Kisah Haru Orang Tua yang Gantikan Anaknya Wisuda di Universitas Muhammadiyah Bengkulu

0
787
Ayah dan ibu almarhumah Penty Gustini berfoto bersama rektor UMB seusai wisuda Rabu lalu (28/10/2020). (Antara Bengkulu)

KLIKMU.CO – “Anakku, kutahu engkau ingin mempersembahkan yang terbaik untuk ayah dan ibu. Kita mungkin punya kehendak, tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala punya kehendak lain. Seharusnya engkau ada di sana anakku, bersama dengan teman-teman yang lain,” begitu kata ibu Penty Gustini, wisudawati Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) yang meninggal beberapa pekan menjelang wisuda.

Acara wisuda Sarjana, Pascasarjana, dan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Periode II 2020 Rabu lalu (28/10/2020) pun menyisakan haru yang mendalam. Orang tua Penty mewakili sang anak dalam seremoni pemindahan toga.

Penty Gustini yang merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMB semestinya menjalani prosesi wisuda Rabu itu. Namun, sakit yang menderanya hingga membuat dia meninggal urung membawa Penty menjalani salah satu momen terpenting dalam hidupnya.

Bak wisudawan dan wisudawati, orang tua Penty berjalan langkah demi langkah menuju panggung yang seharusnya menjadi panggung kebahagiaan sang putri karena telah menyelesaikan studinya. Toga kebesaran Penty waktu itu dikenakan sang ibu.

“Di panggung ini, bukan ayah yang wisuda, bukan ibu yang wisuda, tapi engkau yang wisuda, anakku. Kami persembahkan prosesi wisuda ini untukmu, wahai anakku tersayang. Wahai anak ayah dan ibu yang kami sayangi, mungkin engkau lelah, mungkin engkau sakit anakku, tapi semua itu tidak pernah engkau rasa, yang kau tahu hanya ingin mempersembahkan gelar sarjana,” tutup sang ibu. Air mata mereka lantas meleleh.

Momen haru ini sendiri turut diabadikan Channel YouTube ELFAHMI LUBIS OFFICIAL yang juga Dekan FKIP Biologi UMB.

“Takdir Allah berkata lain. Menjelang pelaksanaan wisuda, beliau dipanggil oleh Allah SWT karena sakit. Untuk menggantikan momen wisuda sang anak, sang ibu dan ayah dengan wajah sedih berurai air mata datang ke prosesi pelaksanaan wisuda. Toga kebesaran yang seharusnya dipakai sang anak pada hari bahagia itu, dipakai oleh sang ibu,” kata Elfahmi dalam keterangan di akun YouTubenya.

“Keluarga besar universitas mengucapkan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah. Semoga husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Aamiin,” tutur Elfahmi sebagaimana dikutip dari Antara Bengkulu.

Saat itu, seluruh ruangan menjadi hening dan terdengar isak tangis teman-teman almarhumah dan tamu undangan. Begitu juga Rektor UMB Sakroni bersama anggota senat yang lain yang juga larut dalam suasana sedih dan haru. Satu per satu di antara mereka menyampaikan ucapan dukacita sekaligus memberikan semangat. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here