Khutbah Jum’at #32: Turunnya Kualitas Umat

0
192
Foto buih dilautan diambil dari dokumen denny siregar

KLIKMU.CO

Oleh: Moh.Helman Su’eb, MA*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah !
Alhamdulillah pada hari yang mulia ini, kita masih dipertemukan Allah Subhanahu wa Ta’ala di majlis yang berbahagia ini, kitapun masih diberikan kesempatan untuk menambah amal kebaikan sebagai bekal di hari yang sangat panjang .Maka patutlah kiranya kita selalu meningkatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita yakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan menambah ni’mat-Nya kepada orang yang selalu bersyukur.

Di samping itu tentu kita berharap bahwa Jum’at hari ini yang kita lakukan lebih baik dari pada kemaren dan bertambah semangat dalam berlomba meraih kebaikan.

Semoga .shalawat dan salam tetap dilimpahkan-Nya atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah membimbing kita ke jalan yang diridloi Allah Subhaanahu wa Ta’ala , sehingga kitapun mantap dalam menjalankan agama-Nya.

Hadirin yang berbahagia !
Pada suatu saat Nabi Muhammad Saw. Duduk bersama parta sahabatnya, Rasulullah Saw. Bersabda :

يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا »

“Hampir saja umat ( selain Islam dan umat yang sesat ) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring ”

. فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

“Hampir saja para umat ( selain Islam dan umat yang sesat ) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’.Maka ada yang bertanya Ya Rasulullah apakah Wahn itu ? Rasulullah menjawab :’ Cinta dunia dan takut mati. HR. Abu Daud dan Ahmad.

Kualitas umat Islam diramalkan Rasulullah Saw. Bagaikan buih , yang dibawa ke-tengah, terdampar, didamparkan. Umat Islam ketika itu, dibuat rebutan oleh ghairul Islam , mudah diprovokasi, diadu domba. Karena mereka sedang asyik mencintai dunia menggebu, dan sangat takut dengan kematian, Takut mati bukan karena belum banyak beramal sholeh, tetapi mereka takut meninggalkan apa dan siapa yang dicintai, takut jabatan diisi orang lain, pangkatnya turun, dan sebagainya.

Hadirin yang berbahagia !
Sebenarnya sabda Rasulullah Saw tersebut mengingatkan kita , agar jangan sampai kecintaan dunia , melalaikan kita menyiapkan bekal untuk akhirat . Janganlah kita mudah tertipu dengan iming-iming harta dunia, serta mengorbankan ibadah kita untuk urusan dunia. Kitapun tidak perlu takut mati, sebab yang penting, lita harus mempersiapakan bekal untuk setelah mati.Bukankah Rasulullah Saw pernah bersabda:’ Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan nafsunya dan beramal untuk sesudah mati”.Kita perbanayak amalsholeh sesuai dengan kemampuan kita, Sebab semua akan mati dan kita akan dimintai pertanggungjawaban sendiri-sendiri, tidak berkelompok. Kelak tidak akan ada yang menolong seorang pun.Pemecah belah umat Islam akan ditanya, pembakar kalimat Tauhid akan ditanya , provakator dan yang mengadu domba umat Islam akan ditanya ,semua tidak dapat mengelak,. Mereka tunduk terhina, meskipun kini mereka tertawa, tersenyum berkelit.Pada hari pengadilan kelak,mulut akan ditutup, tangan berbicara, kaki mereka akan memberi saksi, sebagaimana diterangkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. QS. Yasiin : 65.

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿٦٥﴾

“ Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”.

Mulut yang suka berbohong tidak dapat berbicara lagi, dengan kehendak Allah Subhaanahu wa Ta’ala, tangan yang digunakan tanda tangan dan segala hal yang dilakukan akan berbicara atas ikinnya.Kaki mereka yang digunakah melangkah pada jalan yang salah akan menjadi saksi pebuatan yang dolakukan, sekali lagi mereka tidak akan mampu mengelak apalagi berdusta.

Hadirin yang berbahagia !
Bagaimana dengan keadaan sekarang, jika dianalogikan dengan ramalan Rasulullah Saw.? Tentunya kita harus menjadikan hidup kita seimbang antara dunia dan akhirat agar hidup kita tidak tenggelam dalam urusan dunia. Kita tidak boleh bertekun di masjid tetapi lalai dalam kegiatan hidup yang lain. Begitu pula sebaliknya kita tidak boleh stik bekerja suiang malam tetapi melupkan ibadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur-an surat al Qoshosh : 77.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Hadirin yang berbahagia !
Allah menciptakan segala sesuatu serba seimbang , maka alangkah bahagianya , jika kita dapat hidup dengan seimbang dunia dan akhirat. Kita mengutamakan kepentingan akhirat dan tidak melupakan urusan dunia, sebab dunia yang sementara sangat menentukan akhirat kita. Di samping itu kita diperintahkan untuk selalu menabur kebaikan di mana-mana, menuju keadaan yang menyenangkan.

Hadirin yang berbahagia !
Kita harus yakin dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam Al Qur-am insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan dari Allah Swt. sehingga kita tidak menjadi manusia yang tersesat.

Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah SwT., serta mampu melaksanakan ibadah dengan dengan penuh ketulusan atas dasar cinta kepada-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta’ala juga melarang kita agar tidak berbuat kerusakan di atas bumi,.Di dalam tafsir Jalalain diterangkan, bahwa yang dimaksud dengan “ merusak “ adalah kemaksiatan.Jadi kemaksiatan apapun termasuk menginjak-injak Al Qur-an , membakar kalimat tauhid dan atau merusak yang lain tergolong kemaksiatan.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dalam kehidupan, menuju Ridlo Allah Subhaanahu wa Ta’ala,
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga tauhid kita sehingga ketergantungan kita menjadikan dekat kepada-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here