Ki Anam, Berpulang di Tengah Rampungkan Buku Sejarah Muhammadiyah Surabaya

0
1234
Foto dari PDM Kota Surabaya

KLIKMU.CO – Awan mendung menggelayuti keluarga besar Muhammadiyah Surabaya. Drs Choirul Anam, salah satu anggota tim penulis buku sejarah Muhammadiyah Kota Surabaya, meninggal dunia pagi tadi (27/3/3021) di RS Al-Irsyad Surabaya setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit tersebut.

Kabar duka ini diterima Klikmu.co kali pertama dari grup WA “Innalillahi wainna ilaihi raajiun… Semoga almarhum Bpk. Khoirul Anam aktivis Masjid Al-Islam Tambak Asri husnul khotimah. Semua dosanya diampuni, semua amalannya diterima, dan diberikan tempat yg mulia di sisi Allah SWT.” Begitu bunyi kiriman dari M. Arif An, sekretaris PDM Kota Surabaya. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, keikhlasan, dan kesabaran. Aamiin,” lanjutnya.

Andi Hariyadi, salah satu rekan Khoirul Anam dalam penyusunan buku sejarah Muhammadiyah Kota Surabaya, benar-benar berduka ketika mendengar Ki Anam (sapaannya) meninggal dunia pagi tadi. Dia belum lama kenal Ki Anam. Andi baru kenal pada awal November2020 dalam tim penulisan sejarah Muhammadiyah Kota Surabaya.

“Kami (waktu itu) langsung tancap gas dengan koordinasi dan aksi menulis buku sejarah. Mengingat keterbatasan waktu dan sumber sejarah, sehingga tim terus bekerja,” kata sekretaris Tim Penulisan Sejarah Muhammadiyah Surabaya itu.

Dalam membuat progres buku sejarah Muhammadiyah, Lanjut beliau, Ki Anam yang selama ini  berkoordinasi seperti tidak mengenal lelah. Misalnya, saat konsultasi dengan Prof Aminudin Kasdi yang merupakan ahli sejarah. “(Ia) berkeliling mencari buku buku referensi dan lainnya. Tidak peduli panas ataupun hujan, beliau tetap semangat dan produktif,” tuturnya.

Almarhum Choirul Anam (dua dari kiri) bersama Andi Hariyadi (dua dari kanan) saat berkunjung ke kediaman Prof Aminudin Kasdi (kanan) dalam rangka penulisan buku sejarah Muhammadiyah Surabaya. (Andi/Klikmu.co)

Masih menurut Andi, Ki Anam juga mengagumi perjuangan KH Mas Mansur. Ada ide-ide cemerlang dari almarhum terkait dengan sejarah Muhammadiyah Surabaya. Mulai memaksimalkan guru-guru sejarah hingga penulisan buku sejarah untuk siswa sekolah Muhammadiyah.

“Meski dengan waktu yang relatif singkat, namun telah menyelesaikan buku sejarah Muhammadiyah Surabaya periode 1921-1945 yang sedang proses editing. Jika selesai, akan melanjutkan periode 1945-1965,” paparnya.

Andi pun menunggu sinergisitas para penulis lain demi melanjutkan kiprah luar biasa almarhum. “Almarhum telah mendahului kita dan turut berkontribusi jelang seabad Muhammadiyah Surabaya melalui karya buku sejarah,” katanya.

Sementara itu, M. Arif An menyatakan, komitmen Choirul Anam untuk mewujudkan buku sejarah Muhammadiyah harus dilanjutkan. Almarhum tidak kenal waktu dalam menulis tentang Muhammadiyah. “Kami sangat kehilangan. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” tuturnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here