Kisah Satu Keluarga Muhammadiyah Jalani Wisuda Bareng di UMP

0
160
Muhammad Daswalidin, Heni Mei Deviyani, putrinya Aniestria Ahshaina Aghnat menjalani wisuda bareng di UMP. (Tgr/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ada momen unik di wisuda Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tahun 2021 ini. Yaitu, peserta wisuda berasal dari satu keluarga!

Satu keluarga yang diwisuda UMP itu terdiri atas bapak, ibu, dan anak. Mereka diwisuda secara bersamaan pada acara Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Ke-66 UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu lalu (6/3/2021).

Peserta wisuda UMP itu adalah keluarga asal Bumiayu, Kabupaten Brebes. Mereka mengikuti wisuda secara luring yang dipusatkan di lapangan Mas Mansoer, Kampus I UMP, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.

Sang bapak bernama Muhammad Daswalidin, kemudian ibunya Heni Mei Deviyani. Lalu, putri sulungnya adalah Aniestria Ahshaina Aghnat. Ketiganya mengaku sangat senang dapat diwisuda bersama-sama.

“Alhamdulillah hari ini (Sabtu, 6/3/2021) bisa melaksanakan prosesi wisuda, baik pascasarjana maupun sarjana, berjalan dengan baik dan lancar, dengan mematuhi protokol kesehatan secara sempurna. Kami merasa bersyukur kepada Allah SWT dan berbahagia (karena) kami satu keluarga dapat mencapai target pendidikan,” kata Muhammad Daswalidin.

Daswalidin lulus dari Magister Manajemen dengan IPK 3,7, sedangkan istrinya lulus dari Magister Pendidikan Dasar dengan IPK 3,9. Keduanya pun mendapat predikat cum laude.

“Putri saya lulus Sarjana Farmasi dengan IPK 3,17,” ujarnya.

Menurut dia, wisuda tersebut memberi kesan tersendiri bagi keluarganya karena dalam suasana pandemi Covid-19 diberi kesempatan untuk mengikuti wisuda secara luring.

Terkait dengan perjuangan dalam menyelesaikan studi, dia mengaku memilih UMP karena perguruan tinggi Muhammadiyah itu memberikan keringanan biaya berupa beasiswa kader bagi dirinya dan istri.

“Kami dapat beasiswa kader dari Muhammadiyah untuk kuliah di UMP. Sehingga, kami dapat melaksanakan kegiatan perkuliahan dengan sempurna, maksimal, dan alhamdulillah dapat lulus bersama,” kata guru SMK Muhammadiyah Bumiayu itu.

Sementara itu, Heni Mei Deviyani mengaku senang dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan bersama. Dia dan suaminya menyelesaikan program pascasarjana selama dua tahun, sedangkan putrinya menyelesaikan program sarjana selama empat tahun.

“Kami saling menyemangati. Ketika mengerjakan, sendiri-sendiri dan saling berbagi,” kata perempuan yang saat ini menjadi guru SD Negeri Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, tersebut.

Sementara itu, Aniestria Ahshaina Aghnat juga mengaku sangat terkesan karena bisa diwisuda bersama dengan kedua orang tuanya. “Pastinya, momentum yang sangat langka, yang tidak semua orang mungkin bisa merasakan wisuda bersama,” kata sulung tiga bersaudara itu. (Tgr/AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here