Khutbah Idul Fitri di Rumahaja #7: Semakin Cinta Karena Corona

0
451
Foto diamvbil dari Kompas

KLIKMU.CO

Oleh: Musa Abdullah*

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. أَمَّابَعْدُ ؛

اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi Wabarokaatuh,

Innal Hamdalillah Nahmaduhu Wanasta’iinuhu Wanastaghfiruh, Wana’uudhubillahi Min Syuruuri Angfusinaa Wamin Sayyiaati A’maalina,

Asyhadu Alla Ilaha Illallah, Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuuluh.

Allahumma Sholli Wa Sallim Wa Baarik ‘Alaa Muhammad, Wa Alaa Alihi Wa Shohbihi Wa Manihtadaa Bihudaahu Ilaa Yaumil Qiyaamah

Yaa Ayyuhal Ladziina Aamanuttaqullaha Haqqa tuqootihi Walaa Tamuuttunna Illa Wa Antum Muslimuun. Amma Ba’du :

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.

 

 

Istriku putra-putriku dan saudaraku tercinta yang di Sayangi oleh Allah SWT.

Teriring Lantunan Takbir – Tahmid – dan Tahlil bergemuruh sejak tadi malam,

Setelah satu bulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, sebulan penuh kita berbuka puasa bersama, sebulan penuh kita Shalat Taraweh bersama, sebulan penuh kita Tadharrus Al Qur’an bersama,

Dengan satu Tujuan dan harapan, agar kita mendapatkan kemenangan di Hari Bahagia ini Iedul Fithri 1 Syawwal 1441 H. walaupun dalam suasana wabah Covid-19 yang semakin mencekam di tengah tengah kita.

Semoga upaya Maksimal beribadah dibulan Ramadhan yang baru kita lalui ini, dapat meningkatkan Iman dan Taqwa kita kepada Allah SWT.

Karena sebaik baik Bekal untuk menghadap Allah adalah Ketaqwaan, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 197 :

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Watazawwaduu Fainna Khairoz Zaadid Taqwaa Wattaquuni Yaa Ulil Albab.

Artinya : Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.

 

Allahu Akbar – Allahu Akbar Walillahil Hamd.

Istriku putra-putriku dan saudaraku tercinta yang di Sayangi oleh Allah SWT.

Maka hanya dengan Taqwa kita akan Masuk Surga bersama-sama, hanya dengan Taqwa kita akan Bahagia di Dunia dan Bahagia di Akhirat nanti, dan bulan Puasa telah melatih kita agar menjadi orang ber-Taqwa. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 :

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

….. La’allakum Tattaquun

Artinya : ….agar kamu bertakwa,

Dan hanya dengan ber-Taqwa kita akan menjadi Manusia yang Mulia dihadapan Allah SWT. Sebagaimana Firman nya dalam Al Qur’an Surat Al Hujurat ayat 13 :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Inna Akromakum ‘Indallahi Atqookum

Artinya : “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling ber-taqwa diantara kamu”

 

Jadi….., orang MULIA itu bukan yang Kaya, bukan yang Mewah, bukan yang Tampan atau Cantik, bukan juga yang berpangkat tinggi, tetapi kemuliaan seseorang itu dilihat dari ke-TAQWA-annya kepada Tuhan-Nya.

Allahu Akbar – Allahu Akbar Walillahil Hamd.

Istriku putra-putriku dan saudaraku tercinta yang di Sayangi oleh Allah SWT.

Jika kita melihat kejadian Wabah Pandemi Virus Corona ( Covid-19 ) yang terjadi ditengah tengah kita, dengan lebih 5 juta orang terinfeksi Virus dan 330rb-an yang Meninggal Dunia, maka ini sangat Menakutkan dan mencekam.

