Khutbah Jumat #28: Dinamika Ibadah

0
210
Foto berdoa Mekkah al Mukarrohmah diambil dari Islam.co

KLIKMU.CO

Oleh : Mohammad Helman Sueb*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمً،ا أَمّا بَعْدُ
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّار

Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah, siang ini kita dapat berkumpul di majlis yang berbahagia ini dalam keadaan sehat dan penuh rahmat. Karena itu, patut kiranya kita bersyukur kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat- Nya kepada kita sekalian.Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalawallahu ‘alaihi wassalam, yang telah menunjukkan jalan lurus, sehingga kita mantap beragama Islam. Semoga kita semua istiqomah dan lurus untuk menegakkan Agama Islam.

Hadirin yang berbahagia !
Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah memberikan kita tugas hidup yakni beribadah kepada-Nya sebagaimana firman-Nya dalam suray Adz Dzariyat ayat : 56.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Tujuan penciptaan manusia dan Jin menurut Allah Subhaanahu wa Ta’ala . agar mereka beribadah. Keengganan untuk beribadah adalah kedurhakaan kepada-Nya. Maka saking sayang Allah kepada hamba yang beriman supaya membuktikan iamannya dengan prestasi taqwa.

Hadirin yang berbahagia !
Peringatan tahun baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram 1440 H. diperingati di mana-mana, untuk merenungi Hijrah Nabi Muhammad Saw. Dari kota Mekkah Al Mukarromah menuju Madinah Al Munawaroh. Sudah menjadi kebiasaan, jika menjelang tahun baru , ibarat dagangan perlu mengadakan perhitungan atau kalkulasi rugi laba, untuk melangkah dan menata langkah yang lebih baik. Allah Subhaanahu wa Ta’ala, berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS.Al-Hasyr : 18

Hadirin yang berbahagia !
Pada ayat di atas adalah seruan kasih sayang Allah Subhaanahu wa Ta’ala kepada orang-orang yang beriman, supaya bertaqwa kepada-Nya. Berbahagialah kita, jika berada pada jajaran orang-orang yang beriman, berarti kita memiliki potensi ruhani menjadikan diri kita berbeda dengan orang-orang kafir.Tetapi betapa banyaknya ayat-ayat yang menggabungkan iman dan taqwa, sebagaimana pada ayat di atas. Kalau iman adalah potensi ruhani, maka taqwa adalah prestasi ruhani, sedangkan prestasi ruhani itu diwujudkan dengan melakukan kegiatan yang berbentuk amal sholeh yakni semua amal yang digubungkan ibadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Jika kita hanya beriman saja maka tidaklah cukup, jadi harus berprestasi.Adapun tuntutan prestasi dalam susunan iman dan taqwa antara lain:

Pertama. Hendaklah kita memperhatikan apa yang telah kita kerjakan, untuk melangkah pada masa depan. Kita perlu menghitung diri, apakah pada tahun yang lalu kita banyak menabur pahala ataukah banyak berbuat dosa, maka jika banyak kebaikan kita tentu kita bersyukur, tetapi jika banyak berbuat kehhilafan maka kita perlu bertaubat.

Hadirin yang berbahagia !
Allah Subhaanahu wa Ta’ala sangat sayang kepada kita , maka dalam susunan iman dan taqwa yang Kedua, terdapat dalam surat Al Ahzab : 70-71, memerintahkan kepada kita supaya berkata dengan perkataan yang tepat, tidak menyakiti orang lain, atau mendatangkan fitnah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً ﴿٧٠﴾ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً ﴿٧١﴾

“ 70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,71. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” QS. Al Ahzab : 70-71.

Pada ayat ini bentuk prestasi yang diperintahkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala adalah berkata dengan perkataan yang benar, perkataan yang membawa kedamaian, perkataan yang tepat.Maka Dia menjanjikan, bahwa orang yang berkata dengan perkataan yang tepat, amalnya akan semakin baik, dosa-dosanya akan diampuni, serta kesalahannya akan dihapuskan. Dari prestasi ini, menjadi orang-orang yang patuh kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sehingga akan menemukan keberuntungan yang besar yakni masuk surga-Nya.

Hadirin yang berbahagia !
Allah Subhaanahu wa Ta’ala menyeru sebagai wujud kasih sayang sebagaimana dalam surat Al Anfal ayat 29 Allah subhaanahu wa Ta;ala berfirman :

يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ ﴿٢٩﴾

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”QS.Al Anfal : 29.

Orang-orang yang bersemangat mengamalkan kegiatan-kegiatan yang menbawa pada prestasi, maka dia janjikan yang pertama memiliki “Furqon”, yakni kemampuan membedakan yang salah dan yang benar ketika bercampur. Di jaman kemajuan ini, sudah mulai dikaburkan antara yang haq dan yang bathil, sehingga untuk mengetahuinya perlu waktu lama. Bagi orang-orang yang beraqwa maka dengan prestasi ini memudahkan untuk membedakan anraea yang baik dan dan buruk ketika bercampur.

Hadirin yang berbahagia ! Alangkah nikmatnya dengan prestasi taqwa yang kita miliki Allah Subhaanahu wa Ta’ala menghapuskan juga kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu.

Hadirin yang berbahagia !
Susunan iman dan taqwa , yang mungkin dan pasti kita dengarkan ,sebagaimana firman Allah surat Ali Imron ayat :102.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿١٠٢﴾
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Pada ayat ini dijelaskan agar kita benar-benar berprestasi dengan memperbanyak amal sholeh, dan juga dipesan dengan sangat agar mati dalam keadaan Islam , ini suatu kasih sayang yang luar biasa. Semoga kita selalu mengingatnya.

Hadirin yang berbahagia !
Demikianlah kiranya , kita akan merasakan nikmat keimanan kita, jika kita membuktikan iman kita dengan melalukukan amal sholeh.Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, mampu menjalankan agama dengan penuh keikhlasan sehingga memperoleh pertolongan dan selalu bersyukur kepada-Nya, sehingga menjadi hamba yang taat dan disayangi-Nya.

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Hadirin yang berbahagia!
Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here