Khutbah Idul Fitri: Menghidupkan dan Membumikan Nilai-nilai Puasa Ramadhan

0
810

KLIKMU.CO

Oleh Muhammad Jemadi, MA*)

Menjelang Ramadhan 1439 H, publik kota Surabaya dikagetkan dengan peristiwa menggemparkan yang mengoyak nilai kemanusia bahkan mencemarkan nama baik Islam dan umat Islam. Bom bunuh diri yang dikaitkan dengan Islam sungguh menyakiti Islam dan Muslim.

Penulis meyakini bahwa peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan keislaman, kalaupun pelakunya mengaku beragama Islam berarti belum tuntas belajar dan memahami ajaran Islam. Kita tidak bermaksud “ghibah” tapi ingin meluruskan dan menjernihkan agar publik tidak salah paham dengan ajaran Islam.

Allah swt. menegaskan di dalam Alquran surat Al-Anbiya’: 107.

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa kehadiran Rasulullah di muka bumi ini sebagai rahmat bagi seluruh alam. Beliau tidak hanya “rahmatan lil muslimin”, tetapi “rahmatan lil ‘alamiin”, ini artinya bahwa kita sebagai orang-orang yang mencintai beliau harus bisa meneladani beliau karena Rasulullah saw. adalah teladan yang baik.

Sebagaimana firman Allah swt.dalam Alquran surat Al-Ahzab: 21:

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Berdasarkan dua ayat tersebut, kami mengajak kepada seluruh umat Islam untuk mewujudkan nilai-nilai ibadah yang pernah kita lakukan agar kehadiran Islam terasa di muka bumi ini. Kita sadar banyak kelompok yang tidak suka akan kebaikan yang dibawa Islam sebagaimana disebutkan dalam Alquran surat Ash-Shaf: 8.

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِ‍ُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.”

Oleh karena itu, saudaraku kaum Muslimin jangan gentar, seperti apapun upaya mereka untuk memudarkan kemuliaan Islam, Allah pasti akan menolong kita kalua kita dengan tulus menolong agama Allah.

Bagaimana kita menolong agama Allah? dengan senantiasa menjalankan ajaran Allah dengan benar itulah cara menolong agama Allah. Jangan berhenti belajar, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam. Kita wujudkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Setalah sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadhan, Insya Allah banyak nilai yang dapat kita ambil dan kita praktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengambil nilai utama dari puasa, harus kita tahu terlebih dahulu tujuan utama puasa, yaitu “Taqwa.” Kita berpuasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Apakah kita sudah bertaqwa, mari kita buka surat Alquran yang menyebutkan ciri-ciri orang yang bertaqwa.

a. Alquran surat Al-Baqarah: 3-4

ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ٤

“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”

b. Alquran surat Ali Imran: 134-135

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣٤ وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ١٣٥

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Dari ayat-ayat di atas kami tegaskan sebagai kesimpulan khutbah ini adalah.

a. Umat Islam harus menjadi perekat, pemersatu untuk mewujudkan kehidupan yang penuh kasih sayang di muka bumi. Semua kekerasan mengatasnamakan Islam, bukan berasal dari umat Islam, bahkan pelakunya bukan seorang Muslim.

b. Dalam keseharian hidup, kita harus meneladani perilaku Rasulullah di antaranya adalah menyanyangi dan menghormati semua makhluk yang ada di muka bumi.

c. Jangan pernah gentar dengan propaganda dan permusuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang menginginkan cahaya Islam redup, karena Allah akan selalu menolong kita jika kita tulus menolong agama Allah.

d. Buah dari kita berpuasa:
1. hendaklah keyakinan (Iman) kita makin mantap dan bermakna.
2. Ibadah kita semakin baik dan berkontribusi positif dalam mewujudkan akhlaqul karimah.
3. Kita menjadi orang yang peduli dengan kehidupan sosial dengan menjadi dermawan.
4. Menghormati dan menghargai keyakinan orang lain.
5. Mampu menahan amarah dan memaafkan orang lain.
6. Selalu menyadari bahwa diri kita banyak kesalahan dan selalu ingat serta memohon ampunan dari Allah swt.
7. Bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan.

Demikian khutbah ini, semoga bermanfaat dan Allah senantiasa menolong dan meridhoi kita untuk selalu berbuat kebaikan, bergembira, dan menggembirakan sesama. [*]

Muhammad Jemadi, MA Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya. Sekretaris DPW AGPAII Jawa Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here