Khutbah Jumat #29: Empat Keharusan Seorang Muslim

0
201
Foto diambil dari Pinterest

KLIKMU.CO

Oleh: Moch.Helman Sueb*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Hadirin Rahimakumullah !

Sudah selayaknya kita selalu memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita, sehingga kita dapat hadir di majlis yang berbahagia ini.Karena itu, patutlah kita terus bersyukur kepada-Nya ,dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.

Marilah kita sampaikan ucapan shalawat serta salam semoga tetap terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. yang telah memberikan suri tauladan dan bimbingan melalui sabdanya sehingga kita menjadi hamba yang patuh menjalankan aturan-Nya dengan benar.

Hadirin Rahimakumullah!
Sebagai seorang muslim kita dituntut untuk membuktikan keIslaman kita dengan sikap dan tingkah laku yang Islami. Sikap dan tingkah laku yang islami itu, tentu dengan bahasa yang mudah semua sikap dan tingkah laku yang tidak bertentangan dengan Islam. Ada empat keharusan yang hasrus kita tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama. Islamisasi yakni mengIslamkan diri kita, agar benar-benar menjadi seorang muslim yang taat. .Kita berusaha menjadi muslim yang Kaffah yakni muslim secara menyeluruh dalam aspek kehidupan. Sebagaimana diterangkan Allah Subhaanahu wa ta’ala da;lam surat Al Baqarah : 208.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢٠٨﴾

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” QS. Al Baqarah: 208.

Pada ayat tersebut kita diserukan untuk masuk Islam secara menyeluruh, segala ucapan, sikap dan perbuatan dan jangan sampai sampai kita berlaku sebaliknya. Di samping itu kita diperintahkan untuk menjauhi langkah-langkah Syetan, sebab Syetan itu hakkekatnya musuh kita. Kita harus berusaha menjadikan diri kita mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan tetap waspada dari godaan Syetan yang selalu mencari kelengahan kita, juga menjadikannya sebagai musuh yang takkan pernah kita kpmprpmi dengannya.

Hadirin yang berbahagia!

Keharusan kita yang Kedua adalah Islamisasi terhadap keluarga. Kita semua tentu merasa bahagia jika keluarga kita penganut Islam yang taat.Sebagaimana keluarga Nabi Muhammad Saw. Dan keluarga Ibrahim Alaihis Salam. Oleh karena itu, kita harus berupaya agar keluarga kita menjadi sholeh dan sholihah dan terhindar dari siksa api neraka, Sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٦﴾

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” QS. At Tahrim: 6.

Alangkah sayangnya Allah Subhaanahu wa Ta’ala kepada kita orang yang beriman, untuk memperhatikan keluarga kita , anak-anak kita , serta yang berada di sekeliling kita . Maka di sinilah kewajiban kita yang berat, namun tentu sifat maha Pengampun dari-Nya masih ada. Kita terus berusaha dan memohon kekuatan , petunjuk dan perlindsungan semoga keluarga kita benar-benar menjadi hamba Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang taat.

Hadirin yang Rahimakumullah !
Kewajiban kita yang Ketiga adalah mengislamisasi masyarakat. Hidup tidak sekedar untuk berbuat baik bagi diri sendiri, namun Islam mengajarkan agar kita dapat berbuat baik untuk orang lain , sebagaimana firman-Nya :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٠٤﴾

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” QS. Ali Imron: 104.

Kita tidak cukup hanya pribadi yang shaleh secara ritual , tetapi kita juga harus menjadi pribadi shaleh secara sosial.Pribadi yang ikut mengamalkan ajaran Islam, serta beramar ma’ruf nahi munkar. Tidak tega melihat kemunkaran yang terus berkibar, ingin selalu menghadang kemunkaran itu agar tidak merembet ke daerah lain. Di samping itu , gemar menebar kebaikan bersama , untuk mensyiarkan Islam di mana-mana.

Hadirin yang berbahagia !
Keharusan kita sebagai seorang muslim yang ke empat adalah Istiqomah .Setiap muslim , seharusnya memiliki sikap istiqomah sangat penting dalam aspek kehidupan. Sebagaimana firman-Nya.:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿١٣﴾

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. QS. Al Ahqof – 13

Dari Abu ‘Amr, dan ada yang mengatakan dari Abu ‘Amrah Sufyân bin ‘Abdillâh ats-Tsaqafi Radhiyallahu anhu, yang berkata : “Aku berkata, ‘Ya Rasulullah! Katakanlah kepadaku dalam Islam sebuah perkataan yang tidak aku tanyakan kepada orang selain engkau.’ Beliau menjawab, ‘Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala’ kemudian istiqâmahlah.

Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ,”Katakanlah,” maksudnya, ucapkanlah dengan lisanmu serta iringi dengan pembenaran hatimu ”Aku beriman kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala” bahwa Dialah, Ilâh Yang Maha Esa yang wajib diibadahi oleh semua makhluk, yang disifati dengan sifat-sifat yang sempurna Yang Mahatinggi, dan wajib disucikan dari sifat-sifat yang jelek. Apa saja yang dijadikan-Nya benar maka itulah yang benar dan apa saja yang dijadikan-Nya batil maka itu batil.

”Kemudian Istiqâmahlah,” yaitu istiqâmahlah (konsistenlah-red) di atas konsekuensi perkataan tersebut; berupa mencintai Allah Azza wa Jalla yang mendatangkan keridhaan dan kecintaan-Nya serta menjauhkan diri dari kemurkaan-Nya dengan meninggalkan semua yang menyebabkan kemarahan-Nya.

Hadirin yang berbhagia !
Kita harus yakin dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam Al Qur-am insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan dari Allah Swt. sehingga kita tidak menjadi manusia yang tersesat.

Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah SwT.,serta mampu melaksanakan ibadah dengan dengan penuh ketulusan atas dasar cinta kepada-Nya.serta dapat melaksanakan Islam secara Kaffah.

بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Hadirin yang berbhagia !

Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here