Khutbah Idul Fitri di Rumahaja #1: Indahnya Berbagi dalam Situasi Pandemi

0
845
Foto diambil dari dokumen PCM Karangpilang

KLIKMU.CO

Oleh: Mahsun Djayadi*

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ

لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ

 

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

فَيَا آيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ. أُصِيْكُمْ  وَإِيَّايَ  بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Kaum Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allah.

اَللهُ أَكْبَرْ اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ

Di pagi yang indah nan cerah ini, alhamdulillah kita kaum muslimin dipertemukan oleh Allah swt di majelis yang mulia ini dalam melaksanakan sholat Idul Fithri tahun 1441 H. dalam keadaan sehat wal afiat, aman dan tenteram, dalam lindungan Allah swt.

Shalatullah wa salaman,  semoga tetap terlimpah kepada Nabi Muhammad saw “Khatamul anbiya’ wal mursalin” penutup segala nabi dan rasul Allah swt.

اَللهُ أَكْبَرْ اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ

Bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat, ampunan dan kemuliaan, padanya diturunkan Al-Qur’an, dan diwajibkan berpuasa, kini telah berlalu. Kita melepaskan dengan ucapan takbir dan tahmid sebagai ungkapan perasaan gembira dan syukur kepada Allah swt, atas pertolongan-Nya kita sanggup melaksanakan puasa, menunaikan zakatul fithri, pagi ini kita melaksanakan shalat id menghadap ke hadirat-Nya.

Dalam situasi Pandemi Covid-19, Kita melaksanakan berbagai rangkaian ibadah selama Ramadhan “di rumah saja”. Bahkan kita melaksanakan shalat ‘Idul Fithri 1441 H. ini juga di rumah saja. Hal ini dalam rangka mentaati ikhtiar yang dilakukan oleh pemimpin kita lewat Maklumat PP Muhammadiyah yang sudah kita fahami Bersama.

Kita merayakan idul fitri dengan mengumandangkan kalimat-kalimat tayyibah dan mengagungkan asma Allah, sebagai pertanda hari kemenangan kita dalam perjuangan melawan hawa nafsu melalui ibadah puasa, sehinga saat ini kita bagaikan terlahir kembali dalam kesucian, menjadi manusia baru dalam kehidupan mental dan fisik. Kemenangan itu diperoleh dengan adanya dua kekuatan yang terdapat pada diri orang-orang yang menyempurnakan puasanya.

Pertama, kekuatan ruhaniah berupa kemampuan mengendalikan diri dari dorongan hawa nafsu yang merusak kesucian hati nurani manusia, yang sering menjerumuskannya ke jurang kenistaan.

Kedua, kekuatan jasmaniah yang terbukti dari ketahanan fisik keadaan lapar dan haus karena berpuasa, kita tetap melaksanakan tugas, kewajiban dan aktivitas kita sehari-hari, bahkan kondisi fisik yang lemah itu tidak menghalangi untuk menambah volume ibadah ekstra di malam harinya.

اَللهُ أَكْبَرْ اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ

Selama bulan ramadhan kita telah dilatih hidup disiplin, makan ada waktunya tertentu, berbuka juga ada waktunya tertentu. Kita dilatih bersikap jujur, yang tahu hakekat puasa kita hanya diri kita sendiri dan Allah swt. yang maha mengetahui. Kita dilatih melepas topeng di wajah kita, meninggalkan kepura-puraan,  kita tinggalkan sikap hidup penuh dengan “sandiwara”. Kita juga dilatih menahan diri dari perkataan kotor, meninggalkan ghibah, dan lain-lain. Sebaliknya, kita dilatih menjadi manusia yang prasojo, wajar, apa adanya, rasional dan proporsional.

Itulah proses Pendidikan dan pelatihan fisik dan mental selama Bulan Ramadhan. Manusia hasil Pendidikan seperti itulah yang disebut “Khaira Ummah” , umat terbaik, yang pantas ditampilkan ke panggung kehidupan dunia ini.

Pemimpin hasil Pendidikan semacam itulah yang pantas memimpin umat dan bangsa ini. Bangsa dan Negara ini sedang mengalami krisis kepemimpinan, dan krisis keteladanan. Bangsa ini bukan hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas otaknya saja, tetapi juga membutuhkan pemimpin yang cerdas “mata hati” nya. Pemimpin yang mandiri dan bermartabat, tidak mudah didikte oleh siapapun, serta memmiliki kepekaan social yang tinggi.

اَللهُ أَكْبَرْ اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ

INDAHNYA BERBAGI DALAM SITUASI PANDEMI.

Dalam situasi Pandemi Covid-19 tentu banyak masyarakat terdampak terutama terkait ekonominya, sehingga membutuhkan uluran tangan dari mereka dan kita yang berpunya.

Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah swt untuk meraih keuntungan/ pahala besar adalah melalui sedekah. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan.

Rasulullah saw bahkan memberi contoh kepada umatnya untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah. Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:

‏إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati. Begitu juga, sifat suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Bahkan sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‏اليد العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة

“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Maksudnya, seseorang dituntun untuk konsekuen dalam menjalankan syari’at atau dalam beramal (bersedekah) dan tidak putus di tengah jalan. Karena konsekuen dalam beramal lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang hanya sesekali dilakukan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-; beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Bukhari, no. 6465; Muslim, no. 783). Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

Diantara keutamaan bersedekah antara lain:

  1. Mendapat pahala yang berlipat ganda.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

  1. Dosa dan kesalahannya diampuni Allah swt.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan.

  1. Nanti akan masuk syurga dengan pintu spesial.

من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة،

ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

  1. Akan mendapatkan naungan Allah swt di hari kiyamat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

  1. Bisa terbebas dari siksa kubur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

Dekianlah Allah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada kita agar menjadi seorang mukmin yang suka memberi dan berbagi. Mari kita sisihkan Sebagian rizqi kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang berkekurangan, terutama masyarakat yang terdampak akibat wabah covid-19 ini. Betapa indahnya berbagi di saat pandemic. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, dan menggolongkan kita semua kepada hamba-hambanya yang Muttaqin, amin.

Untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita berdo’a kepada Allah semoga apa yang kita mohonkan dikabulkan Allah swt :

 

اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ , لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ

وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْن ,

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ،

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ  وَاَصْحَابِهِ  وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم  تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم

عِيْدُكُمْ مُبَارَكٌ وَعَسَاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفَائِزِيْنَ

كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

 

 

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here