Khutbah Jum’at #43: Manusia yang Berkarakter Buruk

0
543
Foto gambar pemain beauty and the beast diambil dari ew.com

KLIKMU.CO

Oleh: MOH.HELMAN SUEB, MA*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُاَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمّا بَعْدُ فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah !
Alhamdulillah pada hari yang mulia ini, kita masih dipertemukan Allah Subhanahu wa Ta’ala di majlis yang berbahagia ini, kitapun masih diberikan kesempatan untuk menambah amal kebaikan sebagai bekal di hari yang sangat panjang. Maka patutlah kiranya kita selalu meningkatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita yakini dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan menambah ni’mat-Nya kepada orang yang selalu bersyukur.

Di samping itu tentu kita berharap bahwa Jum’at hari ini yang kita lakukan lebih baik dari pada kemaren, sebab beginilah seharusnya kehidupan seorang muslim sehari-hari.
Semoga .shalawat dan salam tetap dilimpahkan-Nya atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah membimbing kita ke jalan yang diridloi Allah Subhaanahu wa Ta’ala, sehingga kitapun mantap dalam menjalankan agama-Nya.

Hadirin yang berbahagia !
Manusia diciptakan Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam bentuk yang sebaik-baiknya ,
Sebagaimana dalam surat At Tiin, ayat 4.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Ayat ini menerangkan tentang kemuliaan manusia. Meskipun demikian mereka dapat juga terpuruk dan menjadi makhluk yang serendah-rendahnya, sebab penyimpangan yang mereka lakukan. Di dalam Al Qura-an ada beberapa sifat atau karakter binatang pada manusia, yang menjadikan mereka rendah terhina serta harga dirinyapun turun, adapun sifat-sifat itu antara lain:

Pertama : Menyerupai anjing, kita sudah faham , Anjing itu sangat tunduk dan setia kepada siapapun, baik yang memberi makan atau minum, meskipun dia seorang penjahat. Manusia yang seperti anjing tidak mau tunduk pada ayat-ayat Al Qur-an, dihalau atau tidak tetap menjulurkan lidahnya. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfitman :

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿١٧٦﴾

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” Al A’rof : 176.

Begitulah manusia yang cenderung mengutamakan dunia dan dirinya dipimpin hawa nafsunya, sehingga mereka dengan mudah untuk menyimpang dari aturan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Mereka enggan mengukuti apa yang telah ditunjukkan-Nya. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim kita harus berbuat sebaliknya, yakni mentaati aturan-Nya, dan selalu mengikuti petunjuk Al Qur-an. Bukankah Al Qur-an itu pedoman hidup kita ?

Hadirin yang berbahagia !
Perumpamaan yang kedua, Menyerupai binatang ternak .Manusia yang berkarakter buruk diumpamakan juga dengan binatang ternak, karena perangkat atau indera yang mereka miliki tidak berfungsi sebagaimana mestinya,akibatnya mereka dicampakkan Allah ke neraka Jahanam sebagaimana firman-Nya :

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ ﴿١٧٩﴾

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” Al A’rof : 179.

Mereka akan dicampakkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, karena hatinya telah keras sehingga membuat mereka tidak faham kebenaran, penglihatan dan pendengaran mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hati nurani yang semestinya telah merasakan kebenaran, mereka menolaknya, sehingga hatimereka sangat bertentangan dengan apa yang mereka lakukan. Sekali lagi kita sebagai orang yang beriman tentunya, akan memanfaatkan anugrah pemberian Allah Subhaanahu wa Ta’ala, untuk hal-hal yang mendatangkan kebermanfaatan sesama.

Hadirin yang berbhagia !
Perumpamaan manusia yang ketiga : adalah seperti kera , Penyebutan kera sama persis dengan penyebutan kehinaan, siapa saja yang dikatakan seperti kera pasti marah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ ﴿٦٥﴾

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina.” Al Baqarah : 65.

Mereka diperintahkan untuk beribadah pada hari Sabtu, namun mereka tidak melakukannya, mereka lebih penting melakukan transaksi dunia, mereka merasa terganggu dalam mencari kesenangan dunia, maka tepatlah Allah Subhaanahu wa ta’ala menghukumnya dengan menjadikan mereka kera, dan ada yang berpendapat sifat mereka seperti kera, lambang kehinaan.

Hadirin yang berbahagia !
Perumpaan manusia buruk yang Keempat adalah Menyerupai Babi. Babi bukan hanya senang dengan kekotoran , tetapi juga tidak memiliki rasa cemburu, ia akan membiarkan pihak lain berbuat tidak senonoh pada keluarganya, begitulah bila manusia berkarakter seperti babi.

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللّهِ مَن لَّعَنَهُ اللّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُوْلَـئِكَ شَرٌّ مَّكَاناً وَأَضَلُّ عَن سَوَاء السَّبِيلِ ﴿٦٠﴾

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” Al Maidah : 60

Ayat ini mengajak orang-orang yang beriman, menjauhkan dirinya dari sifat-sifat seperti kera maupun babi, selalu melalukan sesuatu yang sesat.

Hadirin yang berbahagia !
Perumpamaan manusia buruk yang Kelima: Menyerupai Laba-laba . Dalam kehidupan ini banyak manusia yang berlindung keoada selain Allah Subhaanahu wa Ta’ala, mereka membentengi diri dengan persenjataan yang canggih, ada yang membentengi dirinya dengan jampi-jampi, jimat-jimat yang sangat diandalkan, mereka merasa sudah kuat, inilah model mereka membuat rumah seperti laba-laba.Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاء كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتاً وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ﴿٤١﴾

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui”,Al Ankabut : 41.
Hadirin yang berbahagia !

Kita harus yakin dan mengikuti apa yang diperintahkan dalam Al Qur-am insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan dari Allah Swt. sehingga kita tidak menjadi manusia yang tersesat.Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah SwT., serta mampu melaksanakan ibadah dengan dengan penuh keikhlasan. Kita tentu berharap tidak memiliki karakter sebagaimana binatang-binatang yang menggambarkan kesesatan

Semoga kita dapat mengambil hikmah dalam kehidupan, menuju Ridlo Allah Subhaanahu wa Ta’ala,
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua :

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala !

Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah ini, dan tetap berada dalam naungan-Nya.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

*Pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here