Kios Wargamu Pemuda Muhammadiyah Jadi Langkah Konkret Bantu Perekonomian Bangsa

0
107
Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2018-2020. (twitter)

KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengeluarkan enam sikap atas kondisi perekonomian Indonesia belakangan ini, Kamis (23/7/2020). Di dalam enam sikap itu, Pemuda Muhammadiyah juga turut menawarkan langkah konkret dengan me-launching Kioas Wargamu.

Hal itu didasari pertumbuhan ekonomi yang merupakan masalah perekonomian suatu negara dalam jangka panjang menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu dan dapat dikaitkan juga sebagai keadaan kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.

Menurut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto yang diwakili bidang ekonomi dan kewirausahaan dalam rilis pers, pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Dalam analisis makro, pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh satu negara diukur dari perimbangan pendapatan nasional rill yang dicapai satu negara.

”Pada kenyataannya, menurut Ernita (2013), pertumbuhan ekonomi dan pendapatan yang masih relatif rendah tersebut ditopang oleh konsumsi masyarakat. Secara teori, pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh konsumsi tidak akan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan adalah pertumbuhan yang ditopang oleh investasi. Pertumbuhan yang ditopang oleh investasi dianggap akan dapat meningkatkan produktivitas sehingga membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Pemuda Muhammadiyah menganggap krisis ekonomi global yang diakibatkan pandemi Covid-19 memperlihatkan bahwa keseimbangan dalam perekonomian suatu negara tidak bisa dengan hanya mengandalkan sektor swasta. Kontribusi sektor pemerintah juga sangat diandalkan. ”Terutama faktor pengeluaran pemerintah, investasi pemerintah yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan net ekspor yang dapat meningkatkan pendapatan nasional,” katanya.

Dari sisi konsumsi, Damuri dan Hirawan (2020), pola konsumsi masyarakat akibat persebaran Covid-19 secara otomatis akan berubah. Masyarakat akan cenderung untuk tidak melakukan kegiatan perjalanan atau pariwisata dan lebih cenderung meningkatkan konsumsi pada barang-barang kebutuhan pokok yang dianggap penting sebagai antisipasi terjadinya pembatasan pergerakan manusia. Secara keseluruhan, tingkat konsumsi akan cenderung turun karena harga yang terdistorsi akibat mahalnya biaya transportasi dan logistik barang .

Sementara itu, dari sisi produksi, beberapa sektor utama di Indonesia juga akan terdampak akibat penyebaran Covid-19, khususnya industri pengolahan (manufaktur). Kontribusi sektor ini cukup signifikan terhadap ekonomi Indonesia (19-20 persen) dan produk yang berasal dari industri pengolahan juga menyumbang secara signifikan terhadap total ekspor Indonesia, yaitu di atas 70 persen. Kinerja industri manufaktur di Indonesia kemungkinan akan melambat seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 ini.

Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mayoritas industri manufaktur di Indonesia masih bergantung pada impor, yang salah satunya berasal dari Tiongkok. Kegiatan produksi di Tiongkok pun terganggu akibat kasus virus ini. Perlu diketahui bahwa struktur impor Indonesia memang didominasi bahan baku/penolong yang angkanya mencapai di atas 70 persen. Buah simalakama antara struktur ekspor dan impor inilah yang kemungkinan besar akan berdampak besar pada kinerja industri manufaktur di Indonesia (Damuri dan Hirawan, 2020).

Secara umum, dampak Covid-19 memang cukup signifikan terhadap ekonomi Indonesia. Seperti yang telah dijelaskan di atas, perlambatan kinerja industri manufaktur yang diiringi oleh masih melambatnya ekonomi secara global yang berimbas pada penurunan permintaan, secara otomatis akan menurunkan kinerja ekspor Indonesia. Tiongkok untuk beberapa kuartal ke depan tampaknya akan mengalami kontraksi ekonomi di mana kegiatan produksi dan produktivitasnya kemungkinan menurun hingga 20-25 persen. Sehingga ekonomi Tiongkok kemungkinan hanya tumbuh di kisaran 5 persen (Damuri dan Hirawan, 2020).

Kondisi ini akan berdampak besar pada kinerja perdagangan Indonesia di tahun ini. Rantai pasokan dunia akan terganggu akibat terdistorsinya ekonomi Tiongkok akibat Covid-19. Indonesia perlu mencari sumber bahan baku atau barang modal dari negara lain, meskipun tidak mudah dan harganya lebih mahal. Perlambatan ekonomi Tiongkok juga perlu dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi di dalam negeri dan diharapkan dapat menjadi pusat produksi alternatif yang dapat berkontribusi terhadap rantai pasokan global (Damuri dan Hirawan, 2020).

Oleh karena itu, berdasarkan kondisi tersebut, ada enam sikap Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah terhadap kondisi kekinian perekonomian tersebut.

Pertama, penerapan berbagai kebijakan stimulus ekonomi yang dilakukan pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi di semester II 2020 seharusnya mampu meredam laju penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada semester I 2020.

”Pada sektor konsumsi, pemerintah perlu berkonsentrasi memberikan stimulus pada sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja guna mencegah penurunan daya beli masyarakat di level makro,” lanjut poin kedua.

Sikap ketiga, pada sektor produksi, pemerintah perlu berkonsentrasi pada komoditas pangan yang menjadi kebutuhan pokok dan mendasar guna menghadapi pampak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Keempat, Pemuda Muhammadiyah bersama pemerintah selalu siap menjadi garda terdepan dalam mengawal program-program pemerintah guna memperkuat perekonomian Indonesia menghadapi Covid-19 .

”Pemuda Muhammadiyah dengan ini me-launching Kios Wargamu sebagai langkah konkret mendorong pertumbuhan ekonomi pada sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian bangsa dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19,” bunyi poin kelima.

”Keenam, Kios Wargamu merupakan bentuk komitmen dan kerja nyata Pemuda Muhammadiyah dalam mengakomodasi kebutuhan bangsa dan menjawab tantangan penguatan sektor fundamental perekonomian Indonesia,” lanjutnya. (achmad san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here