Khutbah Jumat #12: Kesadaran Menuju Taubat

0
1921
Foto jembatan kebebasan diambil dari bulatankita.blogspot.com

KLIKMU.CO

Oleh: Moh.Helman Sueb*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.أَما بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah kita dapat berkumpul di majlis yang berbahagia ini , untuk bersimpuh kehadirat Allah Subhaanahu wa Ta’ala , yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua.Karenannya meningkatkan rasa syukur kepada-Nya suatu keharusan.Semoga Shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw. Yang telah memberikan suri tauladan serta bimbingan kepada kita sehingga , kita menjadi mukmin yang memiliki agama yang diridloi Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang berbahagia !
Tak seorangpun yang ingin berbuat dosa apalagi berketerusan ., namun kesalahan dan dosa bagi manusia adalah suatu kelaziman. Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa, setebal apa pun tingkat keimanannya, seluas apa pun ilmunya dan sedalam apa pun ketakwaannya kepada Allah, selama dia adalah manusia,sebab manusia punya potensi untuk berbuat salah dan lupa, dia pasti suatu kali akan melakukan kesalahan dan dosa. Allah memang tidak berkehendak menciptakan manusia dalam keadaan bersih dari kesalahan dan sempurna dari dosa, karena Allah hanya menginginkan kesempurnaan untuk diriNya.

Hadirin yang dirahmati Allah Subhaanhu wa Ta’ala !
Allah Subhaanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kesempatan kepada semua manusia , meskipun dosanya begitu banyak , agar mereka tidak putus asa dari rahmat-Nya, serta memiliki kesadaran untuk bertaubat atas segala dosa yang telah dilakukannnya.. Sebagaimana firman-Nya QS.Az-Zumar : 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Hadirin yang berbahagia !
Para nabi senantiasa memohon ampun dan menyesal atas kesalahan yang telah dilakukan.. Lain halnya dengan kebanyakan manusia , ketika berbuat dosa, mereka tidak merasa bersalah bahkan seolah mendapatkan petunjuk, sehingga merekapun tidak ,menyadari kesalahan yang ada. Karenanya sangatlah penting , kita mentauladani para nabi setelah berbuat dosa. Maka dapatlah kita ambil contoh beberapa nabi , antara lain : Pertama : Nabi Adam As. dan istrinya , ketika berada dalam surga diperingatkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala agar tidak mendekati pada sebuah pohon . Namun karena rayuan dan tipuan syetan yang begitu ampuh keduanyapun lupa apa yang telah diperingatkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala , mereka berdua bukan hanya mendekati pohon larangan , namun mereka memakan buahnya. Akibatnya diturunkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala dari surga.. Kemudian barulah mereka sadar akan kesalahan yang telah dilakukan .dan memohon ampun kepada-Nya , sebagaimana disebutkan dalam QS.Al-A’raf : 23
قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
” Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.

Hadirin yang berbahagia !
Contoh kedua : Nabi Musa As. , ketika melihat orang yang bertengkar yang satu dari bangsa Qibti dan lain berasal dari Bani Isroil. Setelah orang Bani Isroil minta tolong rupanya Musa As. ikut campur tangan dan memukul orang Qibti hingga tewas , maka diapun menyesal dan mengakui kesalahannya. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala QS.Al-Qoshosh Ayat : 15-17 :
….فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ قَالَ هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴿١٦﴾ قَالَ رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيراً لِّلْمُجْرِمِينَ ﴿١٧﴾

15. “…Maka Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: “Ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya).16. Musa mendo`a: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.17. Musa berkata: “Ya Tuhanku, demi ni`mat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa” Pada ayat di atas pengakuan yang dilontarkan oleh Musa As. adalah kalimat
هَذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ , merupakan kesadaran yang tinggi setelah melakukan kekhilafan mau mengakui kesalahan , bahwa yang dilakukan itu adalah perbuatan syetan yang selalu mengajak berbuat dosa . Akhirnya tiap kesempatan Nabi Musa As. bermunajat, bermuwajaha, berdoa kepada Allah swt. Dan doa itu pun dikabul. Nabi Musa ketika merasa bersalah karena telah memukul orang Qibti hingga meninggal, lalu ia berdoa rabî innî dzhalamtu nafsî faghfirlî, ya Tuhanku aku telah berbuat dzalim kepada diriku, maka ampunilah aku. Ayat seterusnya menyebutkan faghafaralahû, maka Tuhan pun mengampuninya. Doa Musa dijawab oleh Allah, karena Musa selalu dekat dan menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-harinya.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala ! Ketiga : Nabi Yunus as juga demikian. Di dalam kesempitan, di dalam perut ikan, Yunus as selalu bertasbih, dengan bermunajat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala sebagaimana dalam Al-Qur-an Surat Al-Anbiya’ ayat : 87-88 yang berbunyi :
وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِباً فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ ﴿٨٧﴾ فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ ﴿٨٨﴾

87. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”88. Maka Kami telah memperkenankan do`anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

Hadirin yang berbahagia !
Marilah kita simak do’a nabi Yunus as. , “Lâ ilâha illa anta subhânaka innaka kuntu min al-dzâlimin”, Tidak ada Tuhan selain Engkau Ya Allah, Maha Suci Engkau dan sungguh aku termasuk orang-orang yang dzalim. Rupanya dengan do’a dan tasbih ini, kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’ala memerintahkan Ikan yang memakan Yunus as, untuk memuntahkannya kembali. Dan kemudian Yunus as, hidup di daratan yang subur dan sejahtera. Dari ketiga perbuatan nabi Adam as., Musa as., dan Yunus as. dapat kita ambil pelajaran , bahwa mereka benar sadar dan mengakui kesalahan yang telah mereka lakukan, kemudian ditindaklanjuti dengan taubat .
Semoga kita yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sehingga kita memilki refleksi kesadaran untuk mengakui kesalahan dan memohon amapuna kepada-Nya.
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala !
Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

*pengasuh di Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here