KKN Internasional Universitas Muhammadiyah di Malaysia Jadi Barometer Internasionalisasi Persyarikatan

0
226
Sebanyak 33 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional saat berada di PCIM Malaysia. (Humas/Klikmu.co)
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO – Untuk kali kedua, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menjadi tuan rumah perhelatan besar generasi muda Muhammadiyah tahunan bernama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional selama Januari hingga Februari 2020. Rombongan ditemani Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Suwarno MSi sampai di Malaysia pada 14 Januari 2020.

Menurut Dr Suwarno, KKN Internasional ini merupakan kesinambungan kesuksesan KKN 2019 lalu. Kali ini, UMP mengajak lima universitas lainnya seperti UHAMKA, UM Palu, UM Luwuk, UM Kupang, dan UM Rapang. Total mahasiswa adalah 33 orang.

Ketua PCIM Malaysia Dr Sonny Zulhuda menyambut kedatangan mereka pada pembukaan KKN di Rumah Dakwah Muhammadiyah di Gombak, Kuala Lumpur, pada Rabu (15/1).

Suasan di Rumah Dakwah Muhammadiyah di Gombak, Kuala Lumpur. (Humas/Klikmu.co)

Ada lima poin yang disampaikan dosen Fakultas Hukum International Islamic University Malaysia ini. Pertama, PCIM berterima kasih atas amanat yang dilimpahkan oleh penyelenggara, terutama dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho dalam pesan teksnya kepada ketua PCIM menyampaikan salam dan menitipkan anak-anak kepada PCIM Malaysia. PCIM akan berupaya sebaik-baiknya membimbing program KKN tersebut.

Kedua, KKN Internasional ini penting tidak hanya untuk mahasiswa dan warga sasaran, namun juga bagi PCIM Malaysia sendiri. “Karena program ini sejalan dengan agenda internasionalisasi Muhammadiyah,” jelasnya.

Ketiga, melalui KKN Internasional ini, PCIM Malaysia turut serta memfasilitasi generasi muda Muhammadiyah untuk lebih mengenal lapangan dakwah regional dan antarabangsa.

Keempat, sebagai hasilnya kelak, para peserta diharapkan kembali ke tanah air dengan membawa visi global keumatan yang menjadi stimulus penting dalam memajukan pola pikir dan pergerakan mereka ke depan.

“Kelima, visi global keumatan akan menjadi faktor pembeda bagi pemimpin di masa mendatang. Mereka tidak akan gugup atau sungkan untuk mengetengahkan diri mereka di kancah interaksi antarabangsa,” tandasnya.

Ketua panitia penerimaan KKN 2020 yang juga Ketua Majelis Pendidikan, Seni, dan Olahraga PCIM Malaysia Muliadi ME bertekad menjayakan KKN Internasional ini dengan sebaik-baiknya.

Muliadi yang juga mahasiswa S-3 Jurusan Ekonomi Islam di Universiti Malaya menyampaikan beberapa hal. Secara kuantitas, dia menyatakan telah terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah peserta meningkat dari 17 ke 33 orang. Jumlah universitas peserta bertambah dari 1 menjadi 6. Titik penginapan dari 1 menjadi 3. Lalu, titik kegiatan dari 3 menjadi 6. “Kualitas KKN juga diharapkan berkembang signifikan,” ujarnya.

Ada tiga kategori sasaran KKN kali ini. Pertama, warga Muhammadiyah di Malaysia. Di sekitar KL saja, jumlah yang aktif ratusan, bahkan seribuan yang terpusat di beberapa kantong seperti Kampung Baru, Gombak, Pandan, Ampang, Kepong, maupun Klang Lama. “Merekalah sasaran utama mahasiswa KKN ini,” katanya.

Sasaran lainnya adalah warga Indonesia umum di Malaysia dan warga lokal sendiri, yaitu orang Malaysia. “Ini termasuk warga TKI, anak-anak sekolah Indonesia, dan juga orang suku pedalaman Malaysia,” terangnya.

Kegiatan KKN yang berlangsung sebulan ini akan menghadirkan banyak program menarik. Di antaranya, seminar kewirausahaan, gerakan literasi, gerakan menabung sejak dini, dan praktik berbahasa Inggris.

“Selain itu, ada acara olahraga dan jalan sehat, gotong royong, pelatihan sanitasi lingkungan, serta bank sampah yang menjadi agenda bermanfaat bagi warga sasaran KKN,” tegasnya.

Muliadi mengatakan, warga PCIM Malaysia didukung oleh semua ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Malaysia menyambut antusias kedatangan anak-anak muda ini di Malaysia.

Sementara itu, salah satu aktivis PCIA Mien Supardi yang putranya sedang kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyambut mereka seperti menanti kedatangan putra-putri sendiri. “Mudah-mudahan mereka betah di Malaysia,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PCIM Sulton Kamal yang juga guru di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menyatakan optimismenya bahwa KKN Internasional ini akan menjadi pengalaman istimewa, baik untuk warga maupun para mahasiswa.

(Majelis Pustaka, Informasi, dan Humas PCIM Malaysia/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here