KM3 Surabaya: Wani Ikhlas, Wani Cerdas, Wani Tuntas

0
122
Suasana kelas dai yang digelar Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Surabaya Bidang Tabligh PC IMM Surabaya. (Ai/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Berdakwah memang tidak kenal waktu, tempat, dan situasi. Kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun setiap muslim memiliki kewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Hal itu dibuktikan oleh Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Surabaya yang merupakan LSO (Lembaga Semi Otonom) Bidang Tabligh PC IMM Surabaya. KM3 Surabaya menyelenggarakan acara Kelas Dai dengan tema “Manifestasi Gerakan Dai Muda Muhammadiyah Menuju Bangsa yang Berkemajuan” di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Ahad (14/2/2021).

“Acara ini tentunya mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, pengecekan suhu, dan penunjang kesehatan lainnya,” kata Ahmad Tsalist Alfian, ketua pelaksana.

Menurut Ahmad Tsalist, ada tiga materi yang disajikan. Mulai pembahasan ontologi dakwah, metode pengambilan rujukan, hingga strategi dakwah.

Jumlah peserta yang secara resmi mendaftar pada acara ini sebanyak 36 orang. “Akan tetapi, ada 8 orang yang berhalangan hadir. Jadi, yang mengikuti acara kegiatan kelas dai ini sebanyak 28 peserta,” ungkapnya.

Fakhruddin Lubis, Ketua Umum KM3 Surabaya, menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kelas dai ini adalah sebagai instrumen dalam menyiapkan atau regenerasi mubaligh/mubalighah di ranah mahasiswa Muhammadiyah. Terutama untuk kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

“Kelas dai ini adalah sebagai ganti PM3 (Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah) yang terkendala karena pandemi sehingga mengharuskan untuk dipersingkat waktunya. Dalam rangka mengurangi persebaran covid-19,” imbuhnya.

Sekretaris Umum KM3 Surabaya Zubaidi menambahkan, KM3 Surabaya juga mempunyai jargon yang khasnya, yaitu “wani ikhlas, wani cerdas, wani tuntas”. ” Wani ikhlas artinya kita menyelesaikan pekerjaan dan menyelesaikan persoalan dengan hati ikhlas. Kemudian wani cerdas (bermakna) kita berani untuk belajar, berani mengasah nalar kita agar menjadi orang yang cerdas. Dan wani tuntas (bermakna) kita berusaha meyelesaikan persoalan dan pekerjaan dengan semaksimal mungkin sampeai tuntas,” jelasnya. (Ai/Nht/AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here