Kiai Mahsun Jayadi dan Rute Panjang 13 Tahun Jadi Wakil Rektor

0
371
Dr Mahsun Jayadi MAg, ketua PDM Kota Surabaya sekaligus eks Warek III Bidang SDM dan AIK UM Surabaya. (Klikmu.co)

Punya Tugas Khusus Menjaga Ideologi di Kampus

KLIKMU.CO – Dr Mahsun Jayadi MAg resmi mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai wakil rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) per 14 April lalu. Tak tanggung-tanggung, telah 13 tahun Kiai Mahsun Jayadi –sapaan karibnya– menjadi bagian penting dari perjalanan kampus Muhammadiyah di Kota Pahlawan ini.

Ia setia menemani dua rektor UM Surabaya, Prof Zainuddin Maliki MSi dan Dr dr Sukadiono MM. Mulai dari Warek III Bidang Kemahasiswaan dan AIK periode 2004-2008 dengan Rektor Prof Zainuddin Maliki. Kemudian, Plt Warek I Bidang Akademik periode 2011-2012, masih di zaman Rektor Prof Zainuddin Maliki.

Di bawah kepemimpinan Rektor Dr Sukadiono, Kiai Mahsun menjadi dua kali wakil rektor. Yakni, Warek II Bidang Administrasi Keuangan, SDM, dan Sarpras pada periode 2013-2017 dan dipungkasi dengan Warek III Bidang SDM dan AIK periode 2017-2021.

Di sela itu, medio 2009-2011, Dr Mahsun Jayadi pernah menjabat sebagai kepala PEC (Partner and Enrolment Center) kerja sama dan penerimaan mahasiswa baru zaman Rektor Prof Zainuddin Maliki.

Selama kurun 13 tahun itu, tentu sangat banyak pengalaman yang dilalui Dr Mahsun Jayadi. Apa saja? “Sangat banyak pengalaman yang tidak terlupakan,” kata Mahsun Jayadi kepada Klikmu.co, Selasa (20/4/2021).

Salah satu yang paling berkesan adalah komitmen amanah menjaga ideologi Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. Mahsun menceritakan, dulu dirinya kerap berhadapan dengan dosen-dosen atau mahasiswa-mahasiswa yang punya aliran tertentu. “Misalnya, pernah ada upaya untuk mendirikan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam, Red),” ujarnya.

Selain mendapat tugas akademik dan kampus, kata dia, ada satu tugas yang sangat penting. Yaitu, bagaimana menjaga dan mengawal ideologi Muhammadiyah di lingkungan kampus.

“Jadi, setiap ada perekrutan karyawan, terakhir mesti ke saya. Apakah calon karyawan tersebut memiliki komitmen dalam bermuhammadiyah,” ceritanya ketika Baitul Arqam Mudipat.

Dan, Mahsun Jayadi begitu tegas jika sudah menyangkut urusan gesekan ideologi. “Pernah ada dosen yang menyebarkan paham LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Red), saya ancam suruh pilih tetap jadi dosen dengan membuat pernyataan maaf, atau keluar dari kampus,” kata Mahsun. “Dia pilih keluar dari kampus,” lanjutnya.

Pernah pula, lanjut ketua PDM Kota Surabaya ini, ada kelompok mahasiswa dan dosen menyebarkan paham HTI. Dia peringatkan dengan tegas untuk menghentikan kegiatan ilegal itu. “Jika tidak, akan saya perkarakan karena masuk rumah UM Surabaya tanpa izin,” tegasnya.

Ya, Mahsun Jayadi memang jadi penjaga gawang ideologinya UM Surabaya. Itulah kesan terpenting yang dirasakan. “Menjaga dan mengawal Ideologi Muhammadiyah dan pasti menghadapi banyak tantangan,” tuturnya.

Kepada wakil rektor baru, yang tiga di antaranya adalah orang baru, Kiai Mahsun Jayadi berharap mereka harus tetap siap melaksanakan tugas mewakili rektor sesuai dengan bidang tugasnya. “Saya juga sangat berharap komitmen mengawal AIK tetap dilakukan karena AIK merupakan rohnya PTM (perguruan tinggi Muhammadiyah, Red),” paparnya.

Jabatan wakil rektor memang telah purna, tapi kiprah di UM Surabaya masih akan berlanjut. “Saat ini saya mempersiapkan diri fokus pada pembinaan pesantren Ma’had Ummar bin Khattab yang merupakan bagian dari proyek UM Surabaya,” katanya.

Selain itu, Kiai Mahsun juga akan melebarkan sayap dakwah Muhammadiyah ke berbagai sektor segmen. “Baik sosial maupun politik,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here