Khutbah Jum’at #25: Meraih Ketenangan dengan Dzikrullah

0
313
Foto ilustrasi penentram hati dengan dzikir diambil dari facebook

KLIKMU.CO

Oleh: MOH.HELMAN SUEB MA.*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ

Hadirin yang bebahagia !
Alhamdulillah, Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita yang patut kita syukuri.Oleh karena itu sangat patutlah kita menambah amal kebaikan, memperbaiki diri kita , agar kita tidak bangga dengan apa yang telah kita lakukan, Sekanjutnya tiada kalimat yang paling cerdas kita ucapkan kecuali bersyukur dan bersyukur kepada – Nya. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw., yang telah meberikan tauladan dan bimbingan melalui sabdanya sehingga kita mantap mengamalkan ajaran Islam.
Hadirin yang berbahagia !
Dalam kehidupan dunia yang penuh tipu daya ini, sering membuat orang lupa akan keberadaan dirinya, sehingga mereka lupa kepada pesan-pesan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Ada beberapa pesan-Nya yang harus kita perhatikan, pertama :Sebagaimana diterangkan dalam firman- Nya dalam QS. Al Al Hasyr : 19.
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿١٩﴾
“ Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”
Kasih sayang Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan cara memberikan larangan kepada kita , agar kita tidak menyimpang dari aturan agama-Nya, sehingga terselamat dari dari kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat..Larangan melupakan Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengandung arti tidak menggunakan Al Qur-an sebagai pedoman hidup, tidak melaksanakan perintah-perintah-Nya dan tidak menjauhi larangan-larangan-Nya. Hal ini disebabkan penglihatan dan yang digunakan tanpa melalui dzikir dan pikir, akibatnya kebaikan yang dia lihat dan apa yang didengar tidak ada ketertarikan untuk mengamalkannya. Kalau sudah begini Allah Subhaanahu wa Ta’ala, lantas melupakan mereka , membearkan mereka bergelimangan dengan maksiat dan mereka digolongkan orang yang keluar dari ketaatan
Hadirin yang berbahagia !
Pesan Allah yang kedua , sebagai orang yang beriman hendaklah kita ingat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala , mengingatkan kita untuk selallu ingat kepada-Nya, mengingat dengan hati kita merasakan betul bahwa apa yang kita lakukan selalu mendapat pantauan dari-Nya , dengan perasaan yang ada dalam hati kita itu, menjadikan diri kita merasa takut ditinggalkan-Nya. Di samping dzikrullah dengan hati , kita dzikir dengan lisan kita dengan kalimat thoyyibah. Subhaanallah misalnya, yang artinya Maha Suci bagi Allah, pikiran kita menerawang jauh bahwa tidak ada dzat yang meyamai-Nya, hal ini menjadikan tauhid uluhiyah kita semakin kuat dan tak akan menyekutukan-Nya.Dzikrul dengan amal , semua amal yang kita kerjakan berdasarkan ingat perintah-Nya dan semata-mata karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala, demikian juga dalam menjauhi larangan-Nya.Maka tepatlah firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang memerintakan orang-orang yang beriman untuk mengingat-Nya.

 

“ Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”. (Al-Ahzab 33:41)

Hadirin yang berbahagia !
Pesan Allah Subhaanahu wa Ta’ala , yang ketiga adalah lupa mengingat-Nya akan menjadikan kehidupan menjadi sempit.Sebagaimana terdapat dalam firman-Nya : Al Qur-an surat Thaha : 124

 

Dan barang siapa berpaling dari per ingatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”

Ayat ini sangat jelas sekali bahwa penyebab kesempitan hidup yang sialami karena lupa kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, sebenarnya ini juga merupakan pelajaran bagi kita yang suka melupan Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan tertimpa kesempitan hidup hal inila yang semestinya kita perhatikan agar kita tidak ditinggalkan-Nya. Maka penyesalan pada hari kiamat sangat tidak berguna, karena sudah tidak ada dispensasi lagi.

Hadirin yang berbahagia !
Pesan Allah Subhaanahu wa Ta’ala , yang keempat, orang-orang yang beriman dapat merasakan ketenangan karena mengingat Allah Subhaanahu wa ta’ala . Sebab ketika kita mengingat-Nya , berarti kita punya penolong yang akan melindungi , memberi petunjuk setiap saat yang menimbulkan keberanian kita untuk melakukan sesuatu kebenaran.Sebagaimana para sahabat tidak merasa takut menghadapi berbagai macam tantanagan. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta’ala menginformasikan tentang penyebab tenangnya orang yang beriman., sebagaimana firman-Nya QS. Ar-Ra’du : 28

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati-hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah-lah, hati akan menjadi tenteram”.

”Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, mampu menjalankan agama dengan penuh keikhlasan sehingga memperoleh pertolongan dan selalu bersyukur kepada-Nya dan mendapatkan ketenangan hidup
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua :
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala !
Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya, sehingga kita benar-benar mendapatkan ketenangan di dalam kehidupan kita .
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here