Khutbah Jum’at #41: Manfaat Cinta Rasulullah

0
282
Foto Ilustrasi Cahaya Muhammad saw diambil dari selasar.com

KLIKMU.CO

MOH..HELMAN SUEB MA*

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ يَقْضِيْ بِالْحَقِّ وَالْعَدْلِ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ ، يُقَدِّرُ اْلأُمُوْرَ بِحِكْمَةٍ ، وَيَحْكُمُ بِالشَّرَائِعِ لِحِكْمَةٍ وَهُوَالْحَكِيْمُ اْلعَلِيْمُ ، أَرْسَلَ الرُّسُلَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ، وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ اْلكِتَابَ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَااخْتَلَفُوْافِيْهِ ، وَلِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَيُؤْتُوْا كُلَّ ذِيْ حَقٍّ حَقَّهُ مِنْ غَيْرِغُلُوٍّوَلاَتَقْصِيْرٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْليمًا وَعَلَى أَلِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيْرًا أَمّا بَعْد
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّار

Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Alhamdulillah, Allah yang senantiasa memberikan kepada kita berbagai macam nikmat yang tak terhingga jumlahnya, maka pantaslah jika kita selalu bersyukur untuk meningkatkan kedekatan kita kepada-Nya dan tak akan sia-sia apa yang kita lakukan sekecil apapun dari kebaikan yang kita lakukan pasti akan berbalas.
Semoga shalawat serta salam selalu terlimpah pada junjungan kita Nabi Muhammad Shalawallahu alaihi wassalam, yang telah berhasil mendobrak pintu jahiliyah menuju keadaan yang terang benderang, dalam tempo yang relatif singkat dua puluh tiga tahun, sehingga kita menjadi pemeluknya yang setia.
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Jika kita telah mengucapkan dua kalimat , yang tentu saja mengandung konsekwensi yang sangat besar.Syahadat pertama disebut syahadat Tauhid, yakni kesaksian kita bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan yang kedua Syahadat Rasul yang berarti kita mengakui bahwa nabi Muhammad Saw. itu adalah rasul Allah.

Mengucapkan syahadat Rasul, seorang muslim sebenarnya tidak hanya mengakui Nabi Muhammad Saw. sebagai rasul , tetapi juga siap menjadikan Rasul sebagai teladan hidup yang harus diikuti dan ditaati dalam berbagai aspek kehidupan.Untuk itulah, agar kita benar-benar memiliki keyakinan yang kuat menjadikan beliau sebagai Rasul terakhir yang memang patut dijadikan tauladan dan tidak ada Rasul sesudahnya.
Tepatlah Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman memberikan keterangan beberapa hal dalam surat Al-Ahzab ayat : 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً ﴿٢١﴾

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”. Al-Ahzab: 21.

Ayat di atas jelas memerintahkan segenap kaum yang beriman untuk agar mencontoh sikap Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam , sikap dalam perang Al Ahzab, yaitu dalam hal kesabaran, keteguhan hati, , kesiagaan, serta tetap menanti jalan keluar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.Padaini di atas perkara yang akan mendapatkan peluang menjadikan Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Mengikuti Rasulullah Saw. merupakan kewajiban kita sebagai seorang mukmin, karenanya berbahagialah kita , sebab dibalik apa yang kita lakukan itu, sebagai bukti cinta yang memiliki beberapa manfaat antara lain , pertama : Sebagai syarat dan bukti kebenaran iman dan mencintai Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya QS. Ali Imron : 31

: “قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣١﴾

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Kalau kita ingin dicintai Allah Swt., jalannya adalah mengikuti apa yang disampaikan Rasulullah Saw., bahkan hal itu akan membawa kita diampuni dosa-dosa kita.
Pada ayat yang lain ditegaskan pula, sebagaimana dalam firman-Nya ;QS. An Nisa’: 65

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيماً ﴿٦٥﴾

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Manfaat dari mencintai Rasul yang kedua : akan mendapatkan cinta Allah dan Ampunan, , bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad Saw. utusan Allah Swt. merupakan dua ikatan yang sangat bertalian dan tidak dapat dipisahkan anatara yang satu dengan yang lain. Artinya barang siapa mengaku beriman kepada Allah Swt., maka dia harus mengikuti petunjuk Rasul-Nya.. Maka dapat disimpulkan barang siapa yang mentaati Rasul Saw, berarti ia telah mentaati Allah Swt., sebagaimana firman-Nya :

مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظاً ﴿٨٠﴾
“Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.”
Nabi Muhammad Saw. tidak bertanggungjawab kepada siapa saja yang berpaling dari seruannya dan ajaran-Nya . Sebab beliau hanya menyampaikan apa yang telah diamanatkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Ditegaskan pula
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Jika kita benar-benar mencintai Nabi Muhammad Saw.kita tindak lanjuti kecintaan itu dengan mengikuti petunjuknya maka kita akan mendapatkan manfaat yang yang ketiga yakni kita akan bersama beliau di surga.
Dalam suatu hadit yang diriwayatkan Anas bin Malik Ra. Ia berkata :’ Seseorang telah datang kepada Rasulullah Saw. lalu berkata; “ Wahai rasulullah kapan hari kiama ? Nabi Saw. bersabda : “ apa yang kamu persiapkan untuk hari kiamat Ia menjawab Cinta Allah dan Rasul-Nya.” Maka Nabi Saw.bersabda :” Sesungguhnya kamu beserta orang yang kamu cintai.”Anas Ra.berkata :” Tiada kegembiraan yang lebih besar bagi kami setelah memeluk Islam dari pada sabda Nabi Saw.” Sesungguhnya kamu beserta orang yang kamu cintai.” HR. Muslim.
Alangkah bahagianya di surga bersama Nabi Saw. untuk itu marilah selalu mengikuti petinjuk beliau , dan ingat kepada Allah SwT, sebagaimana firman-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً ﴿٤٢﴾
“. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”QS. Al-Ahzab : 41-42
Semoga dengan pertolongan-Nya kita betul-betul mampu membuktikan cinta kita kepada Rasulullah Saw. sebagai teladan dalam kehidupan , sebab betapa bahagianya jika kita dapat melakukan hal tersebut.

بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنْ ذِكْرِ ا لحَْكِيْمِ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :
Hadirin yang berbahagia !
Marilah kita senantiasa memanjatkan do’a kepada Dzat yang telah memberikan nikmat yang tak terhitung jumlahnya, dan kita tidak tertipu dengan gemerlapnya dunia, Semoga kita , selalu mendapat perlindungan dan petunjuk dari-Nya dalam kehidupan yang penuh tipu daya, serta kita mampu membuktikan cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here