Kiai Mahsun Jayadi: Pupuk Imun Kita dengan Iman

0
302
Ketua PDM Kota Surabaya Dr Mahsun Jayadi MAg saat memberikan sambutan dalam acara Silaturrahim Syawal 1441 H Muhammadiyah Kota Surabaya. (Achmad San/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – PDM Kota Surabaya mengadakan Silaturrahim Syawal 1441 H Muhammadiyah Kota Surabaya dengan tema Meneguhkan Dakwah Muhammadiyah di Era New Normal, Kamis (28/5/2020). Acara ini ditayangkan secara langsung di kanal MudipatTV dan Facebook Mudipat Pucang Surabaya dan diikuti kurang lebih 470 peserta yang tergabung via Zoom.

Acara yang dipandu oleh M. Syaikhul Islam MHI, Pemred KLIKMU.CO sekaligus kepala Mudipat, tersebut menghadirkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti MEd sebagai narasumber. Di samping itu, Wali Kota Surabaya Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT dan Ketua PDM Kota Surabaya Dr Mahsun Jayadi MAg turut hadir memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Dr Mahsun Jayadi MAg mengatakan, menghadapi musibah pandemi Covid-19 ini, seluruh umat harus memperkokoh akidah. Jangan hanya dibuk mencari masker, jangan hanya sibuk soal cuci tangan. ”Yang lebih penting lagi adalah memupuk tubuh imun kita,” katanya.

Antara Iman dan Imun

Kiai Mahsun Jayadi menuturkan, wasilah untuk memupuk imun itu adalah iman. Iman yang mantap akan memunculkan imun yang baik. Maka, ada hubungan yang erat antara iman dan imun. Akan tetapi, iman ini iman yang dipahami secara benar, yaitu secara rasional dan proporsional.

”Jangan terjebak pada pemikiran fatalistik atau liberalisme sehingga memaknai iman dengan salah kaprah. Misalnya, saya tidak takut korona, tapi hanya takut kepada Allah. Ini kalimat yang salah,” ujarnya.

Perpaduan Konektor Langit dan Bumi

Kiai Mahsun menuturkan, kita harus menyeimbangkan dua konektor, yaitu konektor langit dan konektor bumi. Langit adalah pemupukan iman kepada Allah, sedangkan konektor bumi ialah memahami pandemi korona ini dengan mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh antara lain pemerintah maupun PP Muhammadiyah bahwa pandemi ini nyata dan faktual.

”Memadukan dua konektor ini menjadi penting. Dan alhamdulillah, warga Muhammadiyah insya Allah kompak mengikuti aturan-aturan yang telah dikeluarkan, baik oleh pemerintah maupun pimpinan kita,” tegasnya.

Kalaupun ada yang mbalelo, katanya, mudah-mudahan segera sadar kembali. Sebab, kelebihan Muhammadiyah sebenarnya pada kekompaka itu. ”Sehingga mampu bertahan menegakkan dakwah amar makruf nahi munkar,” tandasnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here