Khutbah Jumat #16: Agar Bertambah Dekat kepada Allah

0
381
Foto tasbih diambil dari jualo.com

KLIKMU.CO

Oleh: Moh.Helman Sueb,MA.*

ِ إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ . اًمًّا بًعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
.
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kenikmatan yang tak terhingga kepada kita semua, semenjak kita lahir sampai saat sekarang ini nikmat-Nya tidak ada henti-hentinya . Maka, berbahagialah kita yang selalu bersyukur setelah merasakan berbagai bentuk nikmat. Semoga setelah kita tunaikan ibadah puasa , kita semakin dekat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan tetap melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Shalawat serta salam , semoga tetap terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu a’laihi wassalam., yang telah membimbing kita ke jalan yang diridloi Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sehingga kita mantap dan mampu memilih jalan – jalan menuju kebenaran.

Hadirin yang berbahagia ! Betapa kacaunya pikiran manusia yang merasa mulia karena banyaknya harta, memiliki jabatan atau sebagai orang berpengaruh kemudian dengan apa yang dimilikinya itu menjadikan dirinya arogan, sewenang-wenang terhadap orang yang dianggap di bawahnya, padahal itu bukanlah ukuran kemuliaan seseorang, Namun sayang bila apa yang dimiliki berkurang atau tidak lagi dinikmatinya diapun putus asa , bahkan nekat berbuat apa saja sekalipun telah dilarang-Nya. Padahal sedikitnya harta , bukanlah tanda kehinaan seseorang .

Ternyata keadaan tersebut persis yang dinyatakan Allah Subhaanahu wa ta’ ala dalam firman Allah surat Al-Faje 15-16 :
فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿١٥﴾ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴿١٦﴾
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)

Ath Thobari rahimahullah menjelaskan, “Adapun manusia ketika ia diuji oleh Rabbnya dengan diberi nikmat dan kekayaan, yaitu dimuliakan dengan harta dan kemuliaan serta diberi nikmat yang melimpah, ia pun katakan, “Allah benar-benar telah memuliakanku.” Ia pun bergembira dan senang, lantas ia katakan, “Rabbku telah memuliakanku dengan karunia ini.” Kemudian Ath Thobari rahimahullah menjelaskan, “Adapun manusia jika ia ditimpa musibah oleh Rabbnya dengan disempitkan rizki, yaitu rizkinya tidak begitu banyak, maka ia pun katakan bahwa Rabbnya telah menghinakan atau merendahkannya. Sehingga ia pun tidak bersyukur atas karunia yang Allah berikan berupa keselamatan anggota badan dan rizki berupa nikmat sehat pada jasadnya.”

Demikianlah sikap manusia pada umumnya larut dalam kegembiraan dan berkeluh kesah ketika dirinya merasa terhina.

Hadirin yang berbahagia ! Sebenarnya banyak dan sedikitnya harta , tiada lain adalah bentuk ujian dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang harus kita sadari . . Hal ini . dijelaskan dalam firman-Nya QS. Al-Anbiyaa’ ayat 35 yang berbunyi :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan yang sebenar-benarnya. Dan hanya kepada Kamilah kamu
dikembalikan.”
Pada ayat atas Allah menerangkan terlebih dahulu mengingatkan bahwa, setiap manusia akan merasakan mati , maka dalam kehidupan nya di dunia yang fana’ ini manusia akan menghadapi ujian kejelekan dan ujian kebaikan , ujian kejelekan kehilangan keluarga, sakit, rumah terbakar dan sebagainya yang harus kita hadapi dengan kesabaran, sedangkan ujian kebaikan seperti memiliki kelebihan , jabatan, ilmu, harta benda dan sebagainya, kesemuanya itu bentukan ujian, untuk mengukur kita apakah bertambah jauh atau dekat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang berbahagia !
Pada sisi lain, manusia terbiasa memohon kebaikan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala , namun berputus asa dalam menghadapi kesusahan yang mereka alami, seolah-olah kesusahan itu tidak akan hilang dari mereka. Maka tepatlah Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :
لَا يَسْأَمُ الْإِنسَانُ مِن دُعَاء الْخَيْرِ وَإِن مَّسَّهُ الشَّرُّ فَيَؤُوسٌ قَنُوطٌ
“ Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika dia ditimpa malapetaka, dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. Fushilat: 49)
Imam Ibnu Katsir berkata: “Manusia itu tidak bosan meminta kebaikan kepada Rabbnya, dengan meminta harta, kesehatan badan, dan lainnya. Namun jika keburukan menimpanya, berupa musibah atau kemiskinan, dia menjadi putus asa lagi putus harapan, yaitu terbetik pada fikirannya, bahwa setelah itu kebaikan tidak akan pernah menghampirinya”. (Tafsir Ibnu Katsir, surat Fushilat: 49)