Tetapi kita tidak boleh larut dalam kesedihan dan berusaha untuk selalu berpositif thingking terhadap segala keadaan, agar muncul IMUN dalam diri kita, dengan cara mengambil sisi Hikmah yang  yang menimpa kita ,

Jika kita perhatikan, dalam 2 bulan ini, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil, yaitu :

  1. Corona memaksa kita untuk hidup Bersih
  2. Corona mengajarkan kita untuk saling berbagi
  3. Corona menunjukkan bahwa manusia itu lemah dan tidak boleh sombong,
  4. Corona menjadikan Suami – Istri – Anak selalu dekat dan saling Mencintai. Dan masih banyak yang lainya.

Bagi kita orang yang Ber-Iman, Wabah Corona adalah Rahmat, sebagaimana Terdapat dalam Hadits Shohih Bukhari No. 6129, Dari ‘Aisyah r.a, Rasulullah SAW Bersabda :

فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ

Faja’alahullahu Rahmatan Lil Mu’miniina….

Artinya : “…dan Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang beriman.”

Asalkan kita menjaga ke-IMAN-an kepada Allah SWT dan Tetap SABAR serta selalu mengikuti Anjuran Pemerintah dan para Ulama’ kita. Semoga Allah SWT menjadikan kita golongan orang orang yang Sabar.

Allahu Akbar – Allahu Akbar Walillah Hilhamd.

Istriku putra-putriku dan saudaraku tercinta yang di Sayangi oleh Allah SWT.

Selanjutnya mari kita berdoa kepada Allah SWT, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW, ketika ditinggalkan oleh bulan Ramadhan :

“Ya Allah janganlah kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir untuk kami berpuasa. Jika pun engkau menjadikannya Ramadhan terakhir, jadikanlah kami orang yang mendapat rahmat-Mu, jangan kau jadikan kami orang yang malang.”

Maka orang yang mengucapkan doa tersebut, dia akan mendapatkan salah satu dari dua keuntungan, sampai ke Ramadhan berikutnya, atau mendapat ampunan dan rahmat-Nya.”

Semoga kita bisa berjumpah dengan Ramadhan ditahun mendatang Tanpa disertai dan diiringi Wabah Corona,

Dan Semoga Virus Corona Segera diangkat oleh Allah dan disirnahkan dari kita semua.

Mari kita berdo’a kepada Allah SWT, semoga dihari yang Penuh Kebahagiaan ini, kita Selalu Saling Mencintai Karena Allah, terbentuk Keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah, sehingga kita bisa Masuk Surga Bersama sama. Amien Yaa Robbal ‘Aalamiin.

 

 

Do’a- Do’a

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.

Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mukminiina wal mukminaat, al-ahyaa’i minhum wal amwaat,

“Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat,

 

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا

Allahumma Ashlihlana Diinanaa Alladzii Huwa ‘Isymatu Amrinaa

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami

 

وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا

Wa Ashlihlana Dunyaana Allatii Fiihaa Ma’aasyuna

Perbaiki dunia kami yang ia menjadi tempat hidup kami.

وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا

Wa Ashlihlana Akhiratanaa Allatii Fiihaa Ma’aaduna

Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami.

وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ

Waj ‘Alil Hayaata Ziyaadatal lAna Fii Kulli Khair

Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan

وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Waj ‘Alil Mauta Raahatallanaa Min Kulli Syarr

dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

 

اللهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ، وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلادِ المُسْلِمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أِرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Ya Allah! Angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya, dan dari semua negeri kaum Muslimin, dengan Rahmat-Mu, Duhai Yang Maha Penyayang.”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُوْنِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.”

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ, وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ, وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ, وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari beralihnya keselamatan (yang merupakan anugerah)-Mu; dari datangnya siksa-Mu (bencana) secara mendadak, dan dari semua kemurkaan-Mu.

 

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ

 

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، تَقَبَّل َاللهُ طَاعَاتِكُمْ، تَقَبَّلَ اللهُ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، سُجُوْدَنَا وَرُكُوْعَنَا، تِلاَوَتَنَا وَتَخَشُّعَنَا، إِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

*Sekretaris Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here