Khutbah Jum’at #30: Lima Orang Terlarang

0
244
Foto orang melatih telepati diambil dari merdeka.com

KLIKMU.CO

Oleh:M Helman Sueb*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ

Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah , patutlah kiranya kita sebagai hamba Allah selalu meningkatkan kesyukuran kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita, dengan mendekatkan diri kepada-Nya.

Menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Semoga jum’at ini lebih baik dari Jum’at yang lalu, dengan harapan kita selalu mendapatkan barokah atau tambahan kebaikan dari-Nya.

Mudah-mudahan shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw, yang telah memberikan suri tauladan dalam menjalani kehidupan dunia yang fana’ ini, serta bimbingan beliau sehingga kita mantap menjadi pengikut-nya yang setia

Hadirin yang berbahagia !
Dalam kehidupan ini, tak lepas dari saling mempengaruhi, sehingga kita mengetahui ada yang ahli kebatilan dan ada yang ahli kebaikan. Oleh karena itu, kita harus pandai memilih apa saja yang diridloi Allah Subhaanahu wa Ta’ala, dan tidak boleh mengikuti sembarang orang.

Maka pada khutbah ini, saya akan menyampaikan tentang orang-orang yang terlarang bagi kita untuk mengikutinya, antara lain:

Pertama orang tua yang memerintah kemusyrikan: Orang tua adalah orang yang melahirkan kita, memang kita patut taat kepada mereka berdua, namun jika mereka memerintah berbuat syrik, maka kita harus menolaknya dan tidak boleh mentaatinya, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala :

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْناً وَإِن جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿٨﴾

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” QS. Al-Ankabut: 8.

Mengapa demikian , karena apa yang kita lakukan kelak dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala,dan jelas menyimpang dari aqidah tauhid.Namun kita dianjurkan untuk tetap berbuat baik dengan mereka.

Hadirin yang berbahagia !
Ada orang yang terlarang kita ikuti langkahnya, ajakannya maupun jejaknya , mereka itu adalah kelompok yang Kedua yaitu : Pendusta Agama : Sebagaimana tersebut dalam firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala QS.Al Qolam; 8.

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ ﴿٨﴾

Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).” Al Qolam: 8

Pendusta agama adalah orang-orang yang tidak yakin terhadap ajaran agama Islam, bahkan mereka menambah deretan sebagai musuh Islam, mereka tidak percaya hari kiamat, mereka menghina apa yang telah dilakukan oleh umat islam.

Maka janganlah kita mengikutinya, memilihnya sebagai pemimpin, jangan diikuti jejaknya sebab mereka rentetan orang-orang yang memusuhi Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Pendusta agama yang disebutkan dalam surat Al Ma’un sebagai berikut :

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ ﴿١﴾ فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ ﴿٢﴾ وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿٣﴾ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ﴿٤﴾ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ﴿٥﴾ الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ ﴿٦﴾ وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ ﴿٧﴾

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,6. orang-orang yang berbuat riya.7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” Al Ma’un: 1-7.

Pendusta agama mereka yang menghardik anak yatim , mereka tidak punya kepedulian terhadap mereka. Merekapun tidak punya simpati, keinginan untuk memberi makan orang muslim, mereka shalat, tetapi mereka mereka mengerjakannya semata-mata agar dipuji manusia, merekapun enggan menolong dengan sesuatu yang bermanfaat.

Hadirin yang berbahagia !
Begitulah berbagai karakter yang dimiliki manusia, hanya membanggakan kelebihan diri sendiri, sehingga kepedulian kepada orang lain sebagai mana yang diperintahkan agama dilupakan.Adapaun, orang yang terlarang untuk diikuti yang Ketiga adalah : orang yang suka bersumpah Al Qolam : 10

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ ﴿١٠﴾

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,.”

Bersumpah berarti menguatkan apa yang telah ditulis atau diucapkan, maka jika sumpah itu tidak dilaksanakan, berarti dia telah melakukan kehohongan publik. Hal ini akan mendatangkan dosa. Namun bagi mereka yang tak kenal dosa, maka mendustkan adalah masalah biasa.

Hadirin yang berbahagia !
Larangan yang Keempat adalah Orang Munafk dan Kafir.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً ﴿١﴾

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,”

Orang munafik rasanya lebih berbahaya dari pada orang kafir, sebab orang munafik itu masih berbusana Islam, sebagaimana Abu Lukluk yang telah membunuh Umar bin Khatthab, ketika dia menjadi makmum. Ciri orang-orang munafik, di antaranya, apabila berkata dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.

Di samping orang munafik yang tidak boleh kita ikuti adalah yang terang-terangan kafir. Mereka tidak mau menerima kebenaran. Mereka tidak percaya hari berbangkit, pokoknya hati mereka tertutup, maka kelak mereka akan diadzab Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang berbahagia !
Kelima : Orang yang lalai dan mengikuti hawa nafsu sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’akAl Kahfi : 28.

: وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً ﴿٢٨﴾

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.”

Alangkah jelasnya ayat ini, kita jangan tertipu dengan perhiasan dunia, kemudian kita mengikuti orang-orang yang berjalan di atas kebatilan yang telah dilalaikan Allah Subhaanahu wa Ta’ala., dan jangan pula mengikuti hawa nafsu, sebab akan membawa pada kesesatan juga.

Hadirin yang berbhagia !
Kita harus yakin dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam Al Qur-am insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan dari Allah Swt., jangan sampai kita mengikuti petunjuk orang –orang yang terlarang untuk diikuti, sebab kita akan tersesat dan mendapatkan anxaman Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah SwT.,serta mampu melaksanakan ibadah dengan dengan penuh ketulusan atas dasar cinta kepada-Nya.

بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala !
Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here