Khutbah Jum’at #36: Empat Bentuk Keshalehan

0
201
Ilustrasi diambil dari anewmuslim.blogspot.com

KLIKMU CO
Oleh: MOH. HELMAN SUEB, MA*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُفَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
Hadirin yang berbahagia !
Alhamdulillah pada hari ini patutlah kiranya kita sebagai hamba Allah selalu meningkatkan kesyukuran kita kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada kita, dengan mendekatkan diri kepada-Nya. Menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.Semoga kita selalu mendapatkan barokah dari Jum’at ke Jum’at , sehingga kita semakin hari semakin dekat kepada-Nya dan selalu menjadi hamba yang taat dalam membela agama-Nya. Mudah-mudahan shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw, yang telah memberikan suri tauladan dengan perilaku yang terpuji dan bimbingan melalui sabdanya, sehingga kitapun mantap menjadi hamba Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang berbahagia !
Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus perilakunya, maka tidak ada tujuan tang paling mulia, kecuali menabur amal sholeh di waktu di dunia ini, untuk mempersiapkan bekal setelah mati dengan memperbanyak amal sholeh.

Memang beramal sholeh sesuatu yang harus dilakukan seorang mukmin.Sholeh dapat diartikan terhentinya kerusakan , senagaimana yang dipahami M.Qurays Shihab, dan juga dapat diartikan sesuatu yang bermanfaat. Jadi amal amal sholeh adalah pekerjaan yang apabila dilakukan tidak menyebabkan dan mengakibatkan bahaya.

Bahkan akan membawa manfaat dan kesesuaian.firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala , dalam Surat An-Nahl : 97
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿٩٧﴾
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Siapa saja yang beramal sholeh dari laki dan perempuan selanjutnya akan memperoleh kehidupan yang bagus dan balasan yang lebih baik dari apa yang telah dilakukan ketika di dunia.

Hadirin yang berbahagia !
Muhammad Abduh menyatakan bahwa amal sholeh adalah segala perbuatan yang berguna bagi pribadi , keluarga, kelompok dan manusia secara keseluruhan.berdasarkan keterangan ini maka kesalehan dapat dibagi menjadi empat kelompok .

Pertama.Kesalehan Pribadi, berkaitan sekali dengan perilaku terpuji bagi setiap orang Islam , selaluntaat kepada Allah dan rasul-Nya, dermawan, lapang dada, jujur, suka menolong untuk memiliki sifat-sifat itu seorang muslim harus meneladani Rasulullah Saw. sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً ﴿٢١﴾
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Meneladani Rasulullah Saw. dengan mengamalkan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari seperti jujur, baik hati, lapang dada, dan murah senyum, serta dermawan,. Perilakunya Rasulullah SaW, seperti inilah yang seharusnya dipraktikan dalam kehidupan sehari-sehari berarti kita juga telah mencintainya

Hadirin yang berbahagia !
Kesalehan yang Kedua adalah kesalehan Keluarga Kesalehan pribadi rupanya tidak cukup, hanya memiliki kesalehan pribadi, tetapi kita harus juga kita yang mempunyai keluarga berkewajiban menjadikan keluarga kita mentaati Allah dan Rasul-Nya, sehingga mereka kelak mejadi orang shaleh juga. Memang kita diperintahkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala agar menjaga keluarga kita dari siksa api neraka hal-hal yang membawa kesengsaraan dan penderitaan. Oleh karena itu, tetpatlah Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur-an surat At Tahrim :6, yang berbunyi :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ﴿٦﴾

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Menurut riwayat Ibnu Abbas ayat ini bermakna , Amalkanlah ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, dan hindarilahperbuatan-perbuatan durhaka kepada-Nya. Serta perintahkanlah keluargamu untuk berdzikiniscaya Allah akan menyelamatkan kamu dari api neraka.

Hadirin yang berbahagia !
Ketiga. Kesalehan Masyarakat. Manusia tidaklah dapat hidup menyendiri , tentu membutuhkan bantuan orang lain, untuk itu seorang muslim sangatlah dianjurkan untuk melakukan kebajikan .sebahaimana firman-Nya : dalam surat Al Baqarah : 177.

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّآئِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاء والضَّرَّاء وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَـئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ ﴿١٧٧﴾
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”.

Sebagai orang yang beriman rasanya tidak cukup hanya menjadi baik untuk dirinya sendiri shaleh ritual , namun kita harus juga shaleh secara sosial. Dengan kata lain setelah kita melakukan ibadah ritual , kita harus melakukan ibadah social

Hadirin yang berbahagia !
Keempat : Kesalehan Lingkungan. Kita hidup tak lepas dari lingkungan di mana kita tinggal. Nabi Muhammad Saw. Diutus Allah Subhaanahu wa Ta’ala , agar memberikan rahmat pada semesta alam. Apa saja yang dibawa Muhammad Saw. Akan berdampak baik bagi alam sekitar, termasuk tumbuh-tumbuhan dan binatang. Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah menjelaskan, dalam,
QS. Al-Anbiya’: 107

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ ﴿١٠٧﴾
“..Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.

Orang-orang yang beriman yang selalu mengikuti pesan Muhammad Saw. Akan mendapat keselamatan di dunia maupun di akhirat kelak , sebab mereka mendapatkan rahmat Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin yang berbhagia !
Kita harus yakin dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam Al Qur-am insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan dari Allah Swt., jangan sampai kita mengikuti petunjuk orang –orang yang terlarang untuk diikuti, sebab kita akan tersesat dan mendapatkan anxaman Allah Subhaanahu wa Ta’ala..

Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah SwT.,serta mampu melaksanakan ibadah dengan dengan penuh ketulusan atas dasar cinta kepada-Nya.
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Hadirin yang berbahagia !
Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.Semoga Kitapun tetap semangat dalam menggapai ridlo Allah Subhaanahuqa Ta’aa
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here