Kokam Gelar Aksi Tolak RUU HIP di Gedung DPRD Jatim

0
871
Komandan Ashuri saat orasi di panggung aksi di halaman gedung DPRD Jatim. (Dok. Kokam/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Sebanyak 130 personel Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) ikut mengawal aksi Tolak RUU HIP di DPRD Jawa Timur, Selasa (7/7/2020). Tergabung bersama ormas lain dalam Gerakan Umat Islam Tolak Komunis Jawa Timur (Gamis Jatim), mereka berangkat dari Pusdam di Jalan Wuni menuju tempat aksi di halaman gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura.

Komandan Ashuri sebagai jubir Kokam menyampaikan sikap tegas menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Bukan menundanya.  ”Kita berada di sini demi jalan yang lurus dan Pancasila adalah jalan lurus yang lahir berdasarkan Piagam Jakarta, Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika Pancasila diperas menjadi trisila, kemudian menjadi ekasila, negara kita dikoyak-koyak dan kita diam. Ganti saja bajumu dengan kain kafan,” ujarnya, lantas diikuti pekikan takbir.

Menurut dia, banyak pejuang muslim seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Sultan Hasanuddin, dan Bung Tomo. Dengan pekikan takbir, Bung Tomo membakar semangat anak-anak Surabaya dan Kota Bandung sehingga Kota Bandung menjadi lautan api dalam melawan Belanda.

“Sejarah kelam tidak boleh hilang dari sekolah-sekolah yang ada di negeri ini. Seperti pembantaian para ulama di Magetan. Gubernur Suryo dan Kapolda Jatim M. Duryat menjadi korban dari pengkhianat bangsa yang dilakukan oleh PKI. Kalau sampai DPR mengubah Pancasila, kita siap datang lagi ke gedung ini,” tegas Komandan Ashuri.

Sementara itu, Komandan Wilayah Kokam Jawa Timur Muslimun menyampaikan, ini adalah aksi Kokam dalam menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila dalam rangka mengawal putusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa RUU HIP tidak perlu dilanjutkan. Sebab, bisa mereduksi nilai-nilai Pancasila. ”Padahal, kita semua ingin menerapkan nilai-nilai Pancasila secara komprehensif dan konsekuen di masyarakat. Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Segala ras, suku, dan agama. Maka dari itu, harus bersatu padu dan kompak dalam menjaga Pancasila,” ungkapnya.

“Kokam lahir sebagai respons untuk melawan gerakan 30S/PKI. Melawan ideologi komunis. Pancasila sebagai perekat bangsa sudah selesai. Jangan dibenturkan lagi dengan nilai-nilai agama dan nilai ketuhanan. Kokam akan semangat memberantas ideologi-ideologi komunis yang ada di masyarakat,” tandasnya.

Dari pantauan KLIKMU.CO, aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila berjalan tertib dan damai. Bahkan, saat azan Duhur aksi berhenti sementara untuk melaksanakan shalat Duhur berjamaah. Aksi juga berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan tetap memakai masker. Usai aksi bersama-sama, mereka membersihkan sampah yang berserakan. (Dzanur Roin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here