Khutbah Idul Fitri di Rumahaja #10: Mencari Hikmah di Balik Corona

0
1406
Foto diambil dari CNN Indonesia

KLIKMU.CO

Oleh: M. Sholihin Fanani, M.MSDM*

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Allahu Akbar 2 X.

Allahu Akbar Walillahilhamdu.

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena kita dapat menyelesaikan ibadah puasa ramadhan tahun ini dengan lancar walaupun di tengah-tengah merebaknya pandemi virus corona yang telah menelan banyak korban jiwa dan belum juga menunjukkan tanda-tanda kapan akan redah, bahkan kurvanya terus naik

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw. Sebagai uswatun hasanah, pembawa risalah kebenaran yang menyinari dunia dengan cahaya iman dan Islam sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi seluruh manusia.

Pada kesempatan ini saya mengajak ayah, ibu, istri, anak-anakku dan saudaraku semua untuk meningkatkan iman dan taqwa dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kebaikan lainnya terutama kepada sesama manusia (Hablum minallah wa hablum minnannas).

Hadirin yang dirahmati Allah.

Puasa ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda dengan puasa ramadhan tahun-tahun sebelumnya, karena kita harus beribadah di tengah-tengah pandemi corona di seluruh dunia. Umat Islam yang seharusnya berbondong-bondong ke Masjid untuk beribadah sekarang justru harus beribadah di rumah saja. Hal ini sesuai dengan anjuran dari pemerintah dan berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang tatacara beribadah selama covid-19. Semua ini dilakukan dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hadirin yang dirahmati Allah.

Walaupun demikian, kita harus tetap menjalankan ibadah puasa ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh melupakan tujuan utama dari ibadah puasa ramadhan yang kita lakukan yaitu menjadi orang-orang yang bertaqwa (Laallakum tattawun). Siapakah yang disebut orang yang bertaqwa itu? yaitu orang rajin berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit, orang-orang yang mampu mengendalikan amarahnya, orang-orang yang mudah memaafkan kesalahannya orang lain (Ali Imran : 134).

Hadirin yang dirahmati Allah.

Setiap ibadah yang kita lakukan, menurut para ulama adalah untuk mensucikan hati dan jiwa manusia. Mengapa hati dan jiwa manusia perlu dibersihkan? Karena hati dan jiwa manusia setiap saat dan setiap waktu bisa menjadi kotor dan ternoda oleh perbuatan-perbuatannya dan oleh sifat-sifatnya yang dilarang oleh Allah. Hati dan jiwa manusia yang kotor akan cenderung mudah melakukan kejelekan dan sulit melakukan kebaikan. Oleh karena itu selama bulan ramadhan kita semua diperintahkan untuk memperbanyak berbuat kebaikan dan meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Menurut Imam Al-Ghozali bahwa puasa ramadhan itu ada proses yang disebut irfaniyah yaitu proses dimana manusia bisa melihat Allah (merasakan kehadiran Allah) dalam hatinya. Ada tiga tahapan proses irfaniyah ¬†tersebut yaitu pertama adalah tahapan Tahalliyah yaitu proses “menguras” atau “menutup“. Hati manusia diibaratkan seperti bak mandi, bila digunakan terus menerus maka lama-kelamaan akan menjadi kotor dan penuh noda. Dan apabila noda itu dibiarkan maka akan menjadi kerak yang sulit dibersihkan. Seperti kita menguras bak mandi, maka air harus dikeluarkan dan semua kotoran juga dibersihkan.

Kedua tahapan Takholliyah yaitu tahapan mengisi. Ibarat bak mandi yang sudah dibersihkan maka selanjutnya diisi dengan air yang jernih, sehingga air dalam bak mandi tersebut kelihatan bersih dan menyegarkan. Seperti orang sedang puasa, maka dia diperintahkan untuk banyak melakukan hal-hal yang baik selama bulan ramadhan. Shalat tarawih, ingaq, shadaqah, zakat, memberi takjil, baca Al-quran dan lain sebagainya yang baik.

Ketiga tahapan Tahalliyah,  yaitu tahapan dimana manusia yang sudah puasa ramadhan akan merasakan kehadiran Allah dalam hatinya. Sehingga mereka merasa dekat dengan Allah, merasa diawasi oleh Allah, merasa ditolong oleh Allah dan akhirnya melahirkan rasa syukur kepada Allah. Orang yang bertaqwa akan merasa bahwa setiap apa yang dilakukan adalah merupakan pertolongan Allah.

Hadirin yang dirahmati Allah.

Dalam setiap kehidupan manusia, Allah pasti akan memberikan sedikit cobaan.¬† Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 155.

Dan Allah akan memberikan sedikit cobaan berupa rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, kematian dan kekurangan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang ditimpa kesusahan dia mengatakan sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah”.

Oleh karena itu dengan adanya musibah ini, seharusnya kita semakin dekat kepada Allah, semakin banyak memohon ampun kepada Allah dan semakin banyak berdo’a kepada Allah.

Sebagaimana puasa ramadhan yang kita lakukan ini sesungguhnya Allah menghendaki agar kita menjadi orang yang bertaqwa yaitu orang-orang takut dan taat kepada Allah. Dalam setiap musibah pasti ada hikmahnya. Termasuk pandemi corona ini. Pasti Allah mempunyai maksud yang positif bagi kehidupan manusia.

Oleh karena antara puasa ramadhan dan musibah corona ini sama-sama ada hikmah yang harus kita ambil sebagai pelajaran dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga setelah puasa ramadhan dan setelah adanya musibah corona ini diri kita akan lebih baik dan lebih dekat kepada Allah lebih dekat kepada sesama manusia. Inilah yang disebut bahwa ajaran Islam itu memberi rahmat bagi alam semesta “rahmatan lil alamain”.

Demikian khutbah ini saya sampaikan semoga bermanfaat dan saya ucapkan selamat berhari raya idul fitri, taqabbalallahu minna waminkum. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here