Kiai yang Tepat Waktu dan Ngaji Fotokopi Itu Telah Tiada

0
6733
Foto istimewa (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Assalamu’alaikum, Mas Arif An. Saya kondisi sakit. Posisi uang gak punya. Apa bisa masukkan di rumah sakit? Batuk, badan sakit semua, perut mual. Maaf, syukron.”

Begitu isi pesan Ustadz H. Moh. Hatta kepada M. Arif An pada 4 Januari 2021 lalu. Arif An tak mengira pesan yang mengabarkan kondisi sakit itu bakal mengantarkan Ustadz Hatta ke hadapan Allah swt.

Ya, Kamis, 21 Januari 2021 bakda subuh, Ustadz Hatta meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya itu di RSUD dr Soetomo. Ia pun dimakamkan di TPU Babat Jerawat, Surabaya.

Moh. Hatta kelahiran Surabaya, 26 Desember 1957. Beralamat di Babadan Rukun 4/10 RT/RW 004/002 Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan. Almarhum meninggalkan 1 istri dan 3 orang anak. Anak-anaknya juga aktif di persyarikatan, mengikuti jejak sang ayah.

“Beliau seorang kiai dan bapak bagi kami di PCM Krembangan dan juga bagi seluruh warga persyarikatan di Surabaya,” kata sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya (PDM) itu kepada Klikmu.co.

Arif An mengatakan, selama hidup, almarhum adalah orang yang tepat waktu dalam berbagai urusan. Suatu ketika Arif An janjian bersamanya agar bertemu pukul 7 tepat di rumah Ustadz Hatta di Rumah Susun Bangunrejo.

“Salah satu teman saya, Subekhan Zamroni, datang telat 5 menit disuruh pulang,” ujarnya.

“Beliau memang selalu mengajari kami murid-muridnya ngaji di Pesantren Wiraswasta At Taqwa agar tepat waktu,” kata pria yang juga menjabat ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya itu.

Bila mengajari mengaji, almarhum juga punya ciri khas selalu memberikan fotokopian materi pengajiannya kepada para peserta. Itu agar memudahkan jamaah dalam memahami materi yang disampaikan.

Sementara itu, dari sisi jabatan, menurut Arif An, banyak amanah yang diemban almarhum selama di persyarikatan. Yakni, pernah menjadi wakil ketua PDM Surabaya, ketua PCM Krembangan, kepala Panti Gersikan, dan terakhir sebagai wakil ketua PCM Krembangan.

“Beliau tidak pernah memilih jabatan. Dulu, saat saya jadi ketua PCM, beliau menjadi wakil ketua PCM Krembangan dan beliau selalu men-support saya,” kenang Arif An.

Ia menganggap almarhm seperti bapak sendiri. “Karena selalu memberikan porsi besar bagi dirinya untuk maju,” katanya.

Sementara itu, ucapan belasungkawa mengalir dari beberapa jamaah persyarikatan. Ada keluarga besar PCM Simokerto, PCM Tambaksari, hingga PCM Bulak.

Ada pula dari amal usaha Muhammadiyah sekolah yang turut merasa kehilangan. Mulai SD Muhammadiyah 12 Surabaya, SMP Muhammadiyah 14 Surabaya, hingga SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. KH Mahsun Jayadi beserta segenap jajaran pimpinan PDM Kota Surabaya juga menyampaikan ungkapan belasungkawa. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here