mengganti kebiasaan jahiliyah yang kian membudaya. Yakni bermain dan bersenang-senang sepuasnya. Hingga pada tingkatan tindak kekejian, berlebihan, gaduh, asusila dan melalaikan kewajiban.

اللهاكبر  الله اكبر  اللهاكبر  اللهاكبر  اللهاكبر  اللهاكبر  اللهاكبر

ان الله وملايكته يصلون على النبي ياايهاالذين امنواصلوا عليه وسلموا تسليما

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِی مُقِیمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّیَّتِیۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَاۤء (رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِی وَلِوَ ٰ⁠لِدَیَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِینَ یَوۡمَ یَقُومُ ٱلۡحِسَابُ)

َ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰ⁠جِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا) رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَ ٰ⁠نِنَا ٱلَّذِینَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِیمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِی قُلُوبِنَا غِلࣰّا لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَاۤ إِنَّكَ رَءُوفࣱ رَّحِیمٌ)

الللهم اني اعوذبك من البرص والجنون والجذام ومن سيء الاسقام

ُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ)

والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

*Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Takeran Lamongan

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here