Khutbah Jum’at #31: Empat Penyelamat Kerugian

0
183
Foto 4 pilar diambil dari Les privat Surabaya

KLIKMU.CO

Oleh: M Helman Sueb*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ

Hadirin yang berbahagia !

Alhamdulillah , patutlah kiranya kita sebagai hamba Allah selalu meningkatkan kesyukuran kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita, dengan mendekatkan diri kepada-Nya.

Menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Semoga kita selalu mendapatkan barokah dari Jum’at ke Jum’at , sehingga kita semakin hari semakin dekat kepada-Nya dan selalu menjadi hamba yang taat dalam membela agama-Nya. Mudah-mudahan shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw, yang telah memberikan suri tauladan dengan perilaku yang terpuji dan bimbingan melalui sabdanya, sehingga kitapun mantap menjadi hamba Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang berbahagia !
Dalam surat Al – Ashr 1-3 , secara umum tentang kerugian manusia

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

1. Demi masa.2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Dalam kehidupan di dunia ini, tentu kita tidak ingin menjadi orang yang rugi, yang membawa penderitaan dan kesengsaraan hidup di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, agar terhindar dari kerugian, ada empat jalan yang dapat kita lakukan , Pertama : Iman yang benar . Iman berarti keyakinan di dalam hati yang kita ikrarkan dengan lisan dan kita amalkan dengan anggota badan. Iman harus dibuktikan dengan amal sholeh. Amal sholeh yang kita lakukan tentuanya tidak akan sia-sia, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala , dalam Surat An-Nahl : 97

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿٩٧﴾\

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Orang-orang yang beriman , baik laki-laki maupun perempuan yang beramal sholeh pasti akan mendapatkan dua kenikmatan, yakni Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan memberikan kehidupan yang baik, hidup yang selalu mendapatkan barokah dari-Nya, dan akan membalas setiap amal sholeh yang dilakukan dengan balasan yang lebih baik dari apa yang pernah diamalkan.Oleh karena itu, berbahagialah kita bila terbiasa beramal sholeh, sebab itu nikmat yang sungguh luar biasa.

Hadirin yang berbahagia !

Agar kita terjauh dari kerugian, maka ada langkah yang kedua yaitu memperbanyak amal sholeh.Sebagaimana diterangkan daklam surat Al Kahfi : 110

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً ﴿١١٠﴾

Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”.

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Pada ayat di atas , mengandung pelajaran bahwa, yang ingin berjumpa atau mendapat ridlo Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Perjumpaan Allah Subhaanahu wa Ta’ala bermodal amal sholeh, serta jauh dari perbuatan menyekutukan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.Seba jika kita beramal sholeh , tetapi masih menyisakan perbuatan syirk dalam diri kita , maka amal sholeh itu akan hilang atau terhapus.

Hadirin yang berbahagia !
Sebagai upaya kita terhindar dari kerugian, yang Ketiga : Menasehati dalam kebenaran At Taubah : 119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ ﴿١١٩﴾

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”.

Kini sudah banyak orang menyebarkan hal-hal yang dusta yang dikenal dengan istilah “ Hoax”, hoax itu sangat jahat , yang salah dikabarkan dengan kebenaran , sedangkan kebenaran diinformasikan dengan kebatilan, dan hoax ini tidak mudah ditebak , karena itulah hoax benar-benar jahat sekali.

Orang baik diberitakan jelek,sebaliknya orang jelek diberitakan baik. Hoax biasanya dilakukan untuk menutup rasa malu, strategi licik, mengelabuhi orang lain, juga menjatuhkan seseorang. Hoax ini akan berkembang terus sesuai dengan tujuannya. Kalaupun hoax itu, tidak diketahui oleh siapapun tujuan itu berhasil, maka kelak akan dibongkar Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Allah Subhaanhu wa Ta’la yang sayang kepada hamba-Nya yang beriman memerintahkan agar membuktikan imannya dengan melakukan amalan yang membawa ketaqwaan, yang di antaranya

Hadirin yang berbahagia
Agar kita tidak mendapatkan kerugian hidup yang keempat : Saling menasehati dengan kesabaran. Saling menasehati baik dalam kebenaran maupun kesabaran, mengajarkan kita agar memiliki kepedulian terhadap sesama, Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikan kita kunci kesabaran, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Baqarah : 153.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣﴾

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Dalam usaha untuk menasehati orang lain dengan kesabaran , maka kita diserukan terlebih dahulu dengan dan memohon pertolongan kepada-Nya, kita merasa tidak mampu berbuat sabar tanpa pertolongan-Nya, kemudian kita menyusulinya dengan melaksanakan shalat yang di dalamnya banyak do’a-do’a , kita terus memanjatkan do’a agar apa yang kita lakukan selalu mendapatkan kemudahan dan terkabulkan.Yang paling penting kita yakini, jika kita mampu menjalankan kesabaran terhadap resiko yang kita terima setelah memberikan nasehat, percalah Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan menolong kita.

Hadirin yang berbhagia !
Kita harus yakin dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam Al Qur-an insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah SwT.,serta mampu melaksanakan ibadah dengan dengan penuh ketulusan atas dasar cinta kepada-Nya.

بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala !
Marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar kita dapat beramal sholeh sebanyak-banyaknya dan selalu berjalan di jalan yang benar, dan mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here