Khutbah Jumat #7: Larangan Berkeluh Kesah

0
202
Foto semut yang tolong menolong diambil dari sejatinya jomblo

KLIKMU.CO

OLEH MOH.HELMAN SUEB*

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.أَما بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Hadirin yang bebahagia !
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan Allah Subhaanahu wa Ta’ala untuk menambah amal kebaikan, memperbaiki diri kita , agar kita tidak bangga dengan apa yang telah kita lakukan, Maka tiada kalimat yang paling cerdas kita ucapkan kecuali bersyukur dan bersyukur kepada – Nya. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw., yang telah meberikan tauladan dan bimbingan melalui sabdanya sehingga kita mantap mengamalkan ajaran Islam.
Hadirin yang berbahagia

Manusia hidup tak lepas dari ujian , baik berupa ujian keburukan maupun ujian kebaikan . Bentuk ujian keburukan kehilangan jabatan , kebakaran rumah, , kehilangan salah satu keluarga , dan sebagainya. Di sinilah biasanya timbul keluhan., yang terjadi setelah tertimpa musibah..Bolehkah kita mengeluh ? Mengeluh adalah sifat yang yang ada pada diri manusia . Kalau manusia itu mengeluh ketika terkena musibah itu wajar, dan mengeluh yang berketerusan itulah sebagai sifat yang tak boleh bersemayam dalam diri seorang mukmin.

Hadirin yang berbahagia !
Di dalam Al Qur – an diterangkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala , tentang potensi berkeluh –kesahnya manusia ,sebagaimana firman – Nya,
إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعاً ﴿١٩﴾ إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعاً ﴿٢٠﴾ وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعاً ﴿٢١﴾ إِلَّا الْمُصَلِّينَ ﴿٢٢﴾ الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ ﴿٢٣﴾
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,
QS. Al Ma’arij : 19-23
Dalam ayat di atas sangat jelas ada dua sifat yang kurang terpuji.
Pertama Mengeluh. , karena apa yang diterima dirasa tidak cukup, tidak mendapat banyak seperti kawan lainnya. Hal ini akan mengurangi kesyukuran kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala., serta merupakan protes kepada –Nya. Sungguh mengeluh tidak akan mengubah nasib kita . , bahkan mengganggu pikiran yang berakibat berpikir negatif.
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. . . QS.Ar – Ra’du : 11
Oleh karena itu kita , berlaku sabar merupakan langkah yang terbaik, sebab tanpa kesabaran tentu akan mudah sekali kita mengeluh bahkan suudzan pada orang lain.

Sudah umumlah kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un dibaca ,.ketika ada orang yang meninggal. Namun sebenarnya ini adalah pelajaran bila sesuatu yang kita miliki itu hilang dari diri kita , hendaknya sabar untuk terhadapnya .dan meyakini bahwa semua yang kita miliki adalah milik Allah Swt dan akan kembali kepada – Nya dan Dia berhak untuk mengambilnya kembali , sehingga hal ini akan menghilangkan keluhan yang kita rasakan..
Hadirin yang berbahagia !
Mengiringi sifat berkeluh kesah yang disebabkan karena musibah atau lainnya yang mengena pada diri manusia itu, ternyata ada sifat yang Kedua yaitu Kikir . Sifat tercela sebagai pasangan sifat mengeluh ini, menyerang kepada orang – orang yang mendapat kesempatan menjadi orang kaya atau yang mempunyai kelebihan , mereka tidak mempunyai rasa empati kepada orang lain ,Mereka hanya mengumpulkan harta seperti semut , tak pernah mau berbagi,, sampai-sampai semutnya mati hartanya masih ada .
Islam tidaklah mengajarkan yang demikian itu., buktinya Islam memerintah umatnya supaya zakat, infak dan shadaqoh. Serta peduli orang membutuhkan.
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْراً لِّأَنفُسِكُمْ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿١٦﴾

16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Hadirin yang berbahagia !
Berkeluh kesah dan sifat kikir merupakan dua naluri secara umum ada pada diri manusia , tetapi tidak akan ada bagi mereka yang terus menerus melakukan shalat , mereka tidak berhenti untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya .Mereka selalu taat kepada-Nya sesuai dengan kemampuan, selalu taat serta terbiasa berinfaq , memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain yang hakekatnya akan kembali kepada diri sendiri. Hal inilah yang akhirnya kita mampu menjauhkan diri untuk tidak berlaku kikir di tengah – tengah masyarakat.Mereka akan selalu bergumul dengan sesama mukmin.
Hadirin yang berbahagia !
Semoga kita semua yang hadir di majlis yang penuh barokah ini, juga keluarga kita, selalu mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, mampu menjalankan agama dengan penuh keikhlasan sehingga memperoleh pertolongan dan selalu bersyukur kepada-Nya dan terjauh dari sifat berkeluh kesah dan kikir
بَارَكَ ا للهُ لِيْ وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنَ الَْْاَ يَاتِ و ذِكْر الحَْكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِ نَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhaanahu wa Ta’ala !
Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang penuh fitnah , dan tetap berada dalam naungan-Nya.
إ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

 

*Staff Pengajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah Babat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here