Khutbah Jum at #39: Lima Penyebab Kesesatan

0
186
Foto jalan kegelapan diambil dari Islam Kaffah

KLIKMU.CO

Oleh : Moh.Helman Sueb, MA.

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُ ِ فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah , patutlah kiranya kita sebagai hamba Allah selalu meningkatkan kesyukuran kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita, dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.Semoga kita selalu mendapatkan barokah dari Jum’at ke Jum’at , sehingga kita semakin hari semakin dekat kepada-Nya dan selalu menjadi hamba yang taat dalam membela agama-Nya. Mudah-mudahan shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw, yang telah memberikan suri tauladan dengan perilaku yang terpuji dan bimbingan melalui sabdanya, sehingga kitapun mantap menjadi hamba Allah Subhaanahu wa Ta’ala.. Semoga pula amal ibadah yang kita lakukan akan membuahkan kebaikan kita dan membias pada sesama.

Hadirin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala !
Tak seorangpun yang dirinya ingin tersesat maupun disesatkan, sebab kesesatan itu akan membawa bencana diri dan keluarga , bahkan dapat membias ke tetangga dan sesama. Mengapa seseorang itu memilih dan membawa dirinya ke dalam kesesatan. Untuk itu, di sini akan saya sampaikan beberapa sebab seseorang berbuat sesat . Pertama : Mengikuti tradisi nenek moyang. Orang mengikuti tradisi nenek moyang, mengikuti sesuatu yang tidak jelas adalah salah, sebagaimana pada zaman jahiliyah mereka menyembah berhala , karena mengikuti apa yang pernah dilakukan orang tua mereka tanpa berpikir benar atau salah., selain itu tidak mau mendengar kebenaran yang disamapaikan orang lain..Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala surat Al Maidah : 104 :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُواْ حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ ﴿١٠٤﴾

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? Al Maidah : 104
Pada ayat di atas sangat jelas sekali alasan mereka , yaitu merasa cukup dari nenek moyang mereka , tidak perlu mencari kebenarannya , meskipun orang tua mereka tidak mengerti benar tidaknya apa yang dilakukan, sehingga dapat disimpulkan orang-orang yang mengikuti nenek moyang mereka , karena mereka tidak tahu antara yang benar dan yang salah.Jadi kebodohan menyebabkan pendapat yang salah tetap diikuti.

Hadirin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala !
Kemajuan teknologi dan pengetahuan sangatlah bermanfaat bagi kehidupan manusia, juga ada dampak negatifnya yang perlu mendapatkan antisipasi, agar tidak mudah mengikuti hal-hal yang menyimpang. Adapun yang dapat membuat manusia sesat yang Kedua adalah mengikuti hawa nafsu. Sebab hawa nafsu cenderung membawa kesesatan pada hal-hal yang menyimpang dari aturan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, karena itu jika mengikuti hawa nafsu itu dolarang, sebagaimana diterangkan Allah Subhaanahu wa ta’ala’
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿٢٣﴾

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Al Jatsiyah : 23
Betapa sayangnya Allah Subhaanahu wa Ta’ala kepada kita, jangan mengikuti hawa nafsu sesat.! Sesat ! Namun ketika manusia membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsunya, maka Diapun menutup pendengarannya dan penglihatan, sehingga kebaikan dan kebenaran yang dilihatnya tidak dapat menimbulkan cahaya bagi dirinya dan orang lain., akhirnya tidak memperoleh petunjuk dari Allah subhanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala !
Pembawa kesesatan manusia yang Ketiga adalah Tidak mempercayai akhirat. Kita telah yakin bahwa kehidupan kita dua kali dan kematian kita pun dua kali. Dulu kita belum ada, kemudian menjadi ada ,lalu menjadi tidak ada , kemudian ada lagi, sampai nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban satu persatu, tentang apa saja yang pernah kita lakukan di dunia.. Maka berbahagialah kita , yang selalu mengikuti petunjuk-Nya. Mengikuti petunjuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan memperbanyak amal sholeh termasuk diantara usaha untuk mempersiapkan bekal hari akhir yang sangat rahasia kejadiannya.Sangatlah berbeda dengan orang-orang yang tidak mempercayai akhirat, sebagaimana firman-nya dalam surat
An-Naml :4-5.

إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ ﴿٤﴾ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَهُمْ سُوءُ الْعَذَابِ وَهُمْ فِيm الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ ﴿٥﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan).5. Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.” Al An Naml : 4-5.
Kemaksiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya akhirat, tidaklah terasa, bahkan mereka tidak merasa kalau berbuat maksiat, maka tidak perlu heran, jika mereka beranai menerjang atura-aturan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala !
Pembawa kesesatan yang Keempat : Menukar keimana dengan kekafiran :
Keimananlah yang menjadikan kita lebih punya harga diri, apa yang kita lakukan dari sedikit kebaikan akan diperlihatkan dan dibalas Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Hal ini tidak berlaku bagi orang kafir, yang amal baiknya tidak akan dibalas Allah Subhaanahu wa ta’ala, karena dalam dirinya tidak ada keiimanan. Oleh karena itu, berbahagialah ! jika kita tidak terbersit menukar keimanan kita dengan kekafiran, dan hal itu suatu kebangkrutan.. Marilah kita perhatikan firman-Nya,

أَمْ تُرِيدُونَ أَن تَسْأَلُواْ رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَى مِن قَبْلُ وَمَن يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالإِيمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاء السَّبِيلِ ﴿١٠٨﴾
“ Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada zaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.” Al Baqarah : 108

Hadirin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa ta’ala !
Penyebab atau pembawa kesatan yang Kelima : Mengalangi manusia dari jalan Allah . Menghalangi sama dengan menyetop segala kebaikan yang diperintahkan, awal dari menghalangi hal-hal yang diperintahkan Allah Subhaanahu wa ta;ala adalah mengikuti hawa nafsu. Orang yang ingin menang sendiri, menyatakan paling hebat, hal itu cerminan mengikuti hawa nafsu, maka orang-orang yang menghalangi dari jalan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, pilirannya sudah dikendalikan hawa nafsu sehingga, menjadi wajar kalau mereka memusuhi orang-orang yang berada di jalan-Nya.

إإِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ اللّهِ قَدْ ضَلُّواْ ضَلاَلاً بَعِيداً ﴿١٦٧﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.” An Nisa’ :167.

Hadirin yang berbahagia !
Kita harus yakin dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam Al Qur-am insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan dari Allah Swt., jangan sampai kita mengikuti petunjuk orang –orang yang terlarang untuk diikuti, sebab kita akan tersesat dan mendapatkan anxaman Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah SwT.,serta mampu melaksanakan ibadah dengan dengan penuh ketulusan atas dasar cinta kepada-Nya.

بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala !
Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here