Alangkah banyaknya orang yang diuji oleh hartanya dan segala kelebihannya namun gagal dalam dalam mengatasi permasalahan. Pada akhir-akhir ini , betapa banyak orang yang diberi anugerah Allah Subhaanahu wa Ta’ala , namun tidak merasa cukup sehingga melakukan penyimpangan yang menyeret mereka ke dalam penjara. Apakah harta mereka masih sedikit ? sungguh sudah banyak . Hanya saja ,hati mereka tidak terbersit untuk bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, bahkan mereka melupakan-Nya. dengan beranggapan kelbihan yang dimilki itu, semata-mata hasil usaha dan kepandaiannya.

Kemudian kebanyakan mereka berbuat melewati batas dan sesungguhnya kebanggaan dan kesombongan itu tidak menyelamatkan mereka dari siksa Allah sedikitpun. Alloh berfirman:
فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku”. sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, Maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan. QS. Az-Zumar: 49

Hadirin yang berbahagia ! Kelebihan yang yang dimilki seseorang baik berupa pangkat, jabatan, harta , nama yang semakin populer, atau yang lainnya, memberikan peluang untuk melakukan kelalaian dan kesombongan, sehingga sangat terbuka bertindak menerjang batas-batas Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, agar bertambah dekat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan selalu berada dalam jalan-Nya , ketika mendapatkan kelebihan dari-Nya , ada tiga langkah yang dapat dilakukan: Pertama :Mengakui, memahami, dan menyadari bahwahanya Allahlah Pemberi nikmat. segala nikmat yang kita rasakan pada dasatnya berasal dari-Nya.Nabi Sulaiman A’lahis Salam , merasakan dan meyakini bahwa nikmat diterimanya semata-mata dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan menyadari sebagai bentuk ujian,
قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرّاً عِندَهُ قَالَ هَذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ ﴿٤٠﴾

“ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.An-Naml : 40

Hadirin yang berbahagia ! Agar kita brrtambah dekat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala , di mana saja kita berada , maka jalan yang Kedua adalah Meningkatkan ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, Ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan rasul- Nya , dengan mensyukuri nikmat yang telah kita rasakan . Maka dengan ketaatan itu kita akan mendapatkan kebahagiaan yang besar, Sebagaimana firman-Nya :
وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً
” Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”Al-Ahzab:71 Agar bertambah dekat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang Ketiga: adalah Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam. Seorang yang bersyukur akan selalu bertindak yang benar dalam membela dan mengamalkan ajaran Islam sesuai yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihis Salam, maka hal itu sebagai bentuk mendekatkan diri kepada-Nya, yang tentu akan mendapatkan pertolongan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَك “ Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Muhammad : 7 Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, mampu menjalankan agama dengan penuh keikhlasan sehingga memperoleh pertolongan dan selalu bersyukur kepada-Nya di mana saja kita berada.
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Hadirin yang berbahagia !
Orang yang baik , tentu senantiasa menjaga rasa syukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala , agar bertambah dekat dengan-Nya dan terjauh dari sifat sombong dan lalai dari menjalankan agama.Marilah kita memanjatkan do’a , agar mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan dunia sebagai tempat menyiapkan bekala akhirat, dan tetap berada dalam pertolongan dan petunjuk-Nya.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here