Khutbah Jum’at Perdana 2021: Virus Terpuruknya Ummat

0
289
Kab12.com

KLIKMU.CO-

Oleh: Dikky Syadqomullah*

Ketika virus Corona (Covid-19) menjadi pandemik global, banyak manusia panik dan ketakutan seakan-akan dunia seperti kiamat . Padahal, ada satu virus paling membahayakan dan menjangkiti banyak orang. Virus ini tidak dikenal dalam dunia kedokteran.

Virus ini bisa menjangkiti manusia setiap saat dan dimana saja. Dokter pun tak bisa mengobatinya, bahkan di antara mereka tak sedikit terjangkit penyakit ini. Banyak orang tak sadar kalau dirinya sendiri terjangkit penyakit ini.

Bisa jadi penulis juga terjangkit penyakit berbahaya ini, na’udzubillahi min dzalik (kami berlindung kepada Allah dari perkara itu).

Tidak bermaksud mengecilkan Virus Corona yang menimpa banyak orang dan menyebabkan kematian, namun Virus yang satu ini jauh lebih berbahaya. Jika seorang muslim meninggal akibat Corona, ia mendapat ganjaran mati syahid bagi yang beramal sholih. Namun, jika seseorang meninggal terjangkit Virus ini maka ia akan merugi besar kecuali ia bertobat sebelum wafatnya. Lalu, apakah nama Virus itu?
Nabi Muhammad menyampaikan sebuah hadits :

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا  فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ . فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ  حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Dari Tsauban, ia berkata bahwa telah bersabda Rasulullah SAW: “Hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian sebagaimana orang lapar menghadapi meja penuh hidangan.” Seseorang bertanya “apa saat itu kita sedikit?” jawab beliau “bahkan saat itu kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di laut. Allah akan cabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan Allah sungguh akan mencampakkan penyakit wahn dalam hatimu.” Seseorang bertanya “Ya Rasulullah ap aitu wahn?” beliau menjawab “cinta dunia dan takut mati” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).

Virus  al-wahn yang disebutkan Rasulullah SAW ini telah banyak kita lihat di kalangan masyarakat muslim hari ini. Disana sini kita melihat Virus ini merebak dan menular dalam masyarakat dengan ganasnya. Dunia islam dilanda krisis rohani yang sangat tajam dan meruncing. Dengan kekosongan rohani itulah mereka terpaksa mencari dan menimbun harta benda sebanyak-banyaknya untuk memuaskan hawa nafsu.

Maka apabila hawa nafsu diperturutkan tentunya mereka terpaksa menggunakan segala macam cara dan tipu daya. Pada saat itu, hilanglah nilai akhlak dan yang terwujud hanyalah kecurangan, khianat, hasul-menghasut dan sebagainya.
Secara bahasa, Wahn bermakna lemah baik secara materi atau maknawi. Wahn juga bisa diartikan Jubn (takut atau pengecut). Virus ini memiliki dua kategori berbahaya, yaitu :

Pertama. Hubbud-dunya (Cinta Dunia).
Cinta dunia berarti lebih mementingkan dunia daripada kehidupan akhirat yang dijanjikan Allah Ta’ala. Dia akan mengagumi dunia dan mencintai kemewahan. Ada 3 poin yang dituju, yaitu harta, tahta, wanita. Semua kejahatan bermula dari cinta dunia seperti korupsi bermula dari cinta uang dan ingin hidup mewah. Ketika diberi amanah jabatan, dia berpikir bagaimana menumpuk kekayaan, bukan mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Perampokan juga bermula dari cinta uang. Pemerkosaan juga bermula dari cinta wanita dan syahwat. Merasa kekal di dunia, suka menumpuk harta, selalu mencari kekayaan, kedudukan dan popularitas.

Ketika virus cinta dunia ini menjangkiti seseorang, ia akan menempuh segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Tak peduli haram dan halal, ia menjadi rakus, tamak dan curang dalam bermuamalah. Mereka tergila-gila mencintai dunia, padahal dunia itu pasti ditinggalkan. Allah Ta’ala berfirman: “…Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Surah Al- Hadid: ayat 20)

Kedua.. Karohiyatul Maut (Takut Mati).
Kematian adalah sunnatullah yang menjadi ketetapan Allah Ta’ala. Takut mati adalah tidak percaya adanya kehidupan setelah mati sehingga menyebabkan tergadainya aqidah.

Hidupnya dihabiskan untuk bersenang-senang tanpa menyiapkan bekal akhirat. Ia larut menikmati dunia dan sibuk memuaskan syahwatnya. Orang yang takut mati, hatinya akan bergantung dengan dunia sehingga sulit memandang kebenaran akhirat. Dia tidak percaya janji Allah dan peringatan Rasul-Nya. “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Obat virus al-wahn
Ada 4 pilar sebagai bentuk kekuatan menghadapinya, yakni :

1. Update keimanan
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اٰمِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَا لْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَا لْكِتٰبِ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِا للّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 136)

Ayat ini menegaskan kita semua untuk selalu memperbarui keimanan, karena adakalanya naik dan turun.

2. Beramal sholeh
Amal sholeh merupakan sebuah sikap yang mewujudkan Akhlaq dan adab sebagai bentuk kepribadian manusia yang tangguh dan berbudi luhur, sehingga makhluk yang ada di muka bumi ini bisa menjadi suri tauladan atau panutan yang baik, ditengah krisisnya figur manusia yang baik di dunia ini.

3. Berdakwah amar ma’ruf dan nahi munkar
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104)
Saling mengingatkan dengan mengajak kepada kebenaran dan mencegah dari keburukan serta kejahatan adalah hal penting yang harus dilakukan setiap manusia, sehingga akan melindungi kita semuanya dari perbuatan yang merugikan dan merusak masyarakat luas.

4. Sabar dan istiqomah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَا بِرُوْا وَرَا بِطُوْا ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 200)

Hal ini merupakan senjata bagi kita untuk senantiasa membimbing dan menguatkan langkah kita kedepan, sehingga kita menjadi orang yang selalu dinamis untuk mewujudkan negara yang baik dan diridhoi oleh Allah.
Mudah mudahan Allah menguatkan langkah kita, memberikan kelancaran dan keberkahan bagi kita semua

Fastabiqul Khoirot

*Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